Rodja Peduli

Shahih At-Targhib wa At-Tarhib

Malaikat Meletakkan Sayapnya Untuk Para Penuntut Ilmu

By  |  pukul 8:41 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 14 Januari 2021 pukul 6:44 am

Tautan: https://rodja.id/2x9

Malaikat Meletakkan Sayapnya Untuk Para Penuntut Ilmu merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah كتاب صحيح الترغيب والترهيب (kitab Shahih At-Targhib wa At-Tarhib) yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Rabu, 29 Jumadil Awal 1442 H / 13 Januari 2021 M.

Download kajian sebelumnya: Hadits Tentang Menuntut Ilmu dan Keutamaan Para Ulama

Kajian Hadits Tentang Malaikat Meletakkan Sayapnya Untuk Para Penuntut Ilmu

Kita masuk hadits yang ke-70. Dari Abu Darda Radhiyallahu ‘Anhu, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

من سلك طريقاً يلتمِسُ فيه علماً سهّلَ الله له طريقاً إلى الجنّةِ، وإن الملائكةَ لتضَعُ أجنحتها لِطالبِ العلم رِضاً بما يصنع، وإن العالِمَ ليَسْتَغْفِرُ له من في السمواتِ ومَن في الأرضِ، حتى الحيتانُ في الماءِ، وفضلُ العالم على العابد كفضل القمرِ على سائر الكواكب، وإنّ العلماء ورثة الأنبياء، إنّ الأنبياء لم يُورِّثُوا ديناراً ولا درهماً، إنما ورَّثُوا العلمَ، فمن أخذه أخذ بحظٍ وافرٍ

“Siapa yang meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya menuju surga. Dan sesungguhnya para malaikat benar-benar meletakkan sayap-sayap mereka untuk para penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang mereka cari. Dan sesungguhnya seorang ulama dimohonkan ampunan untuknya oleh semua yang ada di langit dan di bumi, sampai-sampai ikan yang ada di dalam air. Dan keistimewaan ulama di atas ahli ibadah yaitu seperti keistimewaan bulan dibandingkan bintang-bintang. Dan sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan Dinar tidak pula Dirham, akan tetapi yang mereka wariskan adalah ilmu. Barangsiapa yang mengambil warisan para Nabi (yaitu ilmu), sungguh ia telah mengambil keuntungan yang sangat banyak.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dalam shahihnya)

Baca Juga:
Wara' Dalam Hal Rezeki

Faedah hadits:

1. Allah mudahkan jalan menuju surga

Bahwa orang yang menuntut ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah akan memudahkan jalannya menuju surga. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan: “Barangsiapa yang meniti jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan jalannya ke surga,” para ulama semua bersepakat bahwa ilmu yang dimaksud di dalam hadits ini adalah ilmu Allah, ilmu agama.

Oleh karena itulah saudaraku seiman, berarti kewajiban kita kalau ingin dimudahkan jalan kita menuju surga, kKita semua wajib menuntut ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena Allah pemilik surga, Allah juga pemilik neraka. Dan jalan menuju surga itu hanya Allah yang mengetahuinya. Dan Allah dengan kasih sayangNya kepada hamba-hambaNya, maka Allah memberitahu kepada manusia tentang jalan menuju surga itu. Maka Allah pasti sampaikan melalui lisan RasuNya berupa wahyu apa saja jalan yang memudahkan kita menuju surga.

Berarti kewajiban kita -saudaraku seiman- adalah berusaha sekuat tenaga untuk terus menggali ilmu Allah, mempelajari Al-Qur’an, mempelajari hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dengan cara itulah Allah akan mudahkan jalan kita ke surga, saudara.

Berbeda dengan orang yang tidak mau mempelajari Al-Qur’an, tidak mau mempelajari hadits, mereka lebih bangga mempelajari ilmu-ilmu dunia, mereka lebih bangga belajar ilmu matematika, fisika, biologi, kimia dan yang lainnya. Maka apakah ilmu itu akan membimbing kita ke surga? Jawabnya tidak. Berapa banyak orang-orang kafir yang mereka piawai bahkan mahir dalam ilmu-ilmu itu. Namun itu tidak membuat mereka beriman kepada Allah. Berapa banyak orang-orang kafir kepada Allah yang pandai matematika, pandai kimia, mahir dalam ilmu-ilmu biologi, kedokteran dan yang lainnya. Tapi itu semua tidak membuat mereka beriman kepada Allah.

Baca Juga:
Bab Pertanyaan Malaikat Jibril kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang Iman, Islam, Ihsan, dan Hari Kiamat - Hadits 50 - Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Maka saudaraku, hanya ilmu agama yang membuat jalan kita mudah -Insya Allah- menuju surga Allah Jalla wa ‘Ala.

Kita mempelajari Al-Qur’an yang Allah turunkan, kita mempelajari hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, inilah jalan kita ke surga.

2. Keutamaan para penuntut ilmu

Dimana para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka untuk para penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang mereka cari. Subhanallah..

