Telegram Rodja Official

Riyadhus Shalihin

Sederhana Dalam Berpakaian

By  |  pukul 9:09 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 22 Oktober 2020 pukul 1:01 pm

Tautan: https://rodja.id/2u0

Sederhana Dalam Berpakaian adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 3 Rabbi’ul Awwal 1442 H / 20 Oktober 2020 M.

Kajian sebelumnya: Meninggikan Pakaian Di Atas Mata Kaki

Ceramah Agama Islam Tentang Sederhana Dalam Berpakaian

Pembahasan kita yang terakhir adalah hadits Bisyr At-Taghlabi yang menceritakan tentang salah seorang dari sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang berada di kota Damasqus, namanya adalah Sahl bin Handzaliyyah, beliau adalah seorang yang tidak banyak bergaul dengan dengan manusia, beliau lebih banyak menyendiri dan mengisi aktivitas-aktivitas beliau dengan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pada satu ketika setelah shalat berjamaah di masjid di kota Damaskus, maka tatkala Sahl bin Handzaliyyah Radhiyallahu ‘Anhu berjalan melewati Majelis Abu Darda Radhiyallahu ‘Anhu dan murid-murid beliau, maka Abu Darda kemudian menyapa Sahl bin Handzaliyyah Radhiyallahu ‘Anhu, kata Abu Darda:

كَلِمَةً تَنْفَعُنَا وَلَا تَضُرُّكَ

“Kami persilahkan Anda menyampaikan kepada kami kalimat yang bermanfaat bagi kami dan tidak merugikan Anda.”

Maka kemudian Sahl bin Handzaliyyah Radhiyallahu ‘Anhu menyebutkan satu majelis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengutus satu kelompok pasukan untuk melakukan menaklukkan suatu negeri, maka di saat salah seorang di antara pasukan yang diutus oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam itu kembali ke Kota Madinah dan datang di majelis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka pemuda itu mengatakan kepada orang yang berada di sampingnya, dan mereka semua ini berada di majelis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang ketika itu juga Sahl bin Handzaliyyah berada di situ.

Baca Juga:
Hak Rumah - Bagian ke-1 - Tabshiratul Anam (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Kata orang yang mengikuti peperangan tersebut kepada orang yang berada di sampingnya: “Seandainya Anda menyaksikan ketika kami berhadapan dengan lawan, maka Fulan menyerang dengan serangan yang begitu menakjubkan, kemudian tatkala akan menikam seseorang dari lawannya, dia mengatakan: ‘Terimalah ini dariku, dan aku adalah seorang pemuda dari Kabilah al-Ghifari.'”

Orang ini berkata kepada yang disampingnya: “Bagaimana pendapat Anda tentang ucapan orang tersebut?” Yang dengan bangga dia menyebutkan kabilahnya, dengan bangga dia menyebutkan bagaimana dia menikam dan membunuh lawan yang dihadapinya.

Maka dijawab oleh orang yang berada di sampingnya: “Saya tidak melihat dari ucapan tersebut melainkan telah gugur pahalanya.” Ini pendapat orang yang berada di sampingnya yang ditanya oleh salah seorang yang mengikuti peperangan tersebut.

Kemudian ada orang lain yang mendengar percakapan itu, lalu dia mengatakan: “Menurut saya tidak mengapa orang itu mengatakan demikian.” Maka kemudian terjadi semacam perdebatan di antara mereka, sampai hal tersebut didengar oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

سُبْحَانَ اللَّهِ لَا بَأْسَ أَنْ يُؤْجَرَ وَيُحْمَدَ

“Subhanallah, tidak mengapa orang itu memberi pahala dan juga dia dipuji.”

Ketika Sahl bin Handzaliyyah menyampaikan hadits ini, maka Bisyr At-Taghlabi: “Aku melihat Abu Darda bergembira dengan hadits tersebut. Bahkan dia sampai mengangkat kepalanya dan mengatakan kepada Sahl bin Handzaliyyah: ‘Apakah kamu betul-betul mendengar ucapan tersebut dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam?'” Kata Sahl bin Handzaliyyah: ‘Benar'”

Baca Juga:
Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 125

Maka Abu Darda kemudian terus bertanya sampai beliau puas betul dengan jawaban Sahl bin Handzaliyyah itu.

