Rodja Peduli

Riyadhus Shalihin

Mimpi Bertemu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

By  |  pukul 9:26 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 29 Desember 2020 pukul 9:29 am

Tautan: https://rodja.id/2ws

Mimpi Bertemu Nabi adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 14 Jumadil Awal 1442 H / 29 Desember 2020 M.

Kajian sebelumnya: Majelis Yang Tidak Ada Dzikirnya Ibarat Bangkai Keledai

Ceramah Agama Islam Tentang Mimpi Bertemu Nabi

Pembahasan kita yang terakhir masih pada bab tentang mimpi. Dan telah kami jelaskan perkataan para ulama bahwasanya mimpi itu secara garis besar ada tiga macam:

  • الرؤيا الصالحة (mimpi yang baik), ini datangnya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,
  • الحلم (mimpi yang jelek/buruk), ini dari setan,
  • حديث النفس, yaitu hal-hal yang dialami seseorang ketika dia berada di alam sadar kemudian terbawa sampai pada tidurnya. Sehingga dia bermimpi tentang apa yang dia alami di alam sadarnya.

Kita juga sudah membahas pula beberapa hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hal ini, yaitu hadits yang terakhir adalah hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِذَا اقْتَرَبَ الزَّمَانُ لَمْ تَكَدْ رُؤيَا المُؤْمِنِ تَكْذِبُ، وَرُؤْيَا الْمُؤْمِنِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنَ النُّبُوَّةِ

“Apabila waktu semakin berlalu/cepat, di saat itulah mimpi seorang mukmin bukan sebuah kedustaan, tapi selalu menjadi realita. Dan mimpi seorang mukmin itu adalah 1/46 bagian dari kenabian.”

Baca Juga:
Mewujudkan Kecintaan Yang Benar Kepada Allah - Kitab Al-'Ubudiyah (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Kemudian kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

أصْدَقُكُمْ رُؤْيَا، أصْدَقُكُمْ حَدِيثًا

“Orang yang paling benar mimpinya adalah orang yang paling jujur perkataannya.”

Jadi kalau ada orang yang dalam kehidupan sehari-hari dia selalu berkata jujur, dia tidak berbohong, maka ketika dia bermimpi, itu mimpinya selalu benar.

Hadits berikutnya juga dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ رَآنِي في المَنَامِ فَسَيَرَانِي في اليَقَظَةِ – أَوْ كَأنَّما رَآنِي في اليَقَظَةِ – لاَ يَتَمَثَّلُ الشَّيْطَانُ بِي

“Barangsiapa yang melihat aku dalam tidurnya, maka seakan-akan dia melihat aku dalam keadaan terbangun. Karena setan tidak bisa menyerupai aku.” (Muttafaqun ‘alaih)

Jadi setan tidak mempunyai kemampuan untuk menyerupai hakikat jati diri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Di sini pentingnya seorang mengetahui bentuk fisik Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Hal itu dengan membaca kitab-kitab yang menjelaskan tentang sifat-sifat dan bentuk fisik Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sehingga kalau dia bermimpi melihat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan sesuai dengan apa yang dipelajarinya dari kitab-kitab tentang prilaku/sifat-sifat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, itu akan sesuai. Kalau benar sama dengan sifat yang dia ketahui dari apa yang dipelajari tentang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka berarti mimpinya benar. Namun apabila dia dalam mimpinya melihat seseorang yang melakukan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka itu bukan Nabi yang dilihatnya. Tapi setan yang datang seakan-akan mengatakan dirinya Nabi.

Baca Juga:
Memberi Sambutan Hangat dan Bermain dengan Anak

Setan bisa menjelma menjadi sesuatu yang lainnya atau menyerupai seseorang, tapi dia tidak bisa dan tidak mampu untuk menyerupai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Mimpi melihat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang benar, maka sama seperti melihat beliau secara langsung.

Ada sebuah kisah tentang seseorang yang datang kepada Al-Imam Muhammad bin Sirin Rahimahullahu Ta’ala mengatakan bahwa orang ini mimpi melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka dikatakan oleh Muhammad bin Sirin Rahimahullahu Ta’ala: “Coba kamu gambarkan kepada aku sosok orang yang kamu melihatnya dalam mimpimu.”

Orang itu menyampaikan sifat orang yang dilihat dalam mimpinya yang ternyata tidak sesuai dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka kata Muhammad bin Sirin Rahimahullah: “Kamu bukan bermimpi melihat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

Lalu bagaimana adab ketika bermimpi buruk? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian Tentang Mimpi Bertemu Nabi

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Mimpi Bertemu Nabi” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Lihat juga rekaman lainnya: 

Baca Juga:
Memberikan Hadiah kepada Tetangga yang Paling Dekat Pintunya, Berbuat Baik kepada yang Paling Dekat, Barangsiapa yang Menutup Pintu (Tidak Peduli) atas Tetangganya, Tidak Boleh Kenyang sedang Tetangganya Lapar, dan Memperbanyak Kuah Masakan untuk Dibagikan kepada Tetangga - Hadits 107-114 - Kitab Adabul Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 4 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.