Telegram Rodja Official

Hadits Arbain Nawawi

Hadits Arbain ke 24 – Allah Mengharamkan Kedzaliman

By  |  pukul 9:41 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 02 November 2020 pukul 11:07 am

Tautan: https://rodja.id/2ui

Hadits Arbain ke 24 – Allah Mengharamkan Kedzaliman merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Anas Burhanuddin, M.A. dalam pembahasan Al-Arba’in An-Nawawiyah (الأربعون النووية) atau kitab Hadits Arbain Nawawi Karya Imam Nawawi Rahimahullahu Ta’ala. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 10 Rabiul Awal 1442 H / 27 Oktober 2020 M.

Status Program Kajian Kitab Hadits Arbain Nawawi

Status program kajian Hadits Arbain Nawawi: AKTIF. Mari simak program kajian ilmiah ini di Radio Rodja 756AM dan Rodja TV setiap Selasa sore pekan ke-2 dan pekan ke-4, pukul 16:30 - 18:00 WIB.

Download juga kajian sebelumnya: Hadits Arbain Ke 23 – Keutamaan Bersuci, Shalat, Sedekah, Sabar dan Al-Qur’an

Kajian Hadits Arbain ke 24 – Allah Mengharamkan Kedzaliman

Pada pertemuan kali ini kita akan membahas nomer 24, yaitu hadits Abu Dzar Al-Ghifari Radhiyallahu ‘Anhu yang juga diriwayatkan oleh Muslim.

Dari Abu Dzar Al-Ghifari Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dalam hadits yang diriwayatkan dari Allah ‘Azza wa Jalla, bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا عِبَادِى إِنِّى حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِى وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوا يَا عِبَادِى كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلاَّ مَنْ هَدَيْتُهُ فَاسْتَهْدُونِى أَهْدِكُمْ يَا عِبَادِى كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلاَّ مَنْ أَطْعَمْتُهُ فَاسْتَطْعِمُونِى أُطْعِمْكُمْ يَا عِبَادِى كُلُّكُمْ عَارٍ إِلاَّ مَنْ كَسَوْتُهُ فَاسْتَكْسُونِى أَكْسُكُمْ

Baca Juga:
Khutbah Jumat Tentang Kematian Seorang Mukmin Ditangisi Langit dan Bumi

“Wahai hamba-hambaKu, sungguh Aku telah haramkan kedzaliman atas diriKu dan Aku jadikan kedzaliman itu haram atas kalian. Maka janganlah kalian saling mendzalimi.

Wahai hamba-hambaKu, setiap orang dari kalian sesat kecuali yang Aku berikan petunjuk. Maka mintalah petunjuk kepadaKu niscaya Aku beri petunjuk kepada kalian.

Wahai hamba-hambaKu, setiap orang dari kalian lapar kecuali yang Aku beri makan. Maka mintalah makan kepadaKu dan Aku akan berikan makan kepada kalian.

Wahai hamba-hambaKu, setiap orang dari kalian telanjang, kecuali yang Aku berikan pakaian. Maka mintalah pakaian kepadaKu, niscaya Aku akan memberikannya.”

Kemudian:

يَا عِبَادِى إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِى أَغْفِرْ لَكُمْ

“Wahai hamba-hambaKu, sungguh setiap orang dari kalian salah di malam dan siang, dan Aku mengampuni dosa semuanya. Maka beristighfarlah kepadaKu, niscaya Aku akan mengampuni kalian.”

يَا عِبَادِى إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضَرِّى فَتَضُرُّونِى وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِى فَتَنْفَعُونِى

“Wahai hamba-hambaKu, sungguh kalian tidak bisa mendatangkan bahaya untukKu dan kalian juga tidak bisa mendatangkan manfaat untukKu.”

يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِى مُلْكِى شَيْئًا يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِى شَيْئًا يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِى صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِى فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِى إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ

Baca Juga:
Bab Larangan Saling Hasad dan Seterusnya - Kitab Shahih Bukhari - Kajian Masjid Nabawi (Ustadz Abu 'Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A.)

“Wahai hamba-hambaKu, kalau orang yang pertama dari kalian dan orang yang terakhir, jin dan manusia semuanya memiliki hati yang paling bertakwa, maka itu tidak akan menambah kekuasaanKu sedikitpun.

Wahai hamba-hambaKu, kalau seandainya orang yang pertama dari kalian dan orang yang terakhir, manusia dan jin, semuanya memiliki hati yang pliang durhaka, maka itu juga tidak akan mengurangi kekuasaanKu sama sekali.

Wahai hamba-hambaKu, kalau senadainya orang yang pertama dari kalian sampai yang terakhir, bangsa jin dan manusia semuanya berdiri di sebuah tangan lapang, kemudian mereka semuanya meminta kepadaKu, dan Aku memberikan masing-masing orang apa yang dia minta, maka itu tidak akan mengurangi harta yang ada padaKu kecuali sebagaimana berkurangnya air laut saat dicelupkan jarum ke dalamnya.”

يَا عِبَادِى إِنَّمَا هِىَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إِيَّاهَا فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلاَ يَلُومَنَّ إِلاَّ نَفْسَهُ

“Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya ini adalah amalan kalian, Aku mencatatnya untuk kalian kemudian memberikan balasannya untuk kalian. Maka barangsiapa yang mendapatkan kebaikan hendaklah ia memuji Allah. Dan barangsiapa yang mendapatkan selain itu, maka hendaknya dia tidak mencela kecuali dirinya sendiri.” (HR. Muslim)

Abu Dzar Al-Ghifari

Abu Dzar Al-Ghifari sebelum ini juga sudah kita kenalkan saat menjelaskan hadits nomor 18, hadits bertakwalah kepada Allah dimanapun engkau berada. Dan sedikit mengulang kembali tentang sirah atau biografi beliau.

Baca Juga:
Membela Orang Yang Didzalimi Bagian 3

Beliau adalah Jundub bin Junadah Al-Ghifari Radhiyallahu ‘Anhu yang merupakan salah satu Assabiqunal Awwalun (sahabat yang pertama kali masuk Islam) dan terhitung sebagai sahabat nomor 5 atau nomor 6 yang pertama kali masuk Islam dan wafat pada tahun 32 Hijriyah.

Dalam hadits ini beliau meriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sebuah hadits Qudsi. Hadits Qudsi adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala tapi bukan merupakan bagian dari Al-Qur’an. Dia adalah termasuk hadits, tapi berubah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jadi firman Allah Subhanahu wa Ta’ala bisa berupa ayat-ayat Al-Qur’an dan bisa juga dalam bentuk hadits-hadits yang oleh para ulama diistilahkan sebagai hadits Qudsi. Maka hadits Abu Dzar Al-Ghifari yang merupakan hadits nomor 24 dalam Arbain An-Nawawiyah ini termasuk contoh dari hadits Qudsi tersebut.

Di sini An-Nawawi menyebutkan bahwasanya diriwayatkan dari Abu Dzar, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam riwayat beliau dari Tuhan beliau dan Tuhan kita semuanya, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai hamba-hambaKu, sungguh Aku telah haramkan kedzaliman atas diriKu dan Aku jadikan kedzaliman itu haram atas kalian. Maka janganlah kalian saling mendzalimi.”

Ini adalah sebuah hadits yang sangat panjang dan kita akan bahas sedikit demi sedikit.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak kajian yang penuh manfaat ini.

Baca Juga:
Menghina Orang Muslim adalah Kefasikan - Bab 202 - Hadits 429-435 - Kitab Al-Adab Al-Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

Download mp3 Hadits Arbain ke 24 – Allah Mengharamkan Kedzaliman

Lihat juga: Hadits Arbain Ke 1 – Innamal A’malu Binniyat

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama “Hadits Arbain ke 24 – Allah Mengharamkan Kedzaliman” ini ke jejaring sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter dan yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Barakallahu fiikum.

Lihat juga rekaman lainnya: 

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

88 ÷ = 11

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.