Rodja Peduli

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat: Dosa Terbesar Adalah Kesyirikan

By  |  pukul 9:11 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 03 Juni 2021 pukul 2:42 pm

Tautan: https://rodja.id/32h

Khutbah Jumat: Dosa Terbesar Adalah Kesyirikan ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 16 Syawal 1442 H / 28 Mei 2021.

Khutbah Pertama – Dosa Terbesar Adalah Kesyirikan

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus para Rasul untuk mendakwahkan kita kepada tauhid, mendakwahkan kepada manusia agar mereka beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala saja dan menjauhkan berbagai macam kesyirikan. Karena sesungguhnya dosa yang terbesar di mata Allah ‘Azza wa Jalla adalah mempersekutukan Allah Jalla wa ‘Ala.

Di mata sebagian manusia, dosa terbesar itu adalah korupsi. Di mata sebagian orang, dosa terbesar itu adalah pembunuhan. Di mata sebagian orang, dosa terbesar itu adalah merampok, membunuh dan yang lainnya. Akan tetapi di mata Allah, dosa yang paling besar adalah syirik. Itu adalah dosa satu-satunya yang tidak akan pernah Allah ampuni apabila seseorang wafat diatasnya. Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ…

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa yang lebih rendah dari kesyirikan…” (QS. An-Nisa[4]: 48)

Karena hakikat syirik adalah kedzaliman yang besar. Bagaimana dia menyamakan Allah, pencipta langit dan bumi dengan makhluk yang lemah yang membutuhkan karunia Allah Jalla wa ‘Ala.

Baca Juga:
Khiyar dengan Pemberitahuan Harga - Kitab Zadul Mustaqni (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

Hakikat syirik adalah mengandung penghinaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Sempurna. Karena disamakan dengan makhluk yang tidak sempurna. Hakikat syirik artinya Allah Subhanahu wa Ta’ala dianggap bahwa kekuatanNya sama dengan kekuatan makhluk yang lemah. Hakikat kesyirikan itu tiada lain adalah menganggap makhluk itu mempunyai kekuatan yang sehebat kekuatan Allah. Padahal tidak ada yang sebanding dengan Allah. Allah mengatakan dan memproklamirkan dalam ayatNya:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ‎﴿١﴾‏ اللَّهُ الصَّمَدُ ‎﴿٢﴾‏ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ‎﴿٣﴾‏ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ‎﴿٤﴾‏

Katakan: ‘Allah adalah Esa…’

Disebut Esa apabila tidak ada tandingannya. Adapun kalau masih ada tandingannya, maka tidak disebut Esa.

Oleh karena itu Allah mengatakan:

اللَّهُ الصَّمَدُ ‎﴿٢﴾

Allah tempat bergantung seluruh makhluk.

Semua makhluk bergantung kepada Allah, membutuhkan karunia Allah Jalla wa ‘Ala.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ‎﴿٣﴾‏

Allah tidak melahirkan dan Allah pun tidak dilahirkan.”

Allah tidak membutuhkan istri, Allah tidak membutuhkan anak. Beda dengan makhluk yang membutuhkan anak untuk melanjutkan generasinya.

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ‎﴿٤﴾‏

Dan Allah tidak sebanding dengan apapun juga.

Tidak ada makhluk yang sebanding dengan Allah. Sampai malaikat yang sangat besar pun. Ini dia malaikat yang disebut dengan malaikat pemikul ‘Arsy, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan dalam haditsnya:

Baca Juga:
Menetapkan Sifat Allah dengan Dalil, Bukan dengan Akal dan Logika

أُذِنَ لي أن أُحَدِّثَ عن ملكٍ من حملةِ العرشِ

“Diizinkan untukku menceritakan kepada kalian bagaimana besarnya malaikat pemikul ‘Arsy.”

ما بين شحمةِ أذنِه إلى عاتقِه مسيرةَ سبعمائةِ عامٍ

“Jarak antara daging telinganya sampai ke pundaknya 700 tahun perjalanan.”

