Rodja Peduli

Tauhid Asma' wa Shifat

Mengenal dan Mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala

By  |  pukul 8:28 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 30 Agustus 2021 pukul 8:36 am

Tautan: https://rodja.id/369

Mengenal dan Mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala ini adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. dalam pembahasan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah Tentang Nama-Nama Allah dan Sifat-SifatNya. Kajian ini disampaikan pada Jum’at, 18 Muharram 1443 H / 27 Agustus 2021 M.

Kajian sebelumnya: Menetapkan Sifat Allah dengan Dalil, Bukan dengan Akal dan Logika

Kajian Tentang Mengenal dan Mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala

Perjalanan waktu sungguh sangat cepat sekali. Waktu tidak mengenal siapapun, apakah dia presiden, menteri, wakil rakyat, bupati, camat, ustadz, dia tidak bersahabat dengan seseorang. Siapa yang tidak mengikuti waktu, maka dia akan dilindas, sengsara dan celaka. Karena kehidupannya adalah hari-hari yang dilewati, jam demi jam, detik demi detik, bulan demi bulan, tahun demi tahun. Itulah umur dan kehidupan kita. Sehingga satu hari yang berlalu tidak menambah dan mengurangi umur, tapi yang menjadi pertanyaan apakah bertambah amalan dan ketaatan kita sebagai bekal menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala?

Oleh karena itu dizaman-zaman pandemi yang masih terus kita alami dan jalani -semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala segera mengangkat wabah ini- sungguh kematian itu sangat dekat dari diri kita. Tapi karena tidak ada kejadian yang beruntun dan berita kematian yang kita dengar hanya sesekali, bahkan sebelum pandemi jarang kita mendengar dan mendapatkan pesan-pesan di media sosial tentang kematian, sekarang hal itu sering kita dapatkan. Dan sesungguhnya kematian tersebut selalu membuntuti kita kemana kita pergi. Tidak seorangpun yang mengetahui dimana dia akan bersua dengan kematian itu.

Baca Juga:
Bertambah dan Berkurangnya Iman

Kelezatan di dunia

Apa yang kita cari di dunia ini? Kita ingin mendapatkan sesuatu yang paling nikmat dan lezat. Tapi sudahkah kita mendapatkan hal itu, sudahkah kita merasakan kenikmatan itu? Atau hari-hari berlalu, waktu-waktu kita lewati, sampai ajal menjemput kita tidak pernah merasakan kenikmatan dan surga dunia yang sesungguhnya.

Pantas salah seorang ulama tabiin, Malik bin Dