Telegram Rodja Official

Al-Irsyad Ila Shahihil I'tiqad

Antara Ruh dan Badan

By  |  pukul 9:45 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 10 November 2020 pukul 7:08 am

Tautan: https://rodja.id/2ue

Antara Ruh dan Badan ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Al-Irsyad Ila Shahihil I’tiqad yang disampaikan oleh Ustadz Abu Haidar As-Sundawy. Kajian ini disampaikan pada Jum’at, 21 Shafar 1442 H / 9 Oktober 2020 M..

Download kajian sebelumnya: Berkelana Ke Alam Kubur

Kajian Tentang Antara Ruh dan Badan

Keterkaitan ruh dengan badan ada lima jenis, lima keadaan yang berbeda. Yaitu:

1. Ketika masih berada dalam perut ibu

Adapun keterkaitan yang pertama adalah keterkaitan ruh dengan badan ketika kita semua masih berada dalam perut ibu berupa janin. Tadinya hanya badan, diproses berkembang oleh Allah ‘Azza wa Jalla sampai usia empat bulan. Ketika usia kandungan empat bulan, ditiupkanlah ruh kepada badan, menyatulah.

Maka empat bulan masa kandungan tersebut, barulah ada gerakan di dalam perut ibu. Ruh sudah masuk ke dalam badan. Kita tidak tahu, tidak merasakan dan tidak ingat bagaimana kondisi kita saat itu. Terus sampai lima bulan berikutnya. Dari usia kehamilan empat bulan sampai usia kehamilan sembilan bulan.

2. Ketika hidup di dunia

Setelah sembilan bulan, lahirlah manusia dalam bentuk bayi yang sangat kecil dan mungil. Dia menangis, di sana ada ruh, ada badan. Dan inilah keterkaitan yang kedua. Ketika ruh ada di dalam badan dan kedua-duanya lahir ke alam dunia sampai sekarang.

Baca Juga:
Tauhid Pintu Surga (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

3. Ketika tidur

Keterkaitan ruh dengan badan ketika tidur, maka ruh itu keluar dari badan kita tapi masih ada kaitan. Sehingga apa yang dialami oleh ruh di alam mimpinya seringkali berkaitan atau ada efek kepada badan. Ruhnya mengalami umpamanya berteriak, maka badannya di atas tempat tidur benar-benar berteriak. Kadang-kadang pada diri anak kecil bermimpi ngompol, betul-betul ngompol. Pada orang dewasa mimpi melakukan hubungan  suami istri, maka betul-betul junub. Kadang-kadang mimpi jatuh dari tempat atas ke bawah, benar-benar jatuh dari tempat tidur. Itu dalam keadaan tidur. Terpisah tapi masih ada kaitan.

Ini juga berlaku pada waktu orang pingsan atau bahkan koma, ruhnya keluar dari jasadnya tapi masih ada keterkaitan dengan keterkaitan yang lemah. Sampai orang itu bangun lagi dari tidurnya atau sadar lagi dari pingsan atau komanya, maka itu ditandai dengan masuknya kembali ruh itu ke dalam jasadnya lalu normal lagi seperti biasa.

4. Di alam barzakh

Sekalipun ruh itu terpisah dari badan, menyendiri, tidak bersatu dengan badan, tapi tidak terpisah secara total. Dan hadits-hadits ada yang menunjukkan ruh itu dikembalikan ke dalam jasadnya, masuk ketika ditanya oleh dua malaikat di alam kubur, yaitu Munkar dan Nakir atau ketika menjawab salam orang-orang yang salam ke kuburan. Dan ini pengembalian yang khusus di momen yang khusus, tidak berarti terus-menerus menyatu selama di alam kubur sampai hari kiamat.

Baca Juga:
Mentaati Suami dan Keharaman Mendurhakainya

5. Ketika dibangkitkan

Keterkaitan ruh dengan badan pada hari ketika badan ini dibangkitkan. Dan inilah sesempurna-sempurna keterkaitan ruh dengan badan. Jadi benar-benar masuk lagi ke dalam badan, hidup lagi, tapi kondisi badannya berbeda dengan empat jenis keterkaitan sebelumnya. Karena nanti badan itu tidak lagi mengalami kematian, tidak lagi mengalami tidur, tidak lagi mengalami kerusakan dan seterusnya.

Inilah lima jenis keterkaitan antara ruh dengan badan.

Ruh merasakan nikmat dan juga merasakan adzab ketika mereka berada di alam kubur. Mazhab imam-imam generasi salafush shalih menyatakan bahwa mayit apabila dia mati, baik badannya ataupun ruhnya di alam kubur merasakan nikmat atau merasakan adzab, terasa oleh ruh dan badan dua-duanya, baik itu ketika terpisah ataupun ketika menyatu. Ketika menyatu yaitu ketika sedang mengalami fitnah kubur, menjawab pertanyaan di alam kubur, mengalami ketakutan, ketegangan, kengerian. Dan ketika terpisah antara ruh dengan badan di alam kubur, dua-duanya mengalami nikmat atau adzab tergantung amal yang dilakukan oleh orang itu ketika di dunia.

Ada kaitan walaupun tidak menyatu, sehingga dua-duanya baik badannya ataupun ruhnya merasakan nikmat ataupun adzab tak ubahnya ketika tidur. Dua-duanya terpisah tapi masih ada kaitan.

Bagaimana penjelasan selanjutnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian Tentang Antara Ruh dan Badan

Baca Juga:
Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 1023-1028 - TPP: Lima Amalan Penghuni Surga, Keutamaan Menafkahi Istri, hingga Anjuran untuk Bersegera dalam Berinfak (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Antara Ruh dan Badan” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Lihat juga rekaman lainnya: 

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

33 − = 29

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.