Rodja Peduli

Mencetak Generasi Rabbani

Menuntun Anak Untuk Berinteraksi dengan Masyarakat

By  |  pukul 2:44 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 11 Februari 2021 pukul 10:37 am

Tautan: https://rodja.id/2yn

Menuntun Anak Untuk Berinteraksi dengan Masyarakat merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Mencetak Generasi Rabbani. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 26 Jumadil Akhir 1442 H / 09 Februari 2021 M.

Kajian sebelumnya: Menghilangkan Sifat Tidak Bertanggung Jawab Pada Anak

Kajian Islam Ilmiah Tentang Anak dan Sosial Kemasyarakatan

Cepat atau lambat anak pasti berpisah dari orang tua dan hidup sebagai individu yang mandiri di tengah-tengah masyarakat. Anak ini pun akan berinteraksi langsung dengan berbagai jenis dan karakter manusia.

Oleh karena itu pembinaan sosial kemasyarakatan termasuk perkara penting yang harus diajarkan dan ditanamkan kepada anak sejak kecil. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan agar anak bisa beradaptasi dengan baik sekaligus mampu untuk menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat. Anak ini pun diharapkan bisa membawa hal-hal positif kepada lingkungan sekitar dan jauh dari sikap mementingkan diri sendiri atau tidak peduli dengan sekitar.

Di tengah-tengah masyarakat kita ada budaya timur yang terkenal dengan keramah-tamahannya, menyapa dan lain sebagainya. Tapi sekarang mungkin karena sifat egois sudah mendominasi masyarakat, terlebih lagi kita lihat ini pada anak-anak remaja, sehingga keramah-tamahan tadi sedikit demi sedikit mulai memudar.

Baca Juga:
Pendidikan Seksual Untuk Anak

Kita lihat bukan hanya di kompleks besar, bahkan di lingkungan perkampungan sikap seperti ini sudah mulai muncul. Yang mana kita tahu masyarakat di Indonesia terkenal dengan keramah-tamahannya.

Maka dengan mendidik dan menanamkan kesadaran untuk bersosialisasi/berinteraksi kepada masyarakat, anak ini bisa menjalin hablumminannas-nya dengan baik, anak dapat bergaul dengan sopan santun, akhlak yang mulia, baik itu dalam memberi ataupun menerima dan aktivitas-aktivitas sosial lainnya.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menempa kepribadian anak agar mampu menjalin habluminannas dengan baik atau menuntunnya untuk bisa bersosialisasi dan hidup bermasyarakat secara baik. Yaitu:

1. Mengajak anak untuk menghadiri majelis orang-orang shalih

Ini sebagai jalan pembuka baginya untuk mengetahui lingkungan mana yang harus dia ikuti. Karena anak juga harus dibimbing untuk mencari lingkungan dan pergaulan, tidak boleh dibiarkan begitu saja. Orang tua punya tanggung jawab untuk mengarahkan anak-anak kepada lingkungan dan pergaulan yang baik.

Salah satu sebab banyak remaja jatuh dalam lingkungan dan pergaulan yang salah/buruk adalah karena orang tua membiarkan anak bergaul dengan siapa saja dan berada di lingkungan apapun tanpa melihat dan memeriksa. Kecerobohan dan kelalaian seperti ini mengakibatkan anak jatuh dalam pergaulan bebas atau pergaulan yang tidak jelas arah dan tujuannya. Bahkan cenderung membawa anak itu kepada keburukan dan kejahatan.

Baca Juga:
Tingkatan Ruh Di Alam Kubur

Banyak sekali hikmah dan manfaat dari proses berbaurnya anak-anak dengan orang-orang dewasa, antara lain:

Pertama, si anak bisa memperoleh nasihat dan bimbingan secara langsung maupun tidak langsung, yaitu dengan melihat akhlak orang-orang shalih. Maka dari itu dalam shalat berjama’ah tidak perlu membuat shaf khusus untuk anak-anak sehingga tidak berbaur dengan orang dewasa. Biarkan anak-anak itu masuk ke dalam shaf-shaf orang dewasa, shaf itu tidak terputus. Kategori shaf terputus itu jika tidak ada sesuatu di antara dua orang tersebut. Jika ada seorang anak, maka itu tidak terputus.

Dulu ‘Abdullah bin Abbas belum baligh (masih bocah), beliau masuk ke dalam shaf dan dibiarkan. Itu tidak jadi masalah dan itu bukan berarti shafnya terputus karena anak ini belum baligh, mungkin berhadas atau belum dikatakan sah shalatnya ataupun belum dihitung shalatnya. Ini adalah anggapan yang keliru. Tidak ada dalam riwayat yang menyebutkan bahwa ada shaf anak-anak. Yang ada hanya shaf pria dan wanita.

Misalnya juga mengajak anak-anak di dalam hidangan. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana cara makan mereka. Karena ada etika dan adab makan yang benar dan ada yang salah.

Bagaimana potret hal ini terjadi pada anak-anak dizaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam? Mari download mp3 kajian dan simak pembahasan yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Baca Juga:
Antara Do'a dan Takdir - Kajian Kitab Ad-Daa' Wa Ad-Dawaa' (Ustadz Mahfudz Umri, Lc.)

Lihat juga: Cara Mendidik Anak dan Pentingnya Mencetak Generasi Rabbani

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link kajian “Menuntun Anak Untuk Berinteraksi dengan Masyarakat” ini melalui jejaring sosial Facebook, Twitter dan yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.