Rodja Peduli

Zadul Mustaqni

Mengklaim Anak Hilang

By  |  pukul 10:13 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 14 Januari 2021 pukul 10:13 am

Tautan: https://rodja.id/2xd

Mengklaim Anak Hilang merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. dalam pembahasan Kitab Zadul Mustaqni. Kajian ini disampaikan pada Kamis, 30 Jumadil Awal 1442 H / 14 Januari 2021 M.

Download kajian sebelumnya: Hukum Al-Laqith (Orang Yang Tersesat)

Kajian Islam Ilmiah Tentang Mengklaim Anak Hilang

Berkata mualif Rahimahullahu Ta’ala:

وَإِنْ أَقَرَّ رَجُلٌ أَوْ امْرَأَةٌ ذَاتُ زَوْجٍ مُسْلِمٍ أَوْ كَافِرٍ أَنَّهُ وَلَدُهُ لَحِقَ بِهِ

“Seorang laki-laki atau wanita yang memiliki suami muslim atau kafir mengklaim dan mengakui bahwa anak tersebut adalah anaknya, maka diterima pengakuan dan klaim tersebut walaupun setelah matinya anak tersebut.”

Apabila ada seorang datang dan menemui orang yang memungut seorang anak tadi,orang ini laki-laki atau perempuan, lalu mereka mengikrarkan bahwa ini adalah anaknya, maka tidak perlu diminta bukti dan segala macam tes DNA, langsung menjadi anaknya dan statusnya adalah anak dari dia. Karena syariat yang agung sangat mementingkan nasab seseorang sampai kepada orang tuanya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:

الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ

“Anak itu diikutkan ke kasurnya (bapaknya).” (HR. Bukhari)

Dan tidak boleh menuduh seorang bukan anak dari bapak yang kelihatan dzahirnya sebagai bapaknya. Bahkan menuduh orang berzina dalam Islam ada sangsi khusus sebanyak 80 kali cambuk. Kalau dia tidak membawa saksi bahwa orang itu berzina kemudian dia mengatakan: “Kamu bukan anak dari bapakmu.” Atau seorang anak merasa dia bukan anak dari bapaknya karena dia mendapat perlakuan beda dari yang lain, ini juga tidak boleh.

Baca Juga:
Bersegera Kepada Perintah Allah dan RasulNya - Kitab Ahsanul Bayan (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Syariat Allah yang agung melalui Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sangat menjaga privasi nasab seseorang, tidak bermudah-mudah untuk menafikan nasab yang dzahirnya adalah nasabnya dia. Begitu juga mencampurkan nasab orang bukan kepada orang tuanya.

Ketika seseorang memungut anak kemudian dia sebar potonya di medsos, setelah beberapa pekan datang orang mengaku bahwa dia adalah bapak dan ibunya. Tapi anak ini statusnya sudha meninggal. Fungsinya adalah kalau dia baru meninggal, tentu di kuburan muslim dan sebaliknya. Juga misalnya kalau ada warisan (misalnya anak yang ditemukan memakai emas), tentu ini diwariskan kepada laki-laki yang mengaku sebagai bapaknya atau perempuan yang mengaku sebagai ibunya tadi.

Dan bila yang mengaku tadi orang kafir, maka anak tersebut tidak diikutkan ke dalam agama kekafiran kecuali dengan keterangan dan bukti yang jelas disaksikan dan diikrarkan bahwa anak tersebut terlahir dari istrinya.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian tafsir yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian Mengklaim Anak Hilang

Download mp3 kajian yang lain di mp3.radiorodja.com

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link kajian “Mengklaim Anak Hilang” ini melalui jejaring sosial Facebook, Twitter dan yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Baca Juga:
Hadits Arbain Ke 9 – Kerjakan Perintah Semampunya dan Jangan Banyak Bertanya

Lihat juga rekaman lainnya: 

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

50 − 49 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.