Rodja Peduli

Zadul Mustaqni

Penerima Eksekusi Wasiat

By  |  pukul 7:54 am

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 17 Juli 2021 pukul 8:48 am

Tautan: https://rodja.id/34b

Penerima Eksekusi Wasiat merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. dalam pembahasan Kitab Zadul Mustaqni. Kajian ini disampaikan pada Kamis, 05 Dzulhijjah 1442 H / 15 Juli 2021.

Download kajian sebelumnya: Contoh-Contoh Ucapan Wasiat dan Pembagiannya

Kajian Islam Ilmiah Tentang Penerima Eksekusi Wasiat

Kita telah sampai pada pembahasan tentang orang yang menerima eksekusi wasiat (الموصى إليه) atau dikenal juga dengan Al-Washi (الواصي).

Muslim

Mualif menjelaskan bahwa diperbolehkan seorang muslim mewasiatkan kepada muslim. Berarti syarat pengeksekutor wasiat adalah muslim, adapun nonmuslim -berdasarkan perkataan mualif- tidak diperbolehkan.

Setelah muslim, maka ada persyaratana yang lain. Yaitu:

Mukallaf

Mukallaf berarti baligh dan berakal. Kalau seorang wafat dia mengatakan: “Bila aku wafat maka 10% dari keseluruhan hartaku wahai Ali tolong kau berikan untuk yayasan dakwah yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.”

Ketika yang berwasiat itu wafat, umur Ali masih 10 tahun. Maka tentu tidak sah karena dia belum baligh.

Adil

Yang dimaksud adil dengan perkataan para ahli ilmu yaitu orang yang tidak melakukan dosa besar dan tidak sering melakukan dosa kecil. Misalnya seseorang berwasiat kepada Ali yang setiap hari merokok, maka batal status Ali sebagai Washi. Karena orang yang melakukan dosa besar atau terus-menerus melakukan dosa kecil termasuk orang fasik. Sedangkan orang fasik tidak diterima persaksiannya dan tidak diterima juga beritanya.

Baca Juga:
Mengajarkan Bahasa Arab Kepada Anak

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا…

Wahai orang-orang yang beriman, bila datang kepada kalian seorang yang fasik membawa berita, maka tabayyun minta kejelasan…” (QS. Al-Hujurat[49]: 6)

Berarti berita dari dia tidak diterima. Sebagaimana beritanya tidak terima, maka perbuatannya atas nama orang lain juga tidak dapat diterima.

Rasyid

Rasyid adalah cakap mengelola harta tersebut. Kalau seseorang mengatakan: “Sepertiga hartaku berikan kepada lembaga dakwah.” Misalnya hartanya berbentuk barang dagangan. Kalau diberikan ke lembaga dakwah mungkin tidak bisa memanfaatkannya. Maka berarti Si Washi ini mampu menjualkan dengan harga yang tidak merugikan pihak lembaga dakwah tadi.

Boleh seorang budak

Maka Washi boleh seorang budak dan diterima statusnya sebagai washi bila tuannya mengizinkan.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link kajian “Penerima Eksekusi Wasiat” ini melalui jejaring sosial Facebook, Twitter dan yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Baca Juga:
Ayah dan Ibu Adalah Guru di Rumah

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.