Telegram Rodja Official

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat Singkat Tentang Sedekah Dimasa Sulit

By  |  pukul 1:45 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 19 Oktober 2020 pukul 5:49 am

Tautan: https://rodja.id/2tv

Khutbah Jumat Singkat Tentang Sedekah Dimasa Sulit ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jumat, 28 Shafar 1442 H / 16 Oktober 2020 M.

Khutbah Pertama – Khutbah Jumat Singkat Tentang Sedekah Dimasa Sulit

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

Ummatal Islam,

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan bahwasanya seorang mukmin itu hendaknya dia bersungguh-sungguh dalam kebaikan dan bahwasanya jiwa seorang mukmin itu jiwa yang mulia. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyuruh kita untuk senantiasa berjiwa mulia, bukan berjiwa peminta-minta. Rasulullah bersabda:

Baca Juga:
Makanan Untuk Ibu Hamil Agar Anak Shalih

الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى

“Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.” (HR. Bukhari)

Karena sesungguhnya tangan di atas itu menentukan akan kedermawanan dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menyukai orang-orang yang dermawan dan benci kepada kebakhilan. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan orang-orang yang berinfaq dan bersedekah dengan pahala 700 kali lipat. Allah berfirman:

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّـهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّـهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ…

Perumpamaan orang-orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah, itu bagaikan satu biji yang ditanam kemudian ia tumbuh, lalu kemudian terdapat tujuh tunas dan setiap batangnya ada 100 biji lagi. Allah Subhanahu wa Ta’ala melipatgandakan bagi siapa yang Allah kehendaki.” (QS. Al-Baqarah[2]: 261)

Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji orang-orang yang berinfaq di dalam Al-Qur’an. Mereka menginfaqkan hartanya diwaktu malam dan diwaktu siang. Demikian pula Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إلَّا ظِلُّهُ

“Ada tujuh orang yang akan Allah berikan naungna dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Yang terakhir Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebutkan, yaitu:

رَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فأَخْفَاها

“Seseorang yang bersedekah lalu ia sembunyikan sedekahnya sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Dan bersedekah bukanlah kekhususan orang-orang kaya saja, orang-orang yang susah pun juga tetap dianjurkan kita untuk bersedekah. Bahkan orang yang susah, ketika ia susah dan pelit kemudian ia bersedekah, pahalanya bisa jadi mengalahkan orang-orang yang kaya raya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Baca Juga:
Ahlussunnah Meyakini Isi Surat Hud Ayat 116

سَبَقَ دِرْهَمٌ مِائَةَ أَلْفِ دِرْهَمٍ

“Satu dirham bisa mengalahkan 100 ribu dirham.”

Para sahabat bertanya: “Bagaimana hal itu bisa wahai Rasulullah?”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Ada seorang laki-laki yang harganya banyak melimpah ruah, lalu dari hartanya yang banyak itu ia ambi 100 ribu dirham lalu dia infaqkan. Sementara ada seseorang yang hanya memiliki 2 dirham saja, lalu ia ambil satu dirham untuk ia infaqkan.”

Bayangkan saudaraku sekalian. Ketika uang Anda di tabungan misalnya ada 1 Miliar, mungkin untuk berinfaq 1 juta mudah bagi Anda. Karena masih banyak harta di tabungan Anda. Tapi ketika kita tidak punya harta kecuali 100 ribu saja, untuk berinfaq 10 ribu mungkin kita akan berpikir 20 kali lipat. Namun ketika kita melawan kekikiran kita, maka yang Allah lihat itu adalah perjuangannya, kualitasnya, bukan hanya sebatas kuantitasnya.

Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ditanya apakah sedekah yang paling besar pahalanya di sisi Allah? Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:

أنْ تَصَدَّقَ وأنْت صحيحٌ شَحيحٌ تَخْشى الْفقرَ

“Kamu bersedekah dalam keadaan kamu sehat, kamu kikir dan kamu dalam keadaan takut kefakiran.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Disaat itulah nilai sedekah di mata Allah sangat besar sekali.

Maka saudaraku, di zaman pandemi seperti ini banyak orang-orang yang menjadi kikir dan pelit. Karena memang kita melihat kemerosotan ekonomi dan kesusahan telah melanda dengan adanya pandemi seperti ini. Justru di zaman-zaman seperti inilah sedekah itu bernilai besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di saat ketakutan itu menggentayangi hati kita, takut miskin, takut fakir, tapi kemudian kita bersedekah, disaat itulah nilainya besar di mata Allah Jalla wa ‘Ala.

Baca Juga:
Wanita Bagaikan Gelas (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

Maka saudaraku, sungguh luar biasa orang-orang yang senantiasa mendahulukan teman dan saudaranya daripada dirinya sendiri, walaupun dirinya sendiri dalam keadaan kekurangan. Allah memuji orang-orang Anshar, Allah mengatakan:

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ

Dan orang-orang yang tinggal di Kota Madinah, mereka mencintai orang-orang yang hijrah kepada mereka dan mereka senantiasa mendahulukan orang-orang Muhajirin diatas dirinya sendiri walaupun mereka sendiri kekurangan dan berkebutuhan.” (QS. Al-Hasyr[59]: 9)

Subhanallah.. Allah memuji mereka, Allah menyebutkan bahwa merekalah adalah orang-orang yang senantiasa beruntung dan diberikan keuntungan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Saudaraku.. Sedekah itu mengokohkan keimanan, menjadikan kita bisa istiqamah insyaAllah. Allah mengatakan:

وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّـهِ وَتَثْبِيتًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ

Perumpamaan orang-orang yang menginfaqkan hartanya karena mengharapkan ridha Allah, dan mengokohkan keimanan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Al-Baqarah[2]: 265)

Maka saudaraku.. Orang yang bersedekah bahkan nanti di hari kiamat sedekahnya itu akan menaungi dia dari teriknya matahari. Karena di Padang Mahsyar, matahari itu didekatkan 1 mil. Bayangkan panasnya di hari itu. Ternyata kata Rasulullah:

الرَّجُلُ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ

“Seseorang itu berada di bawah naungan sedekahnya nanti pada hari kiamat.”

