Rodja Peduli

Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu

Ilmu Adalah Lawan Kelalaian

By  |  pukul 5:12 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 04 Februari 2021 pukul 8:09 am

Tautan: https://rodja.id/2y3

Ilmu Adalah Lawan Kelalaian adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah TaslimM.A. pada Kamis, 14 Jumadil Akhir 1442 H / 28 Januari 2021 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Ilmu Adalah Lawan Kelalaian

Kita berada pada pembahasan segi ke-76 tentang keutamaan dan kemuliaan ilmu, yaitu ilmu adalah lawan dari kelalaian. Kelalaian merupakan sumber bencana, yang menjadikan manusia jauh dari segala kebaikan dan mudah dimasuki tipu daya setan.

Kata Ibnul Qayyim Rahimahullah bahwa sesungguhnya sebab paling besar yang menghalangi seorang hamba dari kebaikan dunia dan akhirat, menjadikannya luput dari kelezatan nikmat di dunia dan akhirat serta pintu utama yang merupakan tempat masuk musuhnya (yaitu iblis laknatullah ‘alaihi), tidak lain itu adalah kelalaian hati yang ini bertentangan dengan amal ibadah, juga kemalasan yang bertentangan dengan keinginan dan tekad yang kuat.

Kelalaian dan kemalasan inilah pokok bencana yang menimpa hamba serta menghalangi dia dari tingkatan-tingkatan kemuliaan. Dan keduanya bersumber dari ketiadaan ilmu agama.

Adapun kelalaian, maka ini jelas bertentangan dan berlawanan dengan ilmu. Manusia yang lalai dicela oleh Allah di dalam Al-Qur’an, bahkan Allah melarang kita termasuk golongan mereka, melarang mentaati dan menerima dari mereka. Ini banyak disebutkan dalam Al-Qur’an, misalnya Al-A’raf ayat 205:

Baca Juga:
Hadits Tentang Bergaul: Larangan Kaum Muslimin Untuk Saling Menjauhi

…وَلَا تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ ﴿٢٠٥﴾

Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf[7]: 205)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا ﴿٢٨﴾

Dan janganlah kamu mentaati orang-orang yang telah Kami lalaikan hatinya dari mengingat Allah.” (QS. Al-Kahfi[18]: 28)

Ini menunjukkan kelalaian tercela. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang kita mengikuti mereka.

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَـٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَـٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ ﴿١٧٩﴾

Sungguh-sungguh telah Kami siapkan untuk menjadi penghuni neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia. Karena mereka memiliki hati tidak digunakan untuk memahami petunjuk Allah, mereka memiliki mata tidak digunakan untuk memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka memiliki telinga tidak digunakan untuk mendengarkan petunjuk Allah. Mereka ini adalah seperti binatang ternak bahkan mereka lebih sesat lagi, mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf[7]: 179)

Jelas sekali menunjukkan kelalaian adalah lalai dari memahami ilmu agama, lalai dari mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda ketika menasehati kaum wanita dari kalangan orang-orang yang beriman:

Baca Juga:
5 Wejangan Yang Rasulullah Ajarkan Untuk Abu Hurairah

لاَ تَغْفُلْنَ فَتَنْسَيْنَ الرَّحْمَةَ

“Janganlah kalian lalai sehingga kalian melupakan kasih sayang.” (HR. Abu Dawud, Ahmad dan yang lainnya)

Jelas sekali Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang dari sifat lalai.

Sebagian dari para ulama Salaf ditanya tentang obat penyakit orang yang dimabuk cinta sampai berlebihan. Maka ulama ini menjawab bahwa orang yang ditimpa penyakit ini adalah orang-orang yang punya hati tapi lalai dari mengingat Allah, maka dia ditimpa bencana dengan menghambakan diri kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ini juga menunjukkan kepada kita bahwa kecintaan yang berlebihan sampai membuat orang terbayang-bayang kepada yang dicintainya, ini bisa membawa dia kepada penghambaan diri/beribadah kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala karena mencintai makhluk secara berlebihan.

Di sini juga disebutkan “hati yang lalai”, berarti sumber utama adalah penyakit lalai yang menjadikan hati ini sampai berpaling dari tauhid dan menyembah kepada selain Allah. Na’udzubillahi min dzalik.

Bagaimana penjelasan selanjutnya? Mari download mp3 kajian dan simak penjelasan yang penuh manfaat ini..

Download MP3 Kajian Tentang Ilmu Adalah Lawan Kelalaian

Mari turut membagikan link download kajian ” Ilmu Adalah Lawan Kelalaian” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Baca Juga:
Dalil-Dalil Peringatan Untuk Berhati-Hati dari Bid’ah

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.