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya para malaikat benar-benar meletakkan sayap-sayap mereka untuk para penuntut ilmu. Karena mereka ridha terhadap apa yang mereka cari berupa ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Ini menunjukkan keistimewaan menuntut ilmu agama. Sampai-sampai malaikat ridha, bahkan para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka. Dan para malaikat -kita tahu- mereka memiliki sayap-sayap, sebagaimana Allah berfirman:

الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَّثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۚ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan telah menjadikan para malaikat sebagai utusan-utusan. Mereka memiliki sayap, ada yang 2, 3, 4 dan Allah tambahkan kepada siapa yang Allah kehendaki.” (QS. Fatir[35]: 1)

Para malaikat karena saking menghormati para penuntut ilmu dan mereka mencintai para penuntut ilmu, mereka meletakkan sayap-sayap mereka untuk menghormati para penuntut ilmu Allah. Subhanallah.. Adalah keutamaan yang agung, sampai-sampai makhluk yang mulia itu meletakkan sayap mereka untuk para penuntut ilmu.

Baca Juga:
Hak Kehormatan - Tabshiratul Anam (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

3. Keistimewaan para ulama (orang-orang yang berilmu tentang ilmu Allah)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya seorang ulama dimohonkan ampunan oleh semua yang ada di langit dan di bumi, sampai-sampai ikan yang ada di air,” Allahu akbar..

Bayangkan saudaraku, para ulama yang mengajarkan ilmu kepada manusia, para ulama yang benar-benar mereka menguasai Al-Qur’an dan hadits dan ilmu-ilmu alat yang lainnya, dimana tugas mereka membimbing manusia kepada kebaikan. Tugas mereka agung, yaitu memahamkan kepada manusia tentang Kitabullah dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tugas mereka agung, membela syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tugas mereka agung dan berat sekali. Karena banyak manusia tidak suka kepada para ulama.

Sungguh indah pengaruh ulama terhadap manusia. Tapi sungguh buruk sikap manusia kepada para ulama. Para ulama berusaha sekuat tenaga agar manusia diberikan hidayah oleh Allah. Para ulama berusaha sekuat tenaga mereka agar manusia selamat dari api neraka, agar manusia masuk ke dalam surga Allah Jalla wa ‘Ala. Para ulama dengan keilmuan yang Allah berikan kepada mereka berusaha sekuat tenaga untuk menghidupkan kembali hati-hati yang telah mati, untuk menjadikan mata yang telah buta itu melihat kembali, telinga yang tidak bisa mendengar kebenaran itu berusaha supaya dia bisa mendengarnya kembali. Maka tidak aneh kalau para ulama didoakan ole semua yang ada di langit dan di bumi ini. Sampai-sampai ikan yang ada di lautan.

Baca Juga:
Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 910-918 - TPP: Anjuran untuk Berhati-hati terhadap Fitnah Dunia dan Wanita, Larangan Memuji Seseorang di Depannya dan Seterusnya (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Ilmunya para ulama ketika diamalkan, itu kebaikan buat mereka. Ilmu para ulama ketika diamalkan, itu memberikan kebaikan yang luar biasa untuk manusia. Bahkan kebaikan itu dirasakan oleh langit, dirasakan oleh bumi, bahkan dirasakan oleh makhluk-makhluk; bebatuan, pepohonan, ikan-ikan dan yang lainnya.

Ibnu Abbas ketika menafsirkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

فَمَا بَكَتْ عَلَيْهِمُ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ…

“Langit dan bumi tidak akan menangisi mereka…”

Lalu ada seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu Abbas: “Wahai Ibnu Abbas, apakah langit dan bumi itu menangisi kematian seorang mukmin?” Kata Ibnu Abbas: “Iya, tidak ada seorang pun Mukmin kecuali ia memiliki pintu di langit sana. Dimana dari pintu tersebut turun lah rezeki dia dan naik lah amalan shalih dia. Ketika Si Mukmin meninggal dunia, maka tidak lagi ada amalan shalih yang naik ke pintu itu, menangislah langit itu. Bumi pun kehilangan tempat ibadah dia, menangislah bumi itu.”

Subhanallah.. Seorang Mukmin beramal shalih, ternyata menguntungkan langit dan bumi. Dan tidak mungkin amal shalih bisa kita lakukan tanpa ilmu, saudaraku. Seseorang bisa beramal shalih ketika dia mendapatkan bimbingan para ulama. Bagaimana beramal dengan cara yang baik, cara yang benar. Maka para ulama menuntun manusia kepada maslahat yang besar. Para ulama-ulama Rabbaniyyin membimbing manusia kepada kebaikan, kepada kemaslahatan dan menghindarkan manusia dari berbagai macam kemudharatan yang bisa membinasakan kehidupan mereka. Makanya pantas para ulama dimohonkan ampunan oleh semua yang ada di langit dan di bumi, sampai-sampai ikan yang ada di lautan.

Baca Juga:
Hukum Mencela Nasab dan Mendiamkan Seseorang - Bab 186-188 - Hadits 395-397 - Kitab Al-Adab Al-Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

Apalagi keistimewaan para ulama? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian Hadits Malaikat Meletakkan Sayapnya Untuk Para Penuntut Ilmu

Mari turut membagikan link download kajian “Malaikat Meletakkan Sayapnya Untuk Para Penuntut Ilmu” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.