Rodja Peduli

Mencetak Generasi Rabbani

Memberi Hadiah Untuk Anak

By  |  pukul 10:06 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 29 Juli 2021 pukul 9:50 am

Tautan: https://rodja.id/34u

Memberi Hadiah Untuk Anak merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Mencetak Generasi Rabbani. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 17 Dzulzijjah 1442 H / 27 Juli 2021 M.

Kajian sebelumnya: Agar Hadiah dan Hukuman Efektif

Kajian Islam Ilmiah Tentang Memberi Hadiah Untuk Anak

Pada kajian sebelumnya telah kita bahas poin pertama, yaitu setimbang dalam memberi hadiah dan hukuman. Ada yang terlalu banyak memberikan hadiah dan tidak menjatuhkan sanksi dan hukuman apapun kepada anak ketika ia memang sudah masuk usia untuk diberi sanksi dan hukuman. Ada juga yang sebaliknya, yaitu berlebihan di dalam memberikan hukuman dan sangat bakhil untuk memberikan hadiah.

Maka kesetimbangan harus kita lakukan, memberikan porsi yang tepat, menggunakan standar yang digunakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam memberikan pahala dan dosa bagi hamba-hambaNya. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan balasan satu kebaikan 10 kali lipat dan memberi ganjaran atas sebuah dosa hanya satu. Artinya hadiah harus lebih banyak kita berikan sebagai bentuk apresiasi kepada anak ketimbang hukuman.

Tidak semua kesalahan harus ditimpali dengan hukuman, tapi hendaknya setiap kebaikan harus mendapatkan apresiasi. Inilah kesetimbangannya.

Hadiah Untuk Anak

Ketika berbicara hadiah, mungkin yang terbetik dalam benak kita adalah hadiah materi. Ini sebenarnya keliru. Karena ternyata hadiah nonmateri adalah hadiah yang terbaik, bahkan lebih baik daripada hadiah-hadiah yang bersifat materi.

Ketika kita katakan bahwa setiap kebaikan harus diberi balasan, bukan berarti harus diberi balasan materi. Tapi balasan itu harus ada, walaupun itu hadiah yang bersifat nonmateri. Dan pemberian hadiah yang nonmateri ini kadang-kadang lebih berkesan, lebih membekas dan lebih dikenang daripada hadiah-hadiah materi.

Baca Juga:
Anak dan Dasar-Dasar Keilmuan - Fiqih Pendidikan Anak (Ustadz Abdullah Zaen, M.A.)

Ditambah lagi pemberian hadiah berupa materi (barang/uang) berpotensi pada ketergantungan anak terhadap hadiah tersebut. Sehingga hasilnya seorang anak enggan berbuat kebaikan sebelum menerima hadiah. Maka ketika kita memberikan hadiah kepada anak, jangan melulu materi. Tapi ada hadiah-hadiah nonmateri yang selalu kita berikan kepadanya.

Jika anak sudah ketergantungan dengan hadiah berupa materi, maka anak akan minta yang lebih dan lebih lagi tanpa kebaikan dan prestasi yang dia lakukan. Apalagi jika dalam penerapan hal itu tidak sesuai dengan syarat-syarat perhatikan yang harus diperhatikan. Maka sekaya apapun kita bisa-bisa harta yang ada tidak mencukupi jika harus memenuhi semua tuntutan anak.

Hadiah Nonmateri

Di surga, bukan hanya nikmat-nikmat yang bersifat materi seperti makanan, bidadari, istana dan lain sebagainya. Tapi ternyata nikmat yang tertinggi adalah melihat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka bentuk hadiah yang terbaik ternyata bukan berupa materi, tapi berupa nonmateri. Misalnya perhatian verbal maupun fisik. Bentuk perhatian verbal antara lain berupa ungkapan, pujian dan doa. Misalnya ucapan: “Subhanallah, MasyaAllah, Alhamdulillah” dan pujian-pujian, kata-kata indah penuh motivasi yang kita berikan kepada anak.

Hadiah dalam bentuk perhatian fisik misalnya berupa pelukan, elusan di kepala, acungan jempol atau uangkapan kekaguman, senyuman.

Betuk hadiah yang nonfisik ini mungkin terlihat sepele, namun pengaruhnya terhadap jiwa anak sangat mendalam dan bertahan lama. Kegembiraan karena menerima hadiah berupa uang atau barang, mungkin bertahan sebentar saja. Sebab anak akan segera bosan dan melupakannya.

Baca Juga:
Hadits Tentang Puasa Ramadhan - Tarhib Ramadhan

Buktinya adalah ketika seorang anak berpisah jauh dari orangtuanya. Mana yang lebih dia rindukan, hadiah berupa barang ataupun belaian, kecupan, kata-kata yang indah, kehangatan, perhatian fisik yang biasa dia terima dari orang tuanya? Tentunya itu yang lebih dia rindukan daripada hadiah berupa barang. Karena itulah, biasakan anak-anak dengan hadiah nonmateri seperti ini.

Bagaimanan penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Lihat juga: Cara Mendidik Anak dan Pentingnya Mencetak Generasi Rabbani

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link kajian “Memberi Hadiah Untuk Anak” ini melalui jejaring sosial Facebook, Twitter dan yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.