Itu dia malaikat terbesar yang Allah ciptakan. Malaikat ini sangat takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mereka sangat takut dan selalu berdoa kepada Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اَلَّذِيْنَ يَحْمِلُوْنَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهٗ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُوْنَ بِهٖ وَيَسْتَغْفِرُوْنَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۚ رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَّعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِيْنَ تَابُوْا وَاتَّبَعُوْا سَبِيْلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِ

Malaikat pemikul ‘Arsy dan malaikat yang ada di sekitar ‘Arsy bertasbih memuji Rabb mereka dan beriman kepadaNya...” (QS. Ghafir[40]: 7)

Para malaikat yang begitu besar saja tidak pernah merasa sombong untuk menghambakan dirinya kepada Allah. Allah berfirman:

لَّن يَسْتَنكِفَ الْمَسِيحُ أَن يَكُونَ عَبْدًا لِّلَّهِ وَلَا الْمَلَائِكَةُ الْمُقَرَّبُونَ…

“Al-Masih Isa bin Maryam tidak pernah sombong untuk menghambakan dirinya kepada Allah, tidak pula malaikat yang di dekatkan…” (QS. An-Nisa'[4]: 172)

Mereka semua menghambakan dirinya kepada Allah, mentauhidkan Allah, mereka betul-betul mengagungkan Allah Jalla wa ‘Ala.

Ummatal Islam,

Ini dia seorang malaikat yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kabarkan:

إنَّ اللَّهَ أذِنَ لي أن أحدِّثَ عن ديكٍ قد مرَقت رجلاهُ الأرضَ، وعنقُهُ منثَنٍ تحتَ العرشِ وَهوَ يقولُ: سبحانَكَ ما أعظمَكَ ربَّنا

Baca Juga:
Dosa Besar Keempat Puluh Dua: Istri yang Durhaka - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq Al-Badr)

“Sesungguhnya Allah mengizinkan aku untuk menceritakan tentang seekor ayam jantan yang kedua kakinya menembus bumi, dan lehernya merunduk di bawah ‘Arsy seraya berkata: “Maha suci Engkau, betapa besarnya Engkau ya Rabb kami.” (HR. Ath Thabrani)

Padahal ayam ini sangat besar sebagaimana Rasul ceritakan. Kakinya menembus bumi, kepalanya merunduk di bawah ‘Arsy, dan jarak antara bumi dengan ‘Arsy 50.000 tahun lamanya. Ternyata dia mengatakan: “Maha Suci Engkau Ya Rabb, betapa besarnya diriMu.”

Mereka makhluk-makhluk yang sangat besar, ternyata mereka menghambakan dirinya kepada Allah. Lalu manusia yang kecil, manusia yang lemah, ia kemudian menyembah selain Allah, ia kemudian mengatakan bahwa Allah punya anak, kemudian dia mengatakan Allah punya sekut, Laa Ilaaha Illallah.

Subhanallah.. Adakah penghinaan yang berat terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dari kesyirikan? Apabila kita saja dihina oleh manusia bahwa kita dianggap kita lemah dan yang lainnya, mungkin kita tidak akan mau. Padahal misalnya badan kita kuat, lalu disamakan dengan orang-orang yang sangat lemah kekuatannya, kita tidak akan mau itu. Bagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala hendak disamakan dengan makhluk-makhluk yang sangat lemah, yang makhluk itu sendiri butuh kepada karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala, membutuhkan rahmat Allah Jalla wa ‘Ala.

Maka, saudaraku.. Tidak ada dosa di mata Allah yang lebih besar dan lebih berat, dan tidak kedzaliman yang lebih besar dari kesyirikan. Allah berfirman:

Baca Juga:
Mandi Besar

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Sesungguhnya kesyirikan itu kedzaliman yang besar.” (QS. Luqman[31]: 13)

Maka Allah mengancam orang yang berbuat syirik dan wafat diatas syirik haram ia masuk ke dalam surga Allah. Allah berfirman:

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ

Siapa yang mempersekutukan Allah, maka Allah haramkan ia masuk ke dalam surga dan tempatnya dalam api neraka.” (QS. Al-Ma’idah[5]: 72)

Ummatal Islam,

Oleh karena itulah semua Nabi dan Rasul Allah utus kepada manusia untuk mengingatkan ini. Yaitu tentang bahaya syirik agar manusia mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar manusia beribadah dan memurnikan ibadah hanya kepada Allah, agar tawakalnya hanya kepada Allah, agar doanya hanya kepada Allah, agar mereka cinta dan bencinya karena Allah, dan mereka menjadikan hidup dan matinya karena Allah dan kepada Allah.

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah: ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala saja.’” (QS. Al-An’am[6]: 162)

Khutbah Jumat kedua – Dosa Terbesar Adalah Kesyirikan

Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sangat memperhatikan masalah tauhid dan bahaya syirik ini. Sampai-sampai beliau selalu mengingatkan dan khawatir kepada umatnya akan perbuatan syirik. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lima hari sebelum meninggal dunia mewanti-wanti para sahabat:

Baca Juga:
Adab dan Akhlak Kepada Orang Tua

لَعَنَ اللَّهُ اليَهُودَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

“Laknat Allah atas Yahudi dan Nasrani, mereka mengambil kuburan Nabi mereka sebagai masjid.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu semua bisa menjerumuskan kepada kesyirikan. Rasulullah melarang kita memuji Rasulullah berlebih-lebihan, beliau bersabda dalam hadits yang shahih:

لاَ تُطْرُوْنِيْ كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ، إِنَّمَا أَنَا عَبْدٌ، فَقُوْلُوْا: عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلِهِ

“Jangan kalian berlebih-lebihan dalam memujiku sebagaimana orang-orang Nasrani berlebih-lebihan memuji Isa bin Maryam, aku ini hanyalah hamba Allah, maka katakan aku adalah: hamba Allah dan RasulNya.” (HR. Bukhari)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahkan apabila datang kemudian para sahabat berdiri beliau tidak suka disambut dengan berdiri. Maka para sahabat paham itu, mereka tidak berani berdiri karena mereka tahu Rasulullah tidak menyukainya.

Sampai demikian Rasulullah mengajarkan umatnya agar umatnya tidak mengagungkan selain Allah secara berlebih-lebihan. Maka saudaraku sekalian, pahamilah ini. Dan jadilah kita orang yang senantiasa mentauhidkan Allah, yang menjadikan Allah lebih agung di hati-hati kita, Allah lebih agung daripada segala sesuatu di hati kita, Allah yang lebih kita cintai dari segala-galanya, Allah yang sangat kita takuti dari segala-galanya, Allah yang senantiasa kita gantungkan harapan kita kepada Allah Jalla wa ‘Ala. Maka kita pun berkeluh kesah hanya kepada Allah, sebagaimana Nabi Ya’qub berkata:

إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ

Baca Juga:
Konsekuensi dari Sahnya Akad Bagian 2 - Kitab Zadul Mustaqni (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

Sesungguhnya aku hanyalah mengadukan kesedihan dan kesusahanku kepada Allah saja.” (QS. Yusuf[12]: 86)

Orang yang mentauhidkan Allah sungguh diberikan oleh Allah kebahagiaan yang luar biasa di dunia dan akhirat. Allah berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri iman mereka dengan kesyirikan, mereka itu mendapatkan keamanan dan mereka mendapatkan hidayah.” (QS. Al-An’am[6]: 82)

Keamanan dan hidayah di dunia dan akhirat.

Maka setiap kita harus menjadi orang yang berusaha mentauhidkan Allah dan kita khawatir apabila kita jatuh kepada kesyirikan. Karena sesungguhnya apabila kita tidak khawatir kepada syirik, betapa mudahnya kita jatuh kepada kesyirikan itu? Kalau kita tidak menganggap besar masalah syirik, kita menganggap remeh masalah syirik, maka pintu peremehan ini adalah merupakan pintu setan yang besar agar kita jatuh kepada kesyirikan.

Maka jangan remehkan syirik sekecil apapun, saudaraku. Karena syirik kecil kata para ulama lebih berat daripada dosa besar.

Download mp3 Khutbah Jumat Dosa Terbesar Adalah Kesyirikan

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download “Dosa Terbesar Adalah Kesyirikan” ini kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau yang lainnya. Semoga menjadi pembukan pintu kebaikan bagi kita semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.