Telegram Rodja Official

Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu

Keutamaan Ilmu Mengikuti Keutamaan Obyek Yang Dipelajari Dalam Ilmu Tersebut

By  |  pukul 1:47 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 15 Oktober 2020 pukul 5:41 pm

Tautan: https://rodja.id/2te

Keutamaan Ilmu Mengikuti Keutamaan Obyek Yang Dipelajari Dalam Ilmu Tersebut adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah TaslimM.A. pada Kamis, 20 Shafar 1442 H / 8 Oktober 2020 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Keutamaan Ilmu Mengikuti Keutamaan Obyek Yang Dipelajari Dalam Ilmu Tersebut

Saat ini kita ada di pembahasan segi ke-64 tentang keutamaan ilmu, yaitu شرف العلم تابع لشرف المعلوم (keutamaan ilmu mengikuti keutamaan obyek yang dipelajari dalam ilmu tersebut.). Pembahasan halaman 97 pada kitab العلم : فضله وشرفه).

Jadi kalau kita ingin menilai bagaimana tingginya kedudukan atau kualitas atau nilai suatu ilmu, lihat apa yang dipelajari dalam ilmu tersebut. Kalau yang kita pelajari dalam ilmu itu misalnya tentang sesuatu yang bermanfaat bagi manusia, maka berarti ini kemuliaan sesuai dengan manfaatnya. Kalau itu berhubungan dengan anggota badan, maka hubungannya dengan kedudukan anggota badan manusia seperti apa.

Makanya ketika ilmu itu berhubungan dengan sesuatu yang dipelajari sebab yang menyelamatkan kita di akhirat, sebab kita mendapatkan hidayah Allah, sebab kita mendapatkan keikhlasan dalam niat kita, sebab kita mengenal petunjuk yang sempurna dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yaitu ilmu agama, jelas kedudukannya paling tinggi karena tidak ada yang lebih dibutuhkan oleh manusia dan lebih besar manfaatnya dalam kehidupan ini melebihi pengetahuan agama.

Baca Juga:
Fiqih Tanda-Tanda Hari Kiamat (Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.)

Jadi di sini dijelaskan oleh beliau bahwa kemuliaan ilmu mengikuti kemuliaan objek ilmu tersebut. Dan juga karena keyakinan jiwa tentang dalil-dalil keberadaan kebenarannya serta besarnya kebutuhan manusia untuk mengetahuinya serta agungnya manfaatnya.

Oleh karena itu kalau ada ilmu yang misalnya hanya mengajarkan sesuatu yang manfaatnya sebentar, berarti dia tidak terlalu tinggi kedudukannya karena cuma sebentar, seperti ilmu-ilmu dalam urusan dunia yang hanya berhubungan dengan kehidupan manusia, ketika berakhir dunia maka berakhir manfaatnya ilmu tersebut. Tidak mungkin ini menjadi sesuatu yang paling tinggi, karena umurnya terbatas, kebutuhan kita juga hanya untuk dunia dan dunia juga akan berakhir. Beda kalau ilmu yang manfaatnya kekal abadi sampai di akhirat, jelas ini yang paling tinggi kedudukannya karena manfaatnya dan kebutuhan kita terhadapnya adalah kebutuhan yang sangat tinggi dan sangat besar.

Kata Ibnul Qayyim selanjutnya, tidak diragukan lagi bahwa seutama-utama dan sebesar-besar sesuatu yang dipelajari, Dia lah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak ada sembahan selain Dia, Rabb yang menguasai alam semesta, tidak ada yang melebihi keagungan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Berarti tidak ragu lagi bahwa ilmu tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah ilmu yang paling agung. Karena tidak ada yang lebih mulia dan lebih tinggi dibandingkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Makanya mempelajari nama-nama dan sifat-sifat Allah, mempelajari tauhid, mempelajari iman, ini adalah ilmu yang paling mulia secara mutlak. Tidak ada yang mengalahkan kedudukannya di dalam agama, tidak ada yang lebih utama, tidak ada yang mengalahkan kemuliaannya dan kedudukannya yang tinggi bagi orang yang mempelajarinya.

Baca Juga:
Sikap Al-Wala’ Wal Bara’ Ka'ab Bin Malik - Kitab Ahsanul Bayan (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Allah Al-Qayyum (Maha Menegakkan) langit-langit dan bumi, Yang Maha Menguasai, Yang  Maha Benar, Yang Maha Menjelaskan, yang memiliki semua sifat-sifat kesempurnaan dan yang disucikan dari semua kekurangan dan cacat serta dari semua penyerupaan dan kesamaan pada kesempurnaanNya. Inilah Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Tinggi, Yang Maha Agung, Yang Maha Besar. Inilah objek ilmu yang paling tinggi, yakni yang dipelajari dalam ilmu yang paling tinggi kedudukannya. Oleh karena itu tidak ada yang lebih mulia daripada ilmu tentang Allah, mengenal nama-nama dan sifat-sifatNya.

Maka tidak ragu lagi bahwa ilmu tentang Allah, nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatanNya, ini adalah ilmu yang paling agung dan paling utama.

Hal ini menjadikan kita semangat belajar ilmu agama. Tidak ada lagi yang lebih mulia dibandingkan ilmu agama ini karena tingginya kedudukan agama ini dan manfaatnya untuk dunia dan akhirat kita. Manfaatnya bukan cuma sementara di dunia saja. Adapun ilmu-ilmu yang lain, kalaupun bermanfaat maka manfaatnya untuk di dunia. Ada yang bermanfaat untuk akhirat? Jawabnya jelas ada. Yaitu kalau kita lakukan satu ilmu yang dengan itu kita bisa bermanfaat bagi manusia. Contohnya ilmu tentang kesehatan, kita menolong orang lain, pahalanya sampai di akhirat. Ini betul, tetapi ilmu ini pun manfaatnya kalau didukung dengan ilmu agama. Karena kalau orang melakukannya tanpa punya punya iman, apakah dia dapat pahala?

Baca Juga:
Aqidah Imam Asy Syafi'i

Mari download mp3 kajian dan simak penjelasan yang penuh manfaat ini..

Download MP3 Kajian Tentang Keutamaan Ilmu Mengikuti Keutamaan Obyek Yang Dipelajari Dalam Ilmu Tersebut

Download mp3 kajian yang lain di mp3.radiorodja.com

Mari turut membagikan link download kajian “Keutamaan Ilmu Mengikuti Keutamaan Obyek Yang Dipelajari Dalam Ilmu Tersebut” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Lihat juga rekaman lainnya: 

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

÷ 3 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.