Rodja Peduli

Ayat-Ayat Ahkam

7 Hal Yang Disukai Manusia

By  |  pukul 1:03 pm

Terakhir diperbaharui: Jumat, 30 Juli 2021 pukul 1:03 pm

Tautan: https://rodja.id/352

7 Hal Yang Disukai Manusia adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Ayat-Ayat Ahkam. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Kamis, 11 Sya’ban 1442 H / 25 Maret 2021 M.

Ceramah Agama Islam Tentang 7 Hal Yang Disukai Manusia

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ ‎﴿١٤﴾

Dijadikan terasa indah pada pandangan manusia kecintaan terhadap apa-apa yang diinginkannya dari perempuan-perempuan dan anak-anak laki-laki, dan harta yang berlimpah dari emas dan perak, dan kuda pilihan, dan binatang ternak, juga sawah ladang. Itu adalah kesenangan kehidupan dunia, dan di sisi Allah ada tempat kembali yang baik.” (QS. Ali-Imran[3]: 14)

Ini adalah tujuh hal yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dimana biasanya manusia menyukainya.

Tujuh hal ini dijadikan indah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam rangka ujian. Dan kalau tidak ada hal-hal tersebut (ujian), maka kita tidak tahu mana mukmin yang benar-benar mukmin dan mana yang hanya sekedar dilisan saja.

Allah mengatakan pada ayat ini “kecintaan syahwat (terhadap apa yang diingini)”. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak berkata “kecintaan terhadap wanita”. Kecintaan syahwat inilah yang tercela, sehingga seseorang menikahi wanita hanya karena syahwatnya dan bukan karena yang lain.

Baca Juga:
Dianjurkannya Memakai Baju Gamis

Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak masuk dalam hal ini. Tidak boleh dikatakan bahwa beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam termasuk orang yang dijadikan pandangannya terasa indah mencintai hal-hal tersebut dengan kecintaan syahwat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak menikahi wanita yang masih gadis kecuali ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anhu. Kalau menikahnya karena syahwat, niscaya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam akan menikahi gadis-gadis yang cantik. Padahal tidak ada yang menghalanginya, hal ini bisa dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tetapi beliau tidak melakukannya.

Akan tetapi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

حُبِّبَ إِلِيَّ مِنْ دُنْيَاكُمُ النِّسَاءُ وَالطِّيبُ

“Dijadikan kecintaan kepadaku dari dunia kalian wanita dan minyak wangi.” (HR. Ahmad dan yang lainnya)

Hal ini karena dalam pemilihannya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terhadap wanita yang beliau jadikan istri beliau sendiri ada maslahat-maslahat yang sangat besar. Yaitu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sering berinteraksi dengan manusia dan dengan kabilah suku-suku Arab. Demikian juga maslahatnya adalah untuk menyebarkan ilmu dari jalan para wanita. Apalagi ilmu-ilmu yang berhubungan dengan rumah tangga yang tidak diketahui melainkan oleh para wanita. Juga maslahat-maslahat yang lainnya.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Baca Juga:
Bimbingan Tajwid: Praktik Membaca Al-Qur'an secara Tadwir - Surat Yunus: 66-87 (Ustadz Abu Unais Ali Subana)

Mari turut membagikan link download kajian yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.