Kemudian pada hari yang lain Sahl melewati majelis Abu Darda, lalu Abu Darda minta lagi kepada beliau untuk menyampaikan satu kalimat yang bermanfaat bagi kami dan tidak merugikan Anda. Maka Sahl mengatakan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

الْمُنْفِقُ عَلَى الْخَيْلِ كَالْبَاسِطِ يَدَهُ بِالصَّدَقَةِ لَا يَقْبِضُهَا

“Orang yang memelihara kuda perang itu sama seperti orang yang terus memberikan sedekah dan tidak putus-putus.”

Jadi perumpamaan pahalanya adalah ibarat orang yang memberikan sedekah tanpa putus.

Kemudian pada hari yang lain, juga demikian, Sahl bin Handzaliyyah melewati majelis Abu Darda dan Abu Darda mengatakan kepada beliau: “Sampaikan kepada kami kalimat yang bermanfaat bagi kami dan tidak merugikan Anda.”

Maka dikatakan oleh Sahl bin Handzaliyyah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

نِعْمَ الرَّجُلُ خُرَيْمٌ الْأَسَدِيُّ لَوْلَا طُولُ جُمَّتِهِ وَإِسْبَالُ إِزَارِهِ

“Di antara orang yang terbaik adalah Khuraim al-Asadi kalau saja bukan karena rambutnya dipanjangkan melebihi ujung telinganya dan kalau saja bukan karena sarungnya yang menutupi mata kakinya.”

Maka berita tersebut sampai kepada Khuraim, maka dengan serta-merta Khuraim mengambil alat pemotong dan dia memotong rambutnya sehingga tidak melebihi apa yang ditetapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan kemudian setelah itu juga beliau meninggikan sarungnya atau pakaiannya sampai ke pertengahan betis.

Baca Juga:
Anjuran dan Manfaat Musyawarah

Kemudian pada hari berikutnya, Abu Darda mengatakan kalimat yang sama. Dan Sahl bin Handzaliyyah mengatakan:

إِنَّكُمْ قَادِمُونَ عَلَى إِخْوَانِكُمْ فَأَصْلِحُوا رِحَالَكُمْ وَأَصْلِحُوا لِبَاسَكُمْ حَتَّى تَكُونُوا كَأَنَّكُمْ شَامَةٌ فِي النَّاسِ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفُحْشَ وَلَا التَّفَحُّشَ

“Sesungguhnya kalian akan datang kepada saudara-saudara kalian, maka perbaikilah kendaraan-kendaraan kalian dan perbaikilah pakaian-pakaian kalian, sehingga kalian memiliki penampilan yang berbeda dari semua manusia, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai perkataan yang kotor dan Allah tidak menyukai orang-orang yang dengan sengaja mengucapkan perkataan-perkataan yang kotor tersebut.”

Hadits ini menjelaskan kepada kita tentang keutamaan menuntut ilmu dan menghadiri majelis-majelis ilmu yang di sana ada orang-orang berilmu. Orang-orang yang berilmu dalam Islam, yaitu para ulama. Yang dimaksud dengan ulama adalah ulama Ar-Rabbaniyyun, ulama yang betul-betul mereka mempunyai ilmu, mereka mengamalkan ilmu maka, mereka mengajarkan ilmu mereka dan mereka bersabar di dalam mengajarkan ilmu, di dalam menghadapi tantangan-tantangan ketika mereka berjuang di jalan Allah.

Bagaimana penjelasan selanjutnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian Tentang Sederhana Dalam Berpakaian

Download mp3 yang lain tentang Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin di sini.

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Sederhana Dalam Berpakaian” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Baca Juga:
Bab Haramnya Niyahah / Meratapi Kematian - Bagian ke-2 - dan Bab Larangan Mendatangi Dukun, Peramal, Orang Pintar, Paranormal, dan Sebagainya - Bagian ke-1 - Bab 302-303 - Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr)

Lihat juga rekaman lainnya: 

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

÷ 2 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.