Telegram Rodja Official

Syarh Riyaadhush Shaalihiin

Keutamaan Ilmu – Bagian ke-2 – Bab 241 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

By  |  pukul 6:30 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 30 Mei 2017 pukul 9:18 pm

Tautan: http://rodja.id/1cc

Ceramah agama tentang kajian kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Firanda Andirja, M.A.

Sebuah ceramah agama dari kajian kitab Riyadhush Shalihin, di mana kajian ini adalah rekaman dari siaran live pada Ahad sore, 29 Rabi’ul Akhir 1435 / 2 Maret 2014 di Radio Rodja dan RodjaTV. Pada pertemuan kali ini, Fadhilatusy Syaikh ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdilmuhsin Al-‘Abbad Al-Badr melanjutkan pembahasan pada kajian sebelumnya, yaitu Keutamaan Ilmu, sehingga ini adalah bagian ke-2, sekaligus bagian terakhir dalam pembahasan bab ini.

[sc:status-riyadhush-shalihin-syaikh-abdur-razzaq-abdul-muhsin-2013]

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Al-‘Ilmu (كتَابُ العِلم)

Bab ke-241: Bab Keutamaan Ilmu (باب فضل العلم تعلمًا وتعليمًا لله) – Bagian ke-2

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali dari 3 perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholih yang mendoakannya.” (H.R. Muslim)

Baca Juga:
Bagaikan Pohon yang Tak Berbuah (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ، مَلْعُونٌ مَا فِيهَا، إِلاَّ ذِكْرَ الله تَعَالَى، وَمَا وَالاهُ، وَعَالِمًا، أَوْ مُتَعَلِّمًا

“Sesungguhnya dunia itu terlaknat, dan terlaknat apa yang terdapat di dunia tersebut, kecuali dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan apa yang dicintai oleh Allah (ketaatan-ketaatan kepada Allah), orang yang alim (berilmu), atau orang yang sedang belajar.” (H.R. Tirmidzi)

Dan Al-Imam An-Nawawi “وَمَا وَالاهُ” adalah “طَاعة الله“, yaitu ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Alhamdulillah, dapat kita simak lengkapnya bagian ke-2, yaitu lanjutan sekaligus akhir pembahasan dari bab Keutamaan Ilmu dari kitab Riyadhush Sholihin bersama seorang ulama Madinah, sekaligus putra dari ulama besar Madinah, Asy-Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab 241 – Bab Keutamaan Ilmu (Bagian ke-2)

Mari kita bagi-bagikan ceramah agama, baik membagikan hasil download ceramahnya maupun bagikan tautan ini kepada saudara-saudara kita di Facebook, Twitter, dan Google+ melalui menu media sosial di bawah. Jazakumullahu khoiron.

2 Comments

  1. Al Hidayat

    Selasa, 30 Mei 2017 at 4:05 PM

    The requested URL was not found on this server.

    Please check the URL or contact the webmaster.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

63 ÷ = 7

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.