Rodja Peduli

Talbis Iblis

Talbis Iblis Kepada Rafidhah

By  |  pukul 7:30 am

Terakhir diperbaharui: Rabu, 25 Agustus 2021 pukul 12:59 pm

Tautan: https://rodja.id/361

Talbis Iblis Kepada Rafidhah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 14 Muharram 1443 H / 23 Agustus 2021 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Talbis Iblis Kepada Rafidhah

Pada pertemuan yang lalu kita telah membahas salah satu kelompok yang berhasil diperdaya oleh iblis dan menyeret mereka kepada kesesatan dan keburukan, yaitu kelompok Khawarij. Kita tahu bahwasanya ini adalah salah satu di antara 72 golongan yang dikatakan Nabi bahwa mereka di dalam neraka. Bermula dari mengangkat suatu masalah yang berkaitan dengan status para pelaku dosa besar, hingga akhirnya mereka jatuh kepada kesimpulan bahwa pelaku dosa besar itu dinyatakan keluar dari Islam. Kita tahu awal munculnya Khawarij adalah seseorang yang menyanggah kebijakan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan logikanya.

Setiap kelompok ahli bid’ah tidak lepas dari peran akal yang keluar dari jalurnya atau tidak digunakan menurut fungsinya sehingga melewati batas. Sehingga (mereka menganggap) akal atau logikanya itu lebih tepat daripada wahyu.

Pada kajian kali ini kita akan membahas kelompok yang berlawaan, yaitu Rafidhah. Dimana kelompok-kelompok ini jatuh dalam keyakinan yang ekstrem. Adapun Ahlus Sunnah, mereka berada di tengah-tengah (tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri).

Baca Juga:
Celaan Terhadap Bid'ah dan Para Pelakunya

Talbis iblis kepada Rafidhah

Iblis melancarkan talbisnya terhadap keyakinan orang-orang Khawarij hingga membawa mereka berani memerangi Khalifah Ali bin Abi Thalib. Keyakinan mereka bahwa Ali telah kafir dengan kebijakannya. Dan pada akhirnya Ali bin Abi Thalib dibunuh oleh seorang yang berpemahaman Khawarij. Akan tetapi di sisi lain iblis berhasil menyeret Rafidhah hingga bersikap ekstrem juga, yaitu melampaui batas di dalam mencintai khalifah Ali bin Abi Thalib. Bahkan di antara mereka ada yang berkeyakinan bahwa Ali adalah Tuhan. Ada pula yang meyakini bahwa Ali lebih utama dari seluruh Nabi. Keyakinan-keyakinan ini yang disusupkan iblis kepada kelompok-kelompok ini.

Bahkan ini juga menyeret mereka kepada sikap yang ekstrem terhadap sahabat-sahabat lain selain Ali, misalnya Abu Bakar As-Siddiq dan ‘Umar bin Khathab. Mereka menjadikan caci-maki dan laknat terhadap kedua sahabat yang mulia sebagai bagian dari ritual mereka. Sesuatu yang harus dan menjadi bentuk loyalitas mereka di dalam beragama, yaitu melaknat Abu Bakar dan ‘Umar.

Mereka menjebak orang-orang awam dengan menggoyahkan sikap terhadap dua sahabat Nabi ini. Mulai meragukan kedua sahabat Nabi yang mulia ini, atau dimulai dari sahabat-sahabat yang mungkin banyak meriwayatkan hadits tentang keutamaan-keutamaan sahabat-sahabat Nabi, misalnya Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu. Hingga ketika sahabat-sahabat yang penting ini dijatuhkan martabatnya, maka dengan mudah mereka bisa menjatuhkan martabat sahabat-sahabat yang lainnya. Bahkan sebagian dari kelompok Rafidhah ini mengkafirkan dua sahabat yang mulia itu (Abu Bakar dan ‘Umar).

Baca Juga:
Prasangka Buruk kepada Allah merupakan Penyebab Kesyirikan - Kitab Tajridut Tauhid Al-Mufid (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

Coba lihat bagaimana sahabat-sahabat Nabi akhirnya dikafirkan semuanya oleh kelompok-kelompok ini. Kalaulah Khawarij mengkafirkan ‘Ali bin Abi Thalib, Rafidhah ini mengkafirkan Abu Bakar dan ‘Umar. Dan perlu ditambahkan lagi bahwa banyak juga di kalangan Khawarij yang juga mengkafirkan ‘Utsman bin Affan dan menilainya sudah keluar dari jalur yang benar.

Tidak tersisa dari Khulafaur Rasyidin yang mulia melainkan semuanya telah dikafirkan oleh dua kelompok ini. Dan tidak akan ada lagi yang tersisa lagi, padahal Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan untuk memegang sunnah mereka dan menggigitnya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ المَهْدِيِّيْنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

“Maka ikutilah sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang mendapatkan petunjuk setelahku. Gigitlah sunnah itu dengan geraham-geraham kalian…” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Lihat: Hadits Arbain 28

Jika tidak tersisa lagi keempat sahabat ini, maka siapa lagi yang menjadi pegangan? Runtuhlah sendi-sendi agama ketika sahabat-sahabat yang mulia ini dikafirkan.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak pembahasan yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Talbis Iblis Terhadap Khawarij” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Baca Juga:
Mengajarkan Seni dan Keindahan Kepada Anak

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.