Telegram Rodja Official

Mencetak Generasi Rabbani

Mengapa Anak Berbohong?

By  |  pukul 1:48 pm

Terakhir diperbaharui: Jumat, 09 Oktober 2020 pukul 8:43 am

Tautan: https://rodja.id/2t8

Mengapa Anak Berbohong? merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Mencetak Generasi Rabbani. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 18 Shafar 1442 H / 06 Oktober 2020 M.

Kajian sebelumnya: Mengajarkan Anak Untuk Jujur

Kajian Islam Ilmiah Tentang Mengapa Anak Berbohong?

Kita masih berbicara tentang menanamkan salah satu akhlak mulia, yaitu jujur. Dan lawan dari jujur adalah dusta. Kita akan mengangkat satu masalah yang kita temukan pada anak-anak kita, yaitu anak berbohong.

Berbohong satu atau dua kali adalah sesuatu yang mungkin masih disa diberi toleransi atau masih bisa dimaklumi. Tapi kalau terus-menerus dan menjadi satu kebiasaan baginya, ini merupakan satu sinyal bahaya, ini adalah satu peringatan bagi para orang tua jika mendapati anaknya kerap kali dan suka berbohong. Apa saja penyebabnya?

Kejujuran anak kadangkala membuat orang tua tidak siap. Sehingga ketika anak jujur dan itu membuat terkejut orang tua, maka orang tua tidak siap untuk memberikan apresiasi terhadap kejujuran si anak dan fokus kepada apa yang dia dengar.

Misalnya anak jujur tentang apa yang dia perbuat, mungkin dia melakukan satu kesalahan dan dia jujur sama orang tuanya, dia berkata kepada orang tuanya “Ayah, ibu saya melakukan ini.” Apa reaksi orang tua? Orang tua fokus kepada apa yang disampaikan oleh anak. Dan kalau dia salah memberikan reaksi, itu bisa membuat trauma bagi anak untuk jujur. Mungkin dia berkata dalam hati bahwa akibat dari jujur itu seperti ini. Mungkin dia dapat hukuman yang berat dari orang tua, celaan, cercaan, cacian, makian, stigma buruk, bahkan vonis mungkin dari orang tuanya akibat kejujurannya.

Baca Juga:
Objek Pembagian Pada Syuf'ah

Di sini kita harus proporsional dalam memberikan apresiasi bagi sisi positif yang ditunjukkan oleh anak, yaitu kejujurannya. Mungkin itu butuh perjuangan berat baginya untuk jujur terhadap sesuatu yang dia tahu orang tuanya pasti marah. Tapi kadang-kadang orang tua tidak memberikan apresiasi terhadap kejujurannya, justru  menganggap itu seolah-olah tidak ada nilainya, maka habislah anak ini dimarahi oleh orang tuanya akibat kejujurannya.

Di sini para orang tua harus bisa bersikap bijak untuk menyelesaikan masalah anak. Anak banyak masalah, anak banyak berbuat salah, itu sesuatu yang dilakukan oleh manusia, bukan hanya anak namun orang tua juga. Tapi ketika anak salah lalu dia jujur, mengapa kita begitu panik dan begitu heboh terhadap kejujurannya? Sehingga membuat dia berkata dalam hati: “Kalau begitu esok hari saya tidak jujur saja, saya bohong saja. Karena bohong itu selamat, jujur itu bencana.” Maka dia pun termotivasi untuk bohong.

Sebagian orang tua senang dibohongin anak, mendengarkan yang baik-baik dari anak padahal tidak seperti itu. Anak bisa memanipulasi kenyataan dengan kebohongannya. Dan orang tua senang dengan kebohongan si anak ini. Dia tutup mata, dia tutup telinga, karena dia merasa puas dengan kebohongan si anak.

Jadi di sini yang perlu diketahui oleh para orang tua, bahwa selesaikanlah masalah tanpa menimbulkan masalah yang lain. Ketika anak jujur, dia mengungkapkan satu masalah yang terjadi pada dirinya, selesaikan masalah itu dan tanam keberanian dia untuk jujur di kemudian hari.

Baca Juga:
Pokok-Pokok Ilmu Kesehatan Anak - Bagian ke-3 - Dialog Kesehatan Herbal (Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji)

Maka kita harus siap dengan kejujuran anak. Dan jangan terlalu puas dengan kebohongan si anak yang membuat kita terlena. Contohnya ketika anak ditanya sudah mengerjakan PR atau belum dan si anak menjawab “sudah”, maka orang tua puas, padahal bohong. Begitu dia jujur ketika ditanya sudah mengerjakan PR atau belum, dan dijawab “belum”, maka orang tua mengamuk. Tentu mengamuk ini tidak menyelesaikan masalah. Akibatnya besok ketika anak ditanya apakah sudah mengerjakan PR atau belum, maka dia jawab “sudah” dengan cepat padahal itu bohong.

Jadi orang tua harus siap dengan kejujuran anak. Sehingga ketika dia mendapatkan sesuatu yang tidak enak dari kejujuran si anak ini, dia bisa menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

Mengapa anak suka berbohong?

Ada beberapa faktor:

1. Anak tentunya tidak tahu hukum tersebut

Sebagian anak tidak tahu bahwasanya bohong itu adalah sesuatu yang haram, dilarang, tercela, walaupun dalam beberapa kondisi bohong itu sepertinya menguntungkan bagi dirinya, sepertinya positif, sepertinya baik, tapi sebenarnya tidak baik.

Anak-anak perlu kita jelaskan bahwa bohong itu haram, bohong itu jalan mengantarkan kepada neraka. Misalnya ada hadits Nabi:

 فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ

“Bohong itu membawa manusia kepada kefajiran (kejahatan/keburukan), dan keburukan itu menghantarkan manusia ke neraka.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Jadi kita jelaskan bahwa akibat buruk dari kebohongan itu adalah keburukan, dan itu menghantar manusia kepada neraka.

Baca Juga:
Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah Tentang Nama-Nama Allah dan Sifat-SifatNya

Bagaimana tips-tips agar anak tidka berbohong? Mari download mp3 kajian dan simak pembahasan yang penuh manfaat ini..

Download mp3 Kajian Mengapa Anak Berbohong?

Lihat juga: Cara Mendidik Anak dan Pentingnya Mencetak Generasi Rabbani

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link kajian “Mengapa Anak Berbohong?” ini melalui jejaring sosial Facebook, Twitter dan yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Lihat juga rekaman lainnya: 

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 49 = 58

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.