Rodja Peduli

Fathul Majid Syarh Kitab At-Tauhid

Hakikat Tauhid

By  |  pukul 1:57 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 09 Agustus 2021 pukul 8:24 am

Tautan: https://rodja.id/359

Hakikat Tauhid adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Fathul Majid Syarh Kitab At-Tauhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. pada Rabu, 25 Dzul Hijjah 1442 H / 8 Agustus 2021 M.

Kajian Tentang Hakikat Tauhid

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

Dan beribadahlah kalian kepada Allah dan janganlah mensyirikkannya dengan sesuatu apapun” (QS. An-Nisa'[4]: 36) 

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan untuk beribadah kepadaNya semata, tiada sekutu bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena sesungguhnya Dialah Allah yang Maha Pencipta, Maha Pemberi Rezeki, Maha Pemberi Nikmat, yang senantiasa memberikan anugerah atas makhluk-makhlukNya dalam setiap keadaan. Maka Dialah Allah yang paling berhak dari mereka untuk diibadahi oleh hamba-hambaNya dan tidak disyirikkan dengan sesuatu apapun dari makhluk-makhlukNya.

Inilah alasan mengapa hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang paling pantas untuk diibadahi.

Ayat ini (QS. An-Nisa'[4]: 36 ) juga dinamai dengan آية الحقوق العشرة (ayat hak-hak yang sepuluh). Maksudnya di dalam ayat ini terdapat 10 perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Di dalam ayat ini menjelaskan tentang hakikat tauhid. Dimana hakikat tauhid ada dua hal, yaitu:

  1. menetapkan ibadah hanya untuk Allah,
  2. meniadakan peribadatan kepada selain Allah.
Baca Juga:
Hak dan Kewajiban Suami Istri - Tuntunan Praktis Fiqih Wanita (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Hal ini sebagaimana yang kita dapati dalam kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah; Laa Ilaaha meniadakan Tuhan yang diibadahi selain Allah, Illallah menetapkan bahwa hanya Allah yang paling berhak untuk diibadahi. Itulah hakikat tauhid yang mengandung An-Nafyu (peniadaan) dan Al-Isbat (penetapan).

Yang patut diperhatikan juga dalam ayat ini adalah ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Janganlah kalian mensyirikkan Allah dengan sesuatu apapun.” Para ulama ushul fiqih mengatakan jika setelah peniadaan itu kata yang belum jelas penentuan siapa dan apanya, maka ini memberikan faedah keumuman. Artinya bahwa siapapun dan apapun dari makhluk-makhluk tidak bisa disyirikan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka ayat ini menunjukkan kepada larangan terhadap segala macam kesyirikan.

Bagaimana pembahasan lengkapnya? Mari kita download dan simak mp3 kajiannya.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link ceramah agama “Hakikat Tauhid” ini melalui jejaring sosial facebook, twitter dan yang lainnya agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Baca Juga:
Bantahan 'Ali bin Abi Thalib Kepada Rafidhah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.