Rodja Peduli

Talbis Iblis

Setan Ada Bersama Setiap Orang

By  |  pukul 9:11 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 14 Juni 2021 pukul 7:40 am

Tautan: https://rodja.id/32r

Setan Ada Bersama Setiap Orang adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 12 Syawwal 1442 H / 24 Mei 2021 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Setan Ada Bersama Setiap Orang

Di dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengisyaratkan adanya Qarin yang selalu menyertai manusia, dan juga Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengingatkan kita bahwa setiap insan akan disertai oleh dua Bithonah, yaitu Bithonatul Khair (pembisik kebaikan, yaitu malaikat) dan Bithonatus Suu’ (pembisik keburukan, yaitu setan).

Dan dinukilkan dari Ummul Mukminin ‘Aisyah Radhiyallahu’ Anha:

أنَّ رَسولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ خَرَجَ مِن عِندِهَا لَيْلًا، قالَتْ: فَغِرْتُ عليه، فَجَاءَ فَرَأَى ما أَصْنَعُ، فَقالَ: ما لَكِ؟ يا عَائِشَةُ أَغِرْتِ؟ فَقُلتُ: وَما لي لا يَغَارُ مِثْلِي علَى مِثْلِكَ؟ فَقالَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ: أَقَدْ جَاءَكِ شيطَانُكِ قالَتْ: يا رَسولَ اللهِ، أَوْ مَعِيَ شيطَانٌ؟ قالَ: نَعَمْ قُلتُ: وَمع كُلِّ إنْسَانٍ؟ قالَ: نَعَمْ قُلتُ: وَمعكَ؟ يا رَسولَ اللهِ، قالَ: نَعَمْ، وَلَكِنْ رَبِّي عَزَّ وَ جَلَّى أَعَانَنِي عليه حتَّى أَسْلَمَ

“Bahwa pada suatu malam, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam keluar dari sisi ‘Aisyah. ‘Aisyah menuturkan: “Aku pun merasa cemburu kepada beliau. Saat kembali, beliau mengetauhi kecemburuanku. Lantas beliau bertanya: ‘Ada apa denganmu, wahai Aisyah? Apakah kamu cemburu?’ Aku menjawabnya: ‘Bagaimana aku tidak cemburu terhadap orang sepertimu?’ Beliau bertanya: ‘Apakah setanmu telah mendatangimu?’ Aku balik bertanya: ‘Wahai Rasulullah, adakah setan bersamaku?’ Beliau menjawab: ‘Ya’. Aku bertanya: ‘Apakah setan itu bersama setiap orang?’ Beliau menjawab: ‘Ya’. ‘Apakah bersama engkau juga?’ tanyaku kembali. Beliau menjawab: ‘Ya, hanya saja Rabbku telah menolongku untuk menguasainya, hingga ia masuk Islam'”.

Baca Juga:
Jika Suami Tidak Mencintai Istrinya

Imam Al-Khathabi rahimahullah berkata : “Semua perawi menyebutkan hadits ini dengan lafazh: (( فَأَسْلَمَ)) (hingga setan itu masuk Islam), yakni dalam bentuk fi’il madhi (kata kerja lampau), kecuali Sufyan bin Uyainah, dengan lafazh: (( فَأَسْلَمُ)) (hingga aku selamat), yakni selamat dari kejahatan setan. Sufyan beralasan: ‘Syaitan tidak mungkin masuk Islam'”.

Namun ada kemungkinan bahwa setan yang masuk Islam adalah setan khusus yang menertai Nabi, bukan untuk manusia-manusia lain.

Pernyataan Ibnu Uyainah ini cukup bagus. Dia memperlihatkan kesungguhan diri dalam upaya menentang setan. Namun, hadits Ibnu Mas’ud membantah pendapat Ibnu Uyainah tersebut. Ibnu Mas’ud meriwayatkannya secara marfu:

“Tidak ada seorang pun di antara kalian melainkan telah disertakan kepadanya satu Qarin (penyerta) dari bangsa jin dan satu lagi Qarin dari bangsa malaikat’. Para sahabat lantas bertanya: ‘Begitu pula engkau, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab: ‘Begitu pula aku, akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala menolongku untuk dapat menguasainya, sehingga setan itu tidak menyuruh aku kecuali kepada kebenaran. ‘Dalam riwayat lainnya disebutkan: ‘… sehingga dia tidak menyuruh aku kecuali kepada kebaikan.” (HR. Muslim)

Sehingga setan ini sudah masuk Islam dan tidak menyuruh kecuali kepada kebenaran dan kebaikan. Pengkhususan ini sebagaimana pengkhususan hati Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dicuci dengan air zamzam dan diangkat keburukan-keburukan dari hati beliau. Hal ini tentunya tidak berlaku pada setiap orang.

Baca Juga:
Penjelasan Aqidah Aswaja (Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas)

Ada dua hal yang senantiasa membuat kita bimbang, antara bisikan kebaikan dan bisikan keburukan. Kadang-kadang kita mau melakukan kebaikan, ternyata bisikan keburukan lebih kuat, sehingga kita tidak jadi melakukan kebaikan itu. Demikian pula ketika kita ingin melakukan dosa, ada upaya untuk mencegah bisikan-bisikan baik yang selalu meneriaki kita untuk tidak melakukannya. Tapi ternyata kalah dengan bisikan-bisikan buruk, sehingga kita tetap melakukan dosa itu dan tidak mengindahkan peringatan-peringatan yang mungkin masuk ke dalam telinga dan hati.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak pembahasan yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Setan Ada Bersama Setiap Orang” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.