Rodja Peduli

Riyadhus Shalihin

Lafadz dan Penjelasan Doa Kafaratul Majelis

By  |  pukul 8:37 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 11 Desember 2020 pukul 4:35 pm

Tautan: https://rodja.id/2w9

Lafadz dan Penjelasan Doa Kafaratul Majelis adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 23 Rabi’ul Akhir 1441 H / 08 Desember 2020 M.

Kajian sebelumnya: Adab-Adab di Majelis

Ceramah Agama Islam Tentang Lafadz dan Penjelasan Doa Kafaratul Majelis

Pembahasan kita yang terakhir masih pada bab tentang adab-adab di dalam majelis, dalam sebuah pertemuan yang sana ada orang yang duduk, berbicara, berbincang, ini yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang adab-adab di majelis.

InsyaAllah pada kesempatan yang baik ini kita akan melanjutkan beberapa hadits dalam bab ini, yaitu hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu. Al-Imam An-Nawawi Rahimahullahu Ta’ala berkata:

وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَنْ جَلَسَ في مَجْلس فَكثُرَ فيهِ لَغطُهُ فقال قَبْلَ أنْ يَقُومَ منْ مجلْسه ذلك : سبْحانَك اللَّهُمّ وبحَمْدكَ أشْهدُ أنْ لا إله إلا أنْت أسْتغْفِركَ وَأتَوبُ إليْك : إلا غُفِرَ لَهُ ماَ كان َ في مجلسه ذلكَ » رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح .

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berakata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang duduk di satu majelis, maka di dalam masjid itu banyak yang dibicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi akhiratnya, lalu kemudian dia mengucapkan kalimat di bawah ini sebelum ia bangkit dari majelis tersebut: ‘Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik (Maha Suci Engkau Ya Allah, dan segala puji hanya milikMu, aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang haq kecuali Engkau, aku mohon ampun kepada Engkau dan aku bertaubat kepadaMu)melainkan dia diampuni apa yang terjadi (yakni yang diucapkan) di majelis tersebut.”

Baca Juga:
Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 855-864 - TPP: Pentingnya Menjaga Lisan dan Manfaat Habbatussauda' (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Jadi kita diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tatkala kita berada di satu majelis, perbincangan di dalam majelis itu hal-hal bersifat duniawi atau hal-hal yang tidak ada manfaatnya untuk akhirat, maka kita dianjurkan, bahkan sebagian ulama melihatnya sebagai suatu kewajiban mengucapkan kalimat ini. Yang mengucapkan kalimat ini, maka dia akan diampuni dosanya atau kesalahannya yang dia lakukan di majelis itu.

Kalimat ini atau bacaan ini dikenal dengan kafaratul majelis, yakni bacaan sebagai penghapus kesalahan-kesalahan atau satu dosa yang dilakukan oleh seseorang dalam ucapannya di majelis tersebut.

Ini menunjukkan bahwa Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengajarkan kepada kita segala sesuatu. Tidaklah suatu kebaikan yang beliau ketahui melainkan beliau ajarkan kepada umatnya kebaikan itu. Sehingga tidak ada lagi sesuatu yang baik yang baru ditemukan. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menyampaikan semua hal yang baik yang membawa umatnya kepada ridha Allah, membawa umatnya kepada cinta Allah dan kepada surga Allah Subhanahu wa Ta’ala, semua sudah disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Demikian sebaliknya, tidak ada satu keburukan yang dapat menjerumuskan seorang hamba kepada adzab Allah, kepada neraka, melainkan semua sudah diingatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau sampaikan dan beliau ingatkan umat ini dari hal-hal yang akan menjerumuskan mereka kepada kebinasaan dan kehancuran. Maka semoga Allah membalas Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan balasan yang berlipat ganda atas kebaikan beliau dalam membimbing umatnya kepada yang terbaik. Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Baca Juga:
Malu Adalah Kunci Dari Semua Kebaikan

Hadits ini menjelaskan kepada kita adab-adab dalam suatu majelis. Yang di sebutkan di sini adalah hendaklah dalam suatu majelis itu yang diucapkan adalah hal-hal yang penting, hal-hal yang bersifat peringatan atau berita gembira atau yang lainnya yang bermanfaat bagi seorang hamba. Seyogyanya demikian.

Sekarang kita melihat alangkah banyaknya majelis-majelis yang tidak ada manfaatnya, yang pembicaraannya hanya ke utara selatan timur dan barat tanpa tahu apa manfaatnya, apa gunanya. Ada yang duduk berjam-jam sambil membicarakan hal-hal yang tidak ada manfaatnya. Ini adalah sebuah kerugian.

Oleh karena itu, di antara adab dalam majelis adalah dengan kita membicarakan hal-hal yang bermanfaat bagi kita di dunia maupun di akherat. Karena setiap apa yang kita ucapkan, yang kita tulis, semua akan kita pertanggungjawabkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka semoga Allah senantiasa memberikan kepada kita kecerdasan. Orang yang cerdas yaitu yang selalu melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk sesudah kematiannya.

Di dalam bacaan ini ada tiga poin penting. Yaitu:

1. Mensucikan Allah

“Maha Suci Engkau Ya Allah, dan segala puji bagiMu.” Ini adalah pensucian Allah Ta’ala dari semua sifat-sifat yang tidak sepatutnya dinisbahkan kepada Allah Ta’ala. Maka di sini kita mensucikan Allah. Ini kalimat tasbih, yaitu mensucikan Allah Ta’ala dari semua sifat-sifat yang tidak selayaknya dinisbahkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca Juga:
Kewajiban Shalat Bagi Seluruh Nabi

Allah adalah Dzat yang Maha Sempurna, tidak ada kekurangan pada Allah Ta’ala sedikitpun. Dia Dzat yang Maha Sempurna, Maha Suci Allah dari semua tuduhan, dari semua ucapan, dari semua apa ini dinisbatkan kepada Allah Ta’ala yang tidak sepatutnya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Maha Suci dari itu semuanya.

2. Menetapkan kesempurnaan bagi Allah

“Dan segala puji hanya untukMu Ya Allah.” Ini adalah kalimat untuk menetapkan kesempurnaan bagi Allah Ta’ala. Makanya hanya Dia yang patut dipuji, hanya Dia yang patut disanjung, hanya Dia yang patut untuk dinisbahkan semua sifat-sifat yang baik.

3. Pengakuan seorang hamba

“Aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang haq kecuali Engkau.” Ini adalah pengakuan dari seorang hamba akan keesaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Syahadah itu artinya persaksian, maka orang yang mengucapkan kalimat syahadat, ini seakan-akan dia menyaksikan dengan mata kepalanya, dengan penuh keyakinan akan keesaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bagaimana penjelasan lengkap tentang adab-adab tidur? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian Tentang Lafadz dan Penjelasan Doa Kafaratul Majelis

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Adab-Adab di Majelis” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Baca Juga:
Khutbah Jum'at: Bahaya Meremehkan Dosa dan Menganggap Kecil Amalan

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.