Rodja Peduli

Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Surat Al-Ahzab Bag 8

By  |  pukul 1:25 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 21 September 2021 pukul 2:37 pm

Tautan: https://rodja.id/2vx

Tafsir Surat Al-Ahzab Bag 8 merupakan bagian dari kajian tafsir yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Abu ‘Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A. pada Rabu, 25 Rabbi’ul Awwal 1442 H / 11 November 2020 M.

Kajian sebelumnya: Tabarruj – Tafsir Surat Al-Ahzab Bag 7

Kajian Tentang Tafsir Surat Al-Ahzab Bag 8

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّـهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَن يَعْصِ اللَّـهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُّبِينًا ﴿٣٦﴾

Dan tidak patut bagi seroang lelaki mukmin dan demikian pula tidak patut bagi wanita mukminah, kalau Allah dan RasulNya sudah menetapkan suatu perkara, maka mereka memiliki pilihan yang lain selain pilihan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Barangsiapa yang bermaksiat kepada Allah dan RasulNya, maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Ahzab[33]: 36)

Ayat ini disebutkan oleh para ahli tafsir, sebab nuzulnya adalah ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengkhitbah Zainab binti Jahsy untuk Zaid bin Haritsah. Kita tahu Zaid bin Haritsah adalah seorang budak yang dibeli oleh Hakim bin Hizam yang dia merupakan keponakan dari Khadijah kemudian dia menghadiahkannya kepada Khadijah, kemudian Khadijah menghadiahkan budaknya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerdekakan Zaid bin Haritsah dan mengangkat dia menjadi seorang anak. Sehingga orang-orang memanggilnya Zaid bin Muhammad. Dan ini adalah tradisi suku Arab ketika itu, yaitu kalau seorang mengangkat anak, maka dinisbahkan kepada bapak angkatnya. Sehingga orang-orang memanggilnya Zaid bin Muhammad, bukan lagi Zaid bin Haritsah Al-Kalbi.

Baca Juga:
Sikap Seorang Muslim Terhadap Wabah Virus Corona - Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas

Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengkhitbah (melamarkan) Zaid untuk Zainab binti Jahsy. Siapakah Zainab binti Jahsy? Dia adalah sepupu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Karena ibu Zainab binti Jahsy adalah Umaimah binti Abdul Muthalib. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sudah kenal Zainab, dulu belum ada ayat hijab dan Nabi sudah tahu Zainab bagaimana type dan wajahnya, karena sepupu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan memiliki hubungan kerabat dekat dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam datang untuk melamar Zainab -sebagaimana disebutkan dalam riwayat- Zainab menyangka Nabi ingin melamar dia. Ternyata bukan untuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tapi untuk anak angkatnya, Zaid bin Muhammad, yaitu Zaid bin Haritsah.

Tentu ini perkara yang berat bagi seorang wanita seperti Zainab binti Jahsy yang merupakan seorang wanita Quraisy, apalagi kakeknya adalah Abdul Muthalib, pemimpin Kota Mekah yang terkenal kemudian harus menikah dengan seorang budak yang baru merdeka. Maka berat bagi Zainab binti Jahsy. Dan saudaranya saudara laki-lakinya Zainab juga berat melepaskan Zaynab untuk menikah dengan Zaid bin Haritsah. Akhirnya  Allah turunkan firmanNya: “Tidak sepatutnya bagi seorang mukmin dan seorang mukminah jika Allah dan RasulNya sudah memutuskan suatu perkara, mereka memiliki pilihan lain dari urusan mereka.

Baca Juga:
Keagungan dan Kesempurnaan Allah

Di sini kita tahu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang meminta agar Zainab menikah dengan Zaid bin Muhammad, tetapi Allah menyadarkan keputusan Nabi tersebut dengan keputusan Allah dan RasulNya. Hal ini karena kalau dalam masalah urusan syariat, keputusan Nabi adalah keputusan Allah Subhanahu wa Ta’ala, taat kepada Nabi berarti taat kepada Allah.

مَّن يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّـهَ

Barangsiapa taat kepada Rasul, maka dia telah taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. An-Nisa[4]: 80)

Sebaliknya, barangsiapa bermaksiat kepada Rasul, maka dia telah bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Makanya setelah itu Allah berfirman:

وَمَن يَعْصِ اللَّـهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُّبِينًا

Barangsiapa bermaksiat kepada Allah dan RasulNya, maka dia telah sesat dengan kesehatan yang nyata.” (QS. Al-Ahzab[33]: 36)

Bagaimana penjelasan selanjutnya? Mari download dan simak mp3 kajian tafsir yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian Tentang Tafsir Surat Al-Ahzab Bag 8

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama tentang “Tabarruj – Tafsir Surat Al-Ahzab Bag 7” ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Baca Juga:
Bab Anjuran Untuk Menjaga Iman, Ilmu dan Menyampaikannya

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.