Rodja Peduli

Shahih At-Targhib wa At-Tarhib

Ancaman Dari Menuntut Ilmu Karena Mengharapkan Selain Allah

By  |  pukul 9:25 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 05 April 2021 pukul 9:16 am

Tautan: https://rodja.id/30r

Ancaman Dari Menuntut Ilmu Karena Mengharapkan Selain Allah merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah كتاب صحيح الترغيب والترهيب (kitab Shahih At-Targhib wa At-Tarhib) yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Rabu, 17 Sya’ban 1442 H / 31 Maret 2021 M.

Download kajian sebelumnya: Bahaya Membuat dan Menyebarkan Hadits Palsu

Kajian Hadits Tentang Ancaman Dari Menuntut Ilmu Karena Mengharapkan Selain Allah

Kita masuk ke bab  الترهيب من تعلم العلم لغير وجه الله تعالى (Ancaman dari menuntut ilmu karena mengharapkan selain Allah). Yang dimaksud “ilmu” di sini adalah ilmu agama. Seperti seseorang belajar fikih, ilmu hadits, Al-Qur’an, ternyata tujuannya mengharapkan selain wajah Allah. Misalnya menginginkan kedudukan dunia, mengharapkan pujian manusia, atau karena ingin disebut ulama dan yang lainnya.

Adapun ilmu dunia yang dituntut dengan tujuan mendapatkan dunia, maka itu tidak mengapa. Karena ilmu dunia memang tujuannya untuk mendapatkan dunia.

Kita masuk hadits yang ke-105. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

من تعلم علما مما يبتغى به وجه الله تعالى لا يتعلمه إلا ليصيب به عرضا من الدنيا لم يجد عرف الجنة يوم القيامة يعني ريحها

“Siapa yang menuntut ilmu dari ilmu-ilmu yang diharapkan padanya wajah Allah (ilmu agama) dan ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan dunia, dia tidak akan mencium bau surga nanti pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam shahihnya dan Al-Hakim berkata shahih sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim)

Baca Juga:
Cara Memimpin Manusia - Kitab Al-Ishbah (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Albani Rahimahullah walaupun didhaifkan oleh sebagian ulama. Akan tetapi maknanya benar, seperti dalam hadits riwayat Muslim, dari hadits Abu Hurairah juga tentang orang yang belajar ilmu dan membaca Al-Qur’an hanya karena ingin disebut ulama.

Telah berlalu hadits Abu Hurairah tentang orang yang pertama kali dibakar dalam api neraka. Di antara mereka adalah:

وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأََ اْلقُرْآنَ فَأُُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَعَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيْكَ اْلقُرْآنَ, قَالَ:كَذَبْتَ, وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ: عَالِمٌ وَقَرَأْتَ اْلقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِىءٌٌ ، فَقَدْ قِيْلَ ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى اُلْقِيَ فيِ النَّارِ

“Seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkan ilmu, ia pun membaca Al-Qur’anul karim. Lalu kemudian pada hari kiamat ia didatangkan dan Allah memperkenalkan nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada dia, maka ia pun mengingatnya. Lalu Allah berfirman: ‘Apa yang kamu amalkan dengan nikmat-nikmat itu?’ Orang ini menjawab: ‘Ya Allah, dahulu aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, aku juga membaca Al-Qur’an karena Engkau semuanya.’ Allah berkata: ‘Kamu dusta! Akan tetapi kamu dahulu menuntut ilmu karena ingin disebut ‘alim ulama dan kamu dahulu membaca Al-Qur’an supaya dikatakan sebagai qari’, dan kamu sudah mendapatkan predikat itu.’ Kemudian ia diseret di atas wajahnya dan dilemparkan ke dalam api neraka.”

Baca Juga:
Hukum Memanjangkan Jenggot

Na’udzubillah.. Ini nasib orang yang menuntut ilmunya bukan karena Allah, tapi karena dunia. Maka ketika menuntut ilmu agama, jangan sampai tujuannya ingin tampil.

Kita katakan bahwa tidak penting untuk eksis, tampil dan terkenalnya kamu di media sosial. Yang penting adalah kita menyampaikan ilmu. Karena kewajiban setiap orang yang menuntut ilmu adalah menyampaikan ilmu. Jadikan sebagai wasilah untuk mendapatkan pahala, bukan untuk mendapatkan pujian manusia dan keterkenalan.

Kita menuntut ilmu harus karena Allah, tujuannya harus karena ingin menghilangkan kebodohan dari diri kita. Tujuan dari menuntut ilmu adalah untuk membela syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala, itu semua adalah keikhlasan.

Makanya Syaikh ‘Utsaimin Rahimahullah ketika menafsirkan makna ikhlas dalam menuntut ilmu, yaitu:

  1. Dalam rangka untuk menjalankan perintah Allah itu Allah. Karena Allah dan RasulNya memerintahkan untuk menuntut ilmu Allah.
  2. Untuk menghilangkan kebodohan dari diri kita.
  3. Untuk membela syariat Allah. Karena kalau tidak ada orang yang menuntut ilmu, siapa yang akan membela syariat Allah? Akan dirusak oleh orang-orang liberal dan orang-orang yang tidak suka kepada Islam.

Niatkan seperti itu, karena itu baru dikatakan ikhlas. Adapun kita menuntut ilmu karena ingin disebut ustadz atau karena ingin tampil, ingin disebut alim ulama, atau tujuan-tujuan dunia lainnya, semua ini akibatnya fatal di akhirat nanti. Akibatnya kita akan diseret di atas wajah-wajah kita dan dilemparkan dalam api neraka. Na’udzubillah..

Bagaimana penjelasan selanjutnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Baca Juga:
Aqidah Ahlussunnah Dalam Meyakini Syafaat - Kitab Al-Ibanah (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Ancaman Dari Menuntut Ilmu Karena Mengharapkan Selain Allah” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.