Baca Juga:
Kejujuran dan Semangat Membayar Hutang - Kitab Ahsanul Bayan (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Subhanallah, saudaraku seiman.. Terlebih ketika kita sedekahkan dengan sedekah yang kita sembunyikan. Sampai-sampai yang diberi pun tidak tahu siapa yang memberi, itu lebih besar lagi pahalanya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Imam Thabrani meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

صَدَقَةُ السِّرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ

“Sedekah rahasia itu bisa memadamkan kemurkaan Allah.” (HR. Thabrani dihasankan oleh Syaikh Albani Rahimahullah)

Lihatlah, saudaraku.. Dahulu para sahabat yang mereka hidupnya susah pun tidak pernah berusaha minta-minta kepada orang kaya. Bahkan mereka berusaha berpikir bagaimana mereka ikut andil untuk bersedekah. Bahkan diriwayatkan dalam shahihnya, bahwasanya di zaman dahulu para sahabat yang tidak punya apa-apa, mereka sengaja pergi ke pasar kemudian menjadi kuli, kemudian hasil dari perkuliannya itu ia sedekahkan kepada fakir miskin. Saking mereka ingin bersedekah, saudaraku.

Sementara kita terkadang, kita lebih senang untuk meminta kepada orang lain, kita lebih senang mengharapkan bantuan orang lain. Wallahi saudaraku, bukankah itu jiwa yang mulia. Akan tetapi itu jiwa yang rendah, bukan jiwa yang dianjurkan oleh Allah dan RasulNya.

أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم

Khutbah kedua – Khutbah Jumat Singkat Tentang Sedekah Dimasa Sulit

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُ

Baca Juga:
Perbedaan Ahlussunnah Wal Jama'ah dan Jama'ah Takfir (Syaikh 'Ali Hasan Al-Halabi)

Ummatal Islam,

Saat kita kekurangan, Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji orang-orang yang berusaha untuk tidak meminta-minta. Dalam Al-Qur’anul Karim Allah sebutkan bahwasanya mereka:

لَا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا

Mereka tidak minta kepada manusia dengan terus-menerus.” (QS. Al-Baqarah[2]: 273)

Maka para ulama mengatakan bahwa fakir miskin yang jenis inilah yang paling berhak dan paling layak untuk kita kedepankan. Mereka yang berusaha untuk menjaga kehormatannya sebagai seorang muslim. Namun tentunya Anda yang diberikan oleh Allah kemampuan harta, usahakanlah jangan sampai kepelitan itu membelit hati Anda. Berusahalah untuk melihat tetangga-tetangga kita, melihat keadaan masyarakat kita, mereka yang susah kita berusaha bantu, para janda yang susah kita bantulah. Demi Allah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

السَّاعِي عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Orang yang memperhatikan para janda dan orang-orang yang lemah itu pahalanya bagaikan orang yang berjihad dijalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Bukhari)

Bagaikan orang yang berpuasa dan tidak pernah berbuka kata Rasulullah, bagaikan orang yang terus-menerus shalat dan tak pernah lelah kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Maka saudaraku.. Betapa Islam menganjurkan kita untuk berjiwa sosial, untuk tidak hanya memikirkan diri kita sendiri saja. Tapi kita berusaha untuk bagaimana semua kita kaum muslimin untuk bisa mendapatkan kenikmatan yang Allah berikan kepada kita.

Maka saudaraku.. buanglah kekikiran, yakinlah akan janji Allah bahwasanya sedekah tidak mengurangi harta kita. Yakinlah bahwa sanya sedekah itu justru malah memberkahi harta kita. Dan Allah tidak pernah tidak menepati janji, Allah selalu menepati janjiNya. Walaupun tentunya kita bersedekah bukan karena ingin diganti di dunia, bukan. Karena pahala akhirat itu yang lebih besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Adapun balasan dunia itu sesuatu yang kecil di mata Allah Jalla wa ‘Ala.

Baca Juga:
Mengetahui Kemuliaan Waktu - Kitab Shaidul Khathir (Ustadz Badrusalam, Lc.)

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

  اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، فَيَا قَاضِيَ الحَاجَات

اللهم تقبل أعمالنا يا رب العالمين، اللهم وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم، اللهم اصلح ولاة أمورنا يا رب العالمين، واجعلنا من التوابين واجعلنا من المتطهرين

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عباد الله:

إِنَّ اللَّـهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
فَاذْكُرُوا الله العَظِيْمَ يَذْكُرْكُم، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم، ولذِكرُ الله أكبَر.

Download mp3 Khutbah Jumat Singkat Tentang Sedekah Dimasa Sulit

Lihat juga: Khutbah Jumat Singkat Tentang Menjaga Amal

Jangan lupa untuk ikut membagikan link downloadKhutbah Jumat Singkat Tentang Sedekah Dimasa Sulit” ini kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau yang lainnya. Semoga menjadi pembukan pintu kebaikan bagi kita semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 51 = 61

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.