Telegram Rodja Official

Ayat-Ayat Ahkam

Allah Umumkan Perang bagi Pelaku Riba

By  |  pukul 12:55 pm

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 14 November 2020 pukul 8:11 am

Tautan: https://rodja.id/2v9

Allah Umumkan Perang bagi Pelaku Riba adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Ayat-Ayat Ahkam. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Kamis, 12 Rabbi’ul Awwal 1442 H / 29 Oktober 2020 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Allah Umumkan Perang bagi Pelaku Riba

Pada kesempatan yang mulia ini kita akan membaca surat Al-Baqarah ayat ke-278 sampai 280, yakni tentang Allah mengumumpakan peperanganNya dengan orang-orang yang melakukan riba.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ﴿٢٧٨﴾

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba jika kalian beriman.” (QS. Al-Baqarah[2]: 278)

فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِّنَ اللَّـهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِن تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ ﴿٢٧٩﴾

Apabila kalian tidak melakukannya, maka yakinlah dengan peperangan dari Allah dan RasulNya. Apabila kalian bertaubat, maka kalian berhak mendapatkan pokok harta kalian. Kalian tidak mendzalimi dan juga tidak didzalimi.” (QS. Al-Baqarah[2]: 279)

وَإِن كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍ ۚ وَأَن تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿٢٨٠﴾

Baca Juga:
Hak Nasihat dan Adab Memberi Nasihat - Bagian ke-2 - Tabshiratul Anam (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Dan apabila orang yang berhutang masih berada dalam kesusahan, maka berikan tenggang waktu sampai dia mendapatkan kemudahan. Dan bersedekah itu lebih baik untuk kalian jika kalian mengetahui.”(QS. Al-Baqarah[2]: 280)

Menit ke-24:16 Subhanallah, ini ajaran yang sangat besar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kalau kita lihat ajaran Islam ini ajaran yang sangat manusiawi, memanusiakan manusia, memberikan kemudahan kepada hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Masalah utang piutang, ini adalah sesuatu yang wajar. Terkadang seseorang berhutang dan orang lain menghutangi. Hal ini diatur oleh Islam dengan aturan yang luar biasa, aturan persaudaraan.

Kalau misalnya ada orang berhutang kemudian diberikan tempo dan pada waktu jatuh tempo itu  dia tidak sanggup membayar, apa yang dilakukan? Apakah yang memberikan utang ini bermuamalah dengan meminta tambahan karena ada tempo dan melakukan riba? Tentu tidak, karena Allah sudah mengharamkan. Karena menjadikan orang yang susah tambah susah. Islam tidak demikian, Subhanallah.

Apakah dia terus minta untuk dibayar kemudian membuat saudaranya ini sempit dan semakin sempit? Dimana ada orang yang memang betul-betul sudah berusaha tapi tidak mampu, sulit, dan banyak sekali orang yang susah. Apalagi dimasa yang susah.

Kemudian ketika tidak mampu membayar, apakah terus diminta dan mempersempit hidupnya yang mana dia tidak mampu untuk membayar kemudian dia sakiti dan dihinakan? Mana kemanusiaannya dan mana persaudaraannya?

Baca Juga:
Larangan Tabarruj dalam Berdandan dan Berpakaian

Kemudian apakah dia bawa orang tersebut ke mahkamah untuk dihukum, dimasukkan dalam penjara? Subhanallah.. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan jalan keluar yang luar biasa, jalan keluar yang bagus, yang paling afdhal, yang utama.

Jalan keluarnya adalah bahwa orang yang memberikan pinjaman itu mengundurkan waktu kepada saudaranya kalau betul-betul dia memang orang baik, bukan orang yang memang suka berhutang kemudian tidak mau bayar utang. Dengan cara ini, maka dia akan mendapatkan pahala yang sangat besar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ini tidak diketahui oleh mereka-mereka orang yang menuhankan harta. Tapi orang yang Rabbnya adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala, dia yakin dengan memberikan tempo, maka Alalh akan berikan pahala besar.

Al-Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu ‘Anhu, dimana beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أتى الله بعبد من عبيده يوم القيامة ، قال : ماذا عملت لي في الدنيا ؟

“Pada hari kiamat Allah mendatangkan satu hamba dari hamba-hambaNya. Kemudian Dia berkata kepada orang tersebut: ‘Apa yang kamu lakukan di dunia?'”

Dia menjawab:

ما عملت لك يا رب مثقال ذرة في الدنيا أرجوك بها

“Aku tidak beramal untukMu Wahai Rabbku seberat biji zarah pun di dunia yang aku berharap pahalanya dari Engkau.”

يا رب ، إنك أعطيتني فضل مال ، وكنت رجلا أبايع الناس

Baca Juga:
Kala Kesedihan Melanda Hati Bagian 3 - Panduan Amal Sehari Semalam (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

“Ya Rabb, Engkau telah memberikan kepadaku kelebihan harta. Dan dulu aku adalah seseorang yang mengadakan transaksi jual beli kepada manusia.”

Atau dalam hadits yang lain ada seseorang yang dia memberikan utang kepada manusia.

وكان من خلقي الجواز

“Dan di antara akhlakku adalah aku suka memaafkan.”

فكنت أيسر على الموسر ، وأنظر المعسر

“Aku memudahkan orang yang memang mudah untuk membayar dan aku menangguhkan orang yang susah untuk membayar.”

Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepadanya:

أنا أحق من ييسر ، ادخل الجنة

“Aku lebih berhak memberi kemudahan, masuklah kau ke surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Subhanallah, di hadits ini orang tersebut dimudahkan urusannya di akhirat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan orang tersebut diperintahkan untuk masuk ke surga yang penuh dengan kenikmatan.

Juga dalam hadits yang dikeluarkan oleh Imam Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا أَوْ وَضَعَ لَهُ أَظَلَّهُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ

“Orang yang menangguhkan orang yang susah membayar hutang diwaktunya atau memaafkannya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan naungan kepadanya dibawah naungan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Tinggalkan sisa-sisa riba

Menit ke-35:21 Di antara hukum yang bisa kita ambil dari ayat-ayat yang kita baca adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala setelah mengharamkan riba di firmanNya: “Allah menghalalkan jual beli dan Allah haramkan riba,” datanglah taklif  di sini yang langsung kepada orang-orang yang beriman untuk melepaskan diri dari riba. Dan ini wajib untuk dilakukan oleh orang yang beriman.

Baca Juga:
Peristiwa Isra' Mi'raj

Kemudian dari ayat-ayat yang kita baca, kita mendapatkan langkah-langkah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan ketika bermuamalah dengan orang yang berhutang.

Bagaimana penjelasan selanjutnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Download mp3 kajian yang lain di mp3.radiorodja.com

Mari turut membagikan link download kajian “Allah Umumkan Perang bagi Pelaku Riba” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Lihat juga rekaman lainnya: 

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

÷ 3 = 3

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.