Rodja Peduli

Mencetak Generasi Rabbani

Pembiasaan Pada Anak

By  |  pukul 9:48 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 06 Juli 2021 pukul 1:37 pm

Tautan: https://rodja.id/33s

Pembiasaan Pada Anak merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Mencetak Generasi Rabbani. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 18 Dzulqa’dah 1442 H / 29 Juni 2021 M.

Kajian sebelumnya: Delapan Metode Pembelajaran: Kisah dan Cerita

Kajian Islam Ilmiah Tentang Pembiasaan Pada Anak

Ada pepatah yang berkata “Alah bisa karena biasa.” Itu adalah bentuk latihan yang harus terus diulang-ulang. Pembiasaan sesuatu akan melahirkan suatu kemampuan. Anak yang dibiasakan berbuat baik maka dia akan terbiasa dengan kebaikan.

Ini adalah pendidikan Islami yang dicontohkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sebab jika anak itu rutin melakukan satu kebaikan ataupun amal secara teratur, maka ia pun akan terbiasa dengan kebiasaan itu dan akan mudah untuk melakukannya bahkan tanpa perlu diperintah.

Sebagai orang tua, mungkin kita akan letih kalau setiap waktu kita harus mengulang-ulang perintah yang sama kepada anak. Maka pembiasan ini akan membuatnya mudah melakukan rutinitas itu. Pembiasan ini juga akan melahirkan sikap disiplin terhadap tugas ataupun tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.

Dengan pembiasaan, urusan yang banyak itu akan menjadi mudah baginya untuk dilakukan. Ini berlaku pada urusan agama maupun dunia, dari yang besar sampai yang kecil, dari yang penting sampai yang sepele, dari yang sifatnya pribadi sampai amanah yang dibebankan oleh orang lain.

Baca Juga:
Definisi Sunnah dan Bid'ah

Semuanya perlu pembiasaan, maka tanamkan kepada anak kebiasaan melakukan sesuatu yang baik yang membawa maslahat dan manfaat, baik dalam urusan dunianya maupun agamanya. Misalnya dalam ibadah, adab, tutur kata, sopan santun, rutinitas keseharian, dan segala aktivitas-aktivitas yang bermanfaat lainnya.

Tentunya anak perlu dilatih dan dibimbing. Sebagai orang tua kita harus juga bisa mendampinginya di dalam melakukan pembiasaan tersebut. Mau tidak mau orang tua juga harus membiasakan diri melakukan sesuatu yang dia biasakan pada anaknya. Karena tentunya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Ketika orang tua membiasakan diri membaca, maka anak juga akan terbiasa membaca. Dalam hal ini tentunya ada amal-amal yang perlu kita nampakkan. Dan maslahatnya lebih banyak kita nampakkan daripada kita sembunyikan di hadapan anak-anak kita. Mungkin amal itu kita sembunyikan dari pandangan manusia, tapi untuk anak maka maslahatnya lebih besar kita nampakkan. Karena kita ingin dia melihat dan mengetahui kebiasaan kita. Sehingga dia juga mengikuti kebiasaan itu.

Jadi perlu pendampingan dari para orang tua yang ingin agar anaknya terbiasa melakukan suatu amalan. Orang tua juga harus membiasakan diri dengan amalan itu. Karena kalau si anak tidak melihat contoh ataupun teladan dalam hal ini, tentunya sulit bagi dia untuk membiasakan perkara tersebut.

Misalnya di dalam rutinitas keseharian, pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari. Seperti  membersihkan dan merapikan kamar, itu juga perlu pembiasaan, sehingga dia terbiasa dan cekatan melakukannya. Karena ada anak yang tidak terbiasa melakukan rutinitas itu. Maka dia tidak mengerti bagaimana cara merapikan tempat tidur. Sudah dia lakukan, tapi hasilnya tidak memuaskan karena dia tidak terbiasa melakukan rutinitas itu.

Baca Juga:
Mukaddimah Kajian Kitab Shahih At-Targhib wa At-Tarhib

Dalam hal ini anak jangan terlalu dimanjakan dengan adanya pembantu. Ada hal-hal yang itu jangan dilakukan oleh pembantu, tujuannya adalah untuk melatih anak itu melakukan satu rutinitas yang berkaitan dengan kesehariannya.

Misalnya juga menggosok gigi. Ini adalah rutinitas keseharian yang perlu dibiasakan. Karena terkadang anak-anak malas menggosok gigi dan menjaga kebersihan mulutnya, harus disuruh setiap hari oleh kedua orang tua. Ini kembali kepada kebiasaan yang harus dibiasakan dari kecil.

Cara yang bisa ditempuh misalnya dengan mengajak gosok gigi bersama, hingga dia melihat bagaimana menggosok gigi yang benar dan terbiasa melakukannya. Jika sudah terbiasa, dia akan tetap melakukan kebiasaan itu meskipun sedang tidak berada di hadapan kita.

Menanamkan sifat disiplin pada anak

Salah satu faidah, hikmah dan manfaat kita melatih kebiasaan pada anak adalah menanamkan sifat disiplin padanya. Anak kenal waktu dan jadwal, itu juga perlu dilatih. Karena ada anak-anak yang tidak kenal jadwal dan waktu. Ini menunjukkan bahwa kedisiplinan juga perlu dilatih dan dibiasakan.

Ini merupakan satu modal besar baginya ketika dia dewasa. Kedisiplinan merupakan modal keberhasilan dan kesuksesan dalam urusan apapun. Dalam urusan menuntut ilmu misalnya, penuntut ilmu yang tidak disiplin tidak akan sukses. Adapun penuntut ilmu yang disiplin dengan waktunya, dengan jadwalnya, dengan tabel rutinitasnya, maka dia akan berhasil.

Baca Juga:
Penjelasan Makna Lafadz Allah

Shalat mengajarkan disiplin

Di dalam Islam, latihan disiplin waktu melalui shalat lima waktu. Secara tidak langsung Allah melatih kita untuk disiplin waktu.

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditetapkan waktu-waktunya.” (QS. An-Nisa'[4]: 103)

Ada waktu masuk dan waktu berakhir yang perlu dijaga, diawasi dan diperhatikan sehingga tidak keluar waktu atau melakukannya sebelum waktu.

Ini perlu ditanamkan pada anak-anak kita. Terutama hari ini, perkara yang paling mengganggu kedisiplinan anak adalah kebiasaannya bermain HP yang membuat dia lupa waktu dan tidak tahu jadwal harian.

Kita berharap semoga dari pembiasaan yang kita latih kepadanya sedari kecil, dia tumbuh menjadi seorang anak yang disiplin terhadap waktunya. Karena seseorang itu sukses bergantung bagaimana dia bisa memanfaatkan waktunya dengan baik.

Bagaimana penjelasan selanjutnya? Mari download dan simak kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Lihat juga: Cara Mendidik Anak dan Pentingnya Mencetak Generasi Rabbani

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link kajian “Delapan Metode Pembelajaran: Kisah dan Cerita” ini melalui jejaring sosial Facebook, Twitter dan yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Baca Juga:
Persatuan Umat Islam - Bagian ke-1 - Poin 80 - Syarah 'Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah (Ustadz Yazid 'Abdul Qadir Jawas)

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.