Rodja Peduli

Al-Qiyamah Ash-Shughra

Diadzabnya Mayit Akibat Tangisan Orang Yang Hidup

By  |  pukul 8:17 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 13 Juli 2021 pukul 4:11 pm

Tautan: https://rodja.id/345

Diadzabnya Mayit Akibat Tangisan Orang Yang Hidup merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Al-Qiyamah Ash-Shughra yang disampaikan oleh Ustadz Ali Nur, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 11 Dzul Qo’dah 1442 H / 21 Juni 2021 M.

Kajian Tentang Diadzabnya Mayit Akibat Tangisan Orang Yang Hidup

Ketika ‘Umar bin Khathab Radhiyallahu ‘Anhu tertikam dan Suhaib pun datang menjenguk beliau seraya menangis dan berkata:

وا أخاه، واصاحباه،

“Duhai saudaraku, duhai temanku.”

Hal ini menunjukkan perasaan yang sangat perih. Mendengar hal itu, ‘Umar berkata:

يا صهيب أتبكي عليَّ وقد قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن الميت يُعَذَّب ببعض بكاء أهله عليه

“Ya Suhaib, apakah engkau menangisiku sementara Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah mengatakan: ‘Sesungguhnya si mayit akan di adzab akibat sebagian tangisan keluarganya terhadap dirinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha mengingkari kalau Rasulullah pernah mengucapkan hadits ini. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits bahwasanya Abdullah bin Abbas menceritakan hadits yang diriwayatkan oleh ‘Umar tersebut kepada ‘Aisyah. Maka ‘Aisyah mengomentari:

رحم الله عمر، والله ما حدَّث رسول الله صلى الله عليه وسلم أن الله ليعذب المؤمن ببكاء أهله عليه

“Semoga Allah senantiasa merahmati ‘Umar. Demi Allah Rasulullah tidak pernah mengucapkan hadits bahwasanya Allah mengadzab seorang mukmin akibat tangisan keluarganya terhadap dirinya.

Baca Juga:
Hukum Gadai Dalam Islam

ولكن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: إن الله ليزيد الكافر عذاباً ببكاء أهله عليه

“Akan tetapi Rasulullah pernah bersabda dalam redaksi: ‘Sesungguhnya Allah akan menambah adzab bagi orang kafir akibat tangisan keluarganya terhadap dirinya.”

حسبكم القرآن وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى [فاطر: 18]))

“Cukuplah hal ini dikuatkan dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: ‘Sesungguhnya orang yang berdosa tidak akan mengemban dosa orang lain.'” (HR. Bukhari)

Jadi maksud ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha adalah bahwa kalau keluarganya yang menangis, maka itu dosa keluarganya tersebut. Mengapa akibat dosa si keluarga akhirnya si mayit yang diadzab?

Bagaimana pembahasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian yang sangat bermanfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Diadzabnya Mayit Akibat Tangisan Orang Yang Hidup” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.