Rodja Peduli

Al-Qiyamah Ash-Shughra

Pengertian Kematian

By  |  pukul 10:17 am

Terakhir diperbaharui: Rabu, 20 Januari 2021 pukul 1:41 pm

Tautan: https://rodja.id/2xj

Pengertian Kematian merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Al-Qiyamah Ash-Shughra yang disampaikan oleh Ustadz Ali Nur, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 27 Jumadil Awal 1442 H / 11 Januari 2021 M.

Kajian Tentang Pengertian Kematian

Saudaraku, semua kita tahu tentang yang namanya kematian. Hanya para ulama selalu membahas satu masalah itu dari sisi bahasa dari dari sisi istilah. Penulis mengatakan bahwa arti asal daripada “kematian” dari sisi bahasa Arab adalah السكوت, yaitu tenang atau diam atau lebih mudahnya kita katakan tidak bergerak.

Yang dikatakan mati yaitu apabila sudah terpisah keterkaitan ruh dengan jasad seseorang. Sudah berubah kondisinya dan sudah pindah dari satu alam ke alam berikutnya.

Kematian terbagi menjadi dua, yaitu kematian kecil dan kematian besar.

Bahwasanya tidur mirip dengan kematian. Para ulama mengatakan bahwa tidur adalah kematian kecil. Hal ini karena ada persamaan antara orang tidur dengan orang yang sudah dicabut nyawanya walaupun tidak sama dari semua sisi. Oleh karena itu ketika baru bangun dari tidur, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengajarkan kita doa:

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan…”

Jadi di sini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyatakan tidur itu mati dan bangun tidur adalah dihidupkan kembali dari kematian.

Baca Juga:
Menyebutkan Sebagian Seperti Menyebutkan Semuanya

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُم بِاللَّيْلِ…

Dan sesungguhnya Dia lah yang telah mewafatkan kamu pada malam hari...” (QS. Al-An’am[6]: 60)

Maksud “mewafatkan” di sini adalah menidurkan. Karena setelahnya Allah berfirman:

وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِالنَّهَارِ

Dan Allah juga mengetahui apa yang kamu lakukan pada siang hari...”

Kalau kita artikan mewafatkan dengan arti dicabutnya ruh dan tidak kembali lagi ke dunia, tentu tidak ada lagi siangnya karena sudah terputus usianya.

Maka yang akan kita bahas bukan kematian dalam arti tidur, tapi orang yang meninggal dunia.

Meninggal dunianya seseorang, terpisahnya ruh dengan jasad adalah sesuatu yang pasti datang.  Karena belum pernah ada sejarahnya orang yang tidak meninggal.

Mari download mp3 kajian dan simak penjelasan yang penuh manfaat ini..

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Pengertian Kematian” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Baca Juga:
Hak-Hak Pemimpin dan Rakyat - Bagian ke-2 - Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.