Rodja Peduli

Mencetak Generasi Rabbani

Membiasakan Anak Untuk Mengucapkan Salam

By  |  pukul 5:14 pm

Terakhir diperbaharui: Jumat, 26 Februari 2021 pukul 9:35 am

Tautan: https://rodja.id/2z8

Membiasakan Anak Untuk Mengucapkan Salam merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Mencetak Generasi Rabbani. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 11 Rajab 1442 H / 23 Februari 2021 M.

Kajian sebelumnya: Mengajak Anak Menghadiri Acara-Acara Yang Dibolehkan

Kajian Islam Ilmiah Tentang Membiasakan Anak Untuk Mengucapkan Salam

Salam merupakan salah satu syiar dan adab berkomunikasi di dalam Islam. Dan itu merupakan salah satu bentuk identitas yang dimiliki oleh seorang muslim, yaitu dia mengucapkan salam. Salam juga merupakan ibadah yang mendatangkan pahala. Setiap potongan kalimat yang kita ucapkan, ada pahala yang disiapkan di situ.

Salam juga akan menumbuhkan keakraban dan kasih sayang di antara kaum muslimin. Maka kita hendaknya membiasakan anak untuk mengucapkan salam, mengajarkan kepada mereka adab-adab memberi salam.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah sosok pendidik yang yang berjiwa lembut dan beliau menanamkan sunnah salam ini kepada anak-anak. Seperti yang diceritakan oleh Anas bin Malik, bahwa ia pernah melewati sekumpulan anak kecil lantas memberi salam kepada mereka. Kemudian Ibnu Abbas berkata: “Demikianlah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam biasa melakukannya.”

Salah satu tujuan mengucapkan salam kepada anak-anak adalah untuk mengajarkan kepada mereka adab dan syiar salam. Dalam hadits Anas juga disebutkan bahwa Nabi datang kepada kumpulan anak-anak yang sedang bermain kemudian mengucapkan salam kepada mereka.

Baca Juga:
Dalil Shalat dari Al-Qur'an dan Hadits

Maka orang tua janganlah merasa tabu untuk mengucapkan salam kepada kumpulan anak kecil. Karena kaidah/adabnya yaitu:

يُسَلِّمُ الرَّاكِبُ عَلَى الْمَاشِي وَالْمَاشِي عَلَى الْقَاعِدِ وَالْقَلِيلُ عَلَى الْكَثِيرِ

“Hendaknya yang berkendaraan memberi salam kepada yang berjalan kaki, yang berjalan kaki memberi salam kepada yang duduk, yang jumlahnya sedikit memberi salam kepada yang banyak.” (HR. Tirmidzi)

Juga disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah mengunjungi kaum Anshar lalu beliau mengucapkan salam kepada anak-anak Anshar, mengusap kepala mereka dan mendoakan kebaikan bagi mereka.

Ini salah satu yang dicontohkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di dalam mendidik anak, yaitu menunjukkan/memberi contoh kepada mereka syiar salam ini. Sehingga mereka dari kecil sudah terbiasa/akrab dengan syiar Islam ini.

Dan jangan diganti dengan ucapan-ucapan yang lain. Muslim dengan muslim yang lainnya disatukan di seluruh dunia, maka jangan menyumpal dari kaum muslimin di seluruh dunia ini. Kadang-kadang sebagian orang menggantinya dengan ucapan-ucapan yang lain dan mereka mengira itu lebih baik. Ini yang merupakan salah satu bentuk kekeliruan/kesalahan yang fatal. Karena Allah sudah memilih ucapan salam ini untuk mempersatukan kaum muslimin di seluruh dunia. Maka kaum muslimin di Indonesia jangan menyempal dengan membuat salam sendiri dan merasa itu lebih hebat daripada yang dimiliki oleh kaum muslimin sedunia.

Yang mengucapkan salam dari kaum muslimin bukan di Indonesia saja, tapi seluruh dunia. Di manapun mereka berada, dari kutub utara sampai kutub selatan, dari barat sampai ke timur. Maka ajarkan syiar salam ini kepada anak-anak.

Baca Juga:
Kajian Kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah - Hadits 1458-1461 (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Dan sering kita ingatkan juga bahwa ketika mengucapkan salam ini jangan disingkat-singkat. Ucapkanlah dengan pengucapan yang benar dan sempurna. Salam adalah bahasa yang memiliki kaidah, Allah telah memilih ini sebagai salam penduduk dunia dan salam nanti di antara penghuni surga. Maka ucapkan ucapan yang sempurna dan kita berusaha untuk memfasihkan ucapan itu, karena salam adalah doa. Kita mendoakan keselamatan, rahmat dan keberkahan.

Salam adalah dzikir dan doa yang harus diucapkan sehingga di dengar oleh lawan bicara kita. Maka jangan salahkan lawan bicara yang tidak menjawab salam kita karena kita mengucapkannya sangat-sangat kecil suaranya, bahkan cenderung itu hanya bergumam saja sampai orang lain tidak mengerti apa yang diucapkannya.

Ucapkanlah dengan sempurna, apalagi kepada anak-anak kita. Terutama ketika kita masuk rumah kita ucapkan salam kepada penghuni rumah, dan biasakan anak-anak ketika masuk rumah mengucapkannya.

Bagaimana cara menanamkan/membiasakan anak-anak untuk mengucapkan salam? Mari download mp3 kajian dan simak pembahasan yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Lihat juga: Cara Mendidik Anak dan Pentingnya Mencetak Generasi Rabbani

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link kajian “Membiasakan Anak Untuk Mengucapkan Salam” ini melalui jejaring sosial Facebook, Twitter dan yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Baca Juga:
Berkelana Ke Alam Kubur

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.