Rodja Peduli

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat: Puasa Membuka Pintu-Pintu Kebaikan

By  |  pukul 2:53 pm

Terakhir diperbaharui: Rabu, 21 April 2021 pukul 4:07 pm

Tautan: https://rodja.id/31h

Khutbah Jumat: Puasa Membuka Pintu-Pintu Kebaikan ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 4 Ramadhan 1442 H / 16 April 2021 M.

Khutbah Pertama – Khutbah Jumat: Puasa Membuka Pintu-Pintu Kebaikan

Ummatal Islam,

Seorang sahabat mulia yang bernama Abu Umamah Al-Bahili, ia datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu ia bertanya:

أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟

“Amal apa yang paling utama Wahai Rasulullah?”

Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لاَ عِدْلَ لَهُ

“Hendaklah kamu berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu amalan tiada tanding.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i)

Iya, ia adalah amalan yang tidak ada tandingannya, saudaraku. Karena puasa membuka segala macam pintu kebaikan kepada seorang hamba.

Dengan dijadikan ia lapar, maka syahwatnya pun berkurang, sementara syahwat itu merupakan sumber manusia jatuh kepada semua dosa. Dengan dijadikan ia lapar, saudaraku, hatinya menjadi bening, akalnya pun menjadi bersih. Sehingga pada waktu itu seorang hamba senantiasa ingin mendekatkan dirinya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan ia pun menjauhi berbagai macam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca Juga:
Istiqamah Dalam Beramal

Sungguh, sadaraku.. Orang yang berpuasa dibukakan kepada dia pintu-pintu kebaikan yang banyak. Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika bertanya kepada Muadz bin Jabal:

أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؟

“Maukah aku tunjukkan kamu kepada pintu-pintu kebaikan?”

Kata Muadz bin Jabal: “Mau Wahai Rasulullah.”

Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan tiga pintu kebaikan, kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

الصَّوْمُ جُنَّةٌ

“Puasa itu adalah bagaikan perisai.”

Dalam satu riwayat yang lain:

إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ

“Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari siksa neraka.” (HR. Ahmad).

Kemudian Rasulullah bersabda:

والصَّدّقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

“Dan sedekah itu bisa mematikan dosa sebagaimana air bisa memadamkan api.”

وَصَلاَةُ الرَّجُلِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ

“Dan shalatnya seseorang di waktu malam.”

Subhanallah.. Di bulan Ramadhan ini apabila kita kumpulkan tiga perkara; di siang hari kita berpuasa, di malam hari kita shalat malam (shalat tarawih), kemudian dibarengi dengan kita banyak bersedekah, berarti tiga pintu kebaikan telah kita miliki.

Subhanallah.. Apabila tiga pintu itu kita telah memiliki, saudaraku sekalian, maka semua kebaikan telah terbuka di mata kita.

Oleh karena itulah, saudaraku.. Ini merupakan bulan kebaikan, bulan Ramadhan yang penuh keberkahan, bulan seorang muslim kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana dalam hadits riwayat Tirmidzi, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Baca Juga:
Bab Mengusap Kedua Khuf Saat Safar - Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Badrusalam, Lc.)

يُنَادِي مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ

“Di bulan Ramadhan akan ada yang meneru: ‘Wahai yang menginginkan kebaikan, kemarilah. Wahai yang menginginkan keburukan, tahanlah.”

Maka Subhanallah.. Kita bersyukur kepada Allah, kita memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mensyariatkan puasa Ramadhan sebulan penuh lamanya.

Sunngguh, saudaraku.. Kebaikan yang kita lihat merupakan kebaikan yang kita timbang dengan akhirat kita, bukan dengan beratnya lapar dan dahaganya kita.

Na’am.. Memang ketika puasa kita merasa lapar, kita merasa dahaga, tapi kebaikan yang Allah berikan bagi orang yang berpuasa berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus kali lipat daripada itu.

Maka ketika kita melihat kebaikan berlipat ganda yang Allah berikan kepada orang yang berpuasa, maka akan menjadi ringanlah susahnya kelaparan kita di waktu siang.

Subhanallah, saudaraku sekalian.. Allah memberikan kepada kita syariat yang ringan dibandingkan dengan syariat orang-orang sebelum kita. Kita hanya diyariatkan oleh Allah berpuasa dari semenjak terbit fajar sampai terbenam matahari. Sementara orang-orang sebelum kita diwajibkan berpuasa 24 jam, dari maghrib sampai maghrib kembali.

Semua itu karena Allah menginginkan kemudahan untuk kita, Allah sayang kepada kita umat Islam. Allah mengatakan:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah menginginkan untuk kalian kemudahan, dan Allah tidak menginginkan untuk kalian kesulitan.” (QS. Al-Baqarah[2]: 185)

Bahkan dibalik kesulitan yang kita hanya berpuasa di siang hari ini, dibaliknya berbagai macam kemudahan dan kenikmatan yang Allah telah sediakan dan Allah janjikan untuk kita.

Baca Juga:
Tidak Ada Satupun Bahaya Yang Dibenarkan Oleh Islam

Khutbah Jumat kedua – Khutbah Jumat: Puasa Membuka Pintu-Pintu Kebaikan

Ummatal Islam,

Seorang mukmin tidak melihat kepada beratnya amal, akan tetapi seorang mukmin melihat kepada besarnya pahala. Karena sesungguhnya beratnya amal -saudaraku sekalian- ketika diberikan oleh Allah pahala yang sangat besar, maka pada waktu itu amal akan terasa ringan. Seperti halnya orang yang bekerja, ketika ia tahu pekerjaannya berat tapi gajinya sangat besar sekali dan ia melihat gajinya yang sangat besar, maka akan terasa ringan pekerjaan yang berat tersebut.

Demikian pula kita seorang mukmin, ketika melihat puasa Ramadhan sebulan penuh kita berpuasa, merasakan kelaparan selama sebulan, kita tidak melihat kepada beratnya puasa, beratnya dahaga, tapi yang kita lihat adalah besarnya pahala yang Allah janjikan, berupa surga, berupa kesenangan yang abadi, berupa kekenyangan di hari kiamat nanti, karena sesungguhnya orang yang paling lapar di hari akhirat adalah orang yang paling banyak kenyangnya di dunia ini.

Maka dari itulah, saudaraku.. Seorang mukmin bergembira menjalankan perintah puasa dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seorang muslim merasa senang dengan adanya syariat bulan Ramadhan ini. Karena sesungguhnya itu adalah kebaikan yang Allah inginkan untuk kita. Agar Allah ampuni dosa kita, agar Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita pahala berupa surga, belum lagi berupa kesehatan pada badan kita, dan banyak lagi kalau kita hitung-hitung manfaat yang sangat besar dari bulan Ramadhan yang sangat banyak sekali, tidak bisa kita hitung.

Baca Juga:
Berlemah Lembut - Bab 217 - Hadits 470 - Bagian 2 - Kitab Al-Adab Al-Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

Download mp3 Khutbah Jumat

Lihat juga: Khutbah Jumat Singkat Tentang Dunia Bukanlah Tempat Pembalasan

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download “Khutbah Jumat: Puasa Membuka Pintu-Pintu Kebaikan” ini kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau yang lainnya. Semoga menjadi pembukan pintu kebaikan bagi kita semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.