Telegram Rodja Official

Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu

Ilmu dan Tauhid

By  |  pukul 8:31 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 19 Oktober 2020 pukul 7:47 am

Tautan: https://rodja.id/2tt

Ilmu dan Tauhid adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah TaslimM.A. pada Kamis, 27 Shafar 1442 H / 15 Oktober 2020 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Ilmu dan Tauhid

Saat ini kita ada di pembahasan segi ke-65 tentang keutamaan ilmu, yaitu العلم والتوحيد (ilmu dan tauhid). Pembahasan halaman 99 pada kitab العلم : فضله وشرفه).

Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata bahwa tidak ada satupun yang lebih indah, lebih lezat, lebih nikmat, bagi seorang hamba serta lebih menyenangkan bagi hatinya daripada mencintai penciptaNya, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala, selalu berdzikir kepadaNya dan berusaha mencari keridhaanNya.

Apa hubungannya dengan ilmu? Nanti kita akan bahas bahwa ilmu adalah pintu untuk kita bisa mengenal Allah dengan benar, untuk kita bisa berdzikir  kepada Allah dengan benar, untuk kita bisa beribadah kepada Allah dengan benar, untuk kita kenal iman dan kita kenal tauhid. Ini bukan hanya nikmat, bahkan tidak ada kenikmatan yang melebihi hal tersebut.

Dalam kehidupan kita, kita mencintai sesuatu, kita inginkan dengan yang kita cintai itu kita akan bahagia. Tapi ternyata kalaupun kita rasakan kebahagian tersebut, maka tidak ada yang lebih membahagiakan hati manusia daripada ketika dia mengenal Allah, beribadah kepadaNya dan selalu berdzikir, selalu mengingatNya. Subhanallah.. Inilah kedudukan dan kemuliaan tauhid.

Baca Juga:
Bab Membasuh Muka dan Membaca Basmalah - Hadits 140-141 - Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Kata Ibnul Qayyim bahwa Inilah kesempurnaan yang kalau hamba tidak memiliki ini maka tidak akan ada kesempurnaan baginya. Dengan sebab inilah makhluk diciptakan, untuk tujuan ini wahyu diturunkan, para Rasul diutus, langit-langit dan bumi ditegakkan.

Para Nabi diutus untuk apa? Yaitu untuk mendakwahkan tauhid. Dan inti tauhid adalah mencintai Allah. Karena tauhid adalah beribadah. Ibadah itu artinya sesuatu yang menghimpun kesempurnaan cinta dan tunduk kepada Allah.

Jadi, ibadah kepada Allah intinya adalah mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Itulah sebabnya hati manusia ketika beribadah kepada Allah dengan benar, dia akan merasakan ketenangan yang luar biasa.

…أَلَا بِذِكْرِ اللَّـهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ﴿٢٨﴾

Ketahui dengan mengingat Allah hati manusia menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d[13]: 28)

Dan ketika orang beribadah dengan cinta kepada Allah yang benar, maka ibadahnya akan terasa nikmat. Karena kenikmatan itu mengikuti rasa cinta. Ini kaidah. Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala mengatakan:

اللذة تابعة للمحبة

“Kelezatan itu mengikuti rasa cinta.”

Kalau kita ingin hidup kita indah, terasa nikmat, maka kita harus mencintai hidup kita karena kita tahu tujuan hidup kita apa. Setelah itu kita akan merasakan hidup kita indah. Beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah puncak dari segala keindahan bagi hati. Karena ibadah itu landasannya adalah cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, di samping takut dan berharap kepadaNya.

Baca Juga:
Menjual Buah-Buahan Sebelum Matang

Karena itulah surga dan neraka diciptakan. Karena ibadah yang landasannya cinta, surga dan neraka diciptakan oleh Allah untuk menjadikan balasan bagi orang-orang yang taat dan siksaan bagi orang-orang yang durhaka.

Untuk tujuan inilah semua syariat Allah turunkan. Ka’bah diletakkan di muka bumi ini untuk mewujudkan cinta kepada Allah. Dan diwajibkan menunaikan ibadah haji dalam rangka menegakkan dzikir kepada Allah yang dzikir ini merupakan konsekuensi dari cinta kepada Allah dan keridhaan.

Bahkan oleh karena inilah kita diperintahkan berjihad dan dipenggal leher-leher musuh yang enggan untuk masuk Islam dalam jihad dijalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan di akhirat nanti orang-orang kafir ini dijadikan menempati negeri kehinaan kekal abadi selama-lamanya.

Ini semua tujuannya untuk apa? Yaitu untuk menegakkan dzikrullah, untuk mewujudkan cinta kepada Allah. Jadi semua tujuan penciptaan alam semesta, diutusnya para Nabi dan para Rasul, disyariatkannya ibadah, diperintahkan kita berjihad, kemudian dijadikan surga dan neraka, semua tujuannya adalah untuk menegakkan kecintaan kepada Allah yang merupakan landasan yang agung dari ibadah.

Jadi ini menggambarkan kepada kita tentang kedudukan tauhid yang ternyata merupakan landasan dari segala sesuatu. Makanya dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa shalat yang merupakan ibadah yang paling besar, tujuannya adalah:

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

Dan dirikanlah shalat untuk mengingatKu.” (Tha-Ha[20]: 14)

Shalat bertujuan menghapuskan dosa-dosa, mencegah dari perbuatan keji dan munkar, dan banyak lagi tujuan shalat. Tapi tujuan terbesarnya adalah untuk menegakkan dzikrullah, hati kita tidak lalai dari mengingat Allah. Supaya hati kita bahagia dan tenang ketika dia selalu mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca Juga:
Permusuhan Setan Terhadap Manusia Dalam Perihal Pakaian

Dan berdasarkan tujuan agung agama Islam didirikan. Makanya secara bahasa apa artinya Islam? Al-Islam diambil dari kata-kata الاستسلام (tunduk), yaitu:

الاستسلام لله بالتوحيد

“Tunduk kepada Allah dengan mentauhidkanNya.”

Makanya semua para Nabi dan para Rasul membawa agama Islam. Kalau Antum lihat dalam Al-Qur’an, semua Nabi dan Rasul mengatakan “Agama kami adalah Islam.” Seperti Nabi Ibrahim dan Ismail yang mengatakan:

وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ

Dan jadikanlah kami dua orang muslim.” (QS. Al-Baqarah[2]: 128)

Karena Islam artinya adalah tunduk kepada Allah dengan mentauhidkanNya serta menjalankan ketaatan kepadaNya.

Dan ditegakkan kiblat untuk tujuan ini. Yang mana tauhid ini merupakan poros dan penciptaan dan perintah yang Allah turunkan di dalam syariatNya.

Dan tidak ada jalan untuk bisa masuk kepada tauhid (memahami dan mengamalkannya dengan benar) kecuali dari pintu ilmu.

Antum ingin belajar tauhid yang benar, maka harus mengambilnya dari petunjuk Al-Qur’an. Lalu bagaimana Anda bisa mengambilnya kalau tidak bisa baca Al-Qur’an, tidak belajar Al-Qur’an, tidak paham isinya?

Karena mencintai sesuatu adalah cabang dari memahaminya. Apakah masuk akal Antum bisa tertarik dengan sesuatu kalau tidak kenal dengan sesuatu itu? Tentu tidak mungkin.

Sekarang orang yang menyukai perkara-perkara urusan dunia, tentu setelah dia kenal, tahu manfaat dan kelebihan sesuatu tersebut. Baru setelah itu dia menyukai hal tersebut. Maka demikian pula tauhid, tentang iman, tidak akan bisa kita mencintainya, mengutamakannya atau bersemangat untuk mengejarnya kalau kita tidak mengetahuinya terlebih dahulu.

Baca Juga:
Islam, Iman dan Ihsan - Pokok ke-2 - Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

Dan orang yang paling mengenal Allah, dialah yang paling mencintaiNya.

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّـهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

Yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya hanyalah orang-orang yang berilmu (tentang Allah)” (QS. Fatir[35]: 28)

Orang paling mengenal Allah, dialah yang paling bersar kecintaannya kepada Allah. Maka semua orang yang mengenal Allah pasti akan mencintaiNya. Karena Allah itu Maha Indah, Maha Sempurna kebaikanNya. Ini adalah motivasi utama bagi hati manusia untuk mencintai sesuatu secara sempurna ada pada Dzat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Orang yang mengenal Allah pasti akan mencintai Allah. Sebaliknya, orang yang mengenal dunia maka dia akan zuhud (tidak berambisi) untuk mengejarnya. Kenapa demikian? Karena dia mengenal keburukannya, bagaimana mungkin dia akan mencintai dunia setelah dia mengetahui kerendahan dan kehinaan dunia?

Makanya orang yang semakin mengenal agama pasti dia akan semakin semangat mengamalkan agama. Karena agama itu indah dan sesuai dengan hati manusia. Makanya orang yang mengenal agama dengan benar dia akan lapang dadanya karena bertemu dengan sesuatu yang cocok dengan hatinya.

فَمَن يُرِدِ اللَّـهُ أَن يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ

Barangsiapa yang Allah kehendaki untuk Allah berikan hidayah kepadanya, Allah jadikan hatinya lapang menerima Islam.” (QS. Al-An’am[6]: 125)

Dia merasa lega dengan Islam, cocok dengan hatinya. Itulah Islam. Semakin kita kenal dengan benar, maka kita akan semakin mencintainya, semakin kita merasakan lapang ketika memahami dan mengamalkannya.

Baca Juga:
Akhlaq Menepati Janji Bagian 1

Maka ilmu, inilah yang akan membuka pintu yang agung yang merupakan rahasia penciptaan dan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu tauhid.

Oleh karena itu kedudukan ilmu sangat tinggi karena membawa kepada tujuan yang paling tinggi dalam ciptaan Allah terhadap semua makhlukNya di alam semesta.

Mari download mp3 kajian dan simak penjelasan yang penuh manfaat ini..

Download MP3 Kajian Tentang Ilmu dan Tauhid

Download mp3 kajian yang lain di mp3.radiorodja.com

Mari turut membagikan link download kajian “Ilmu dan Tauhid” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Lihat juga rekaman lainnya: 

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

28 − = 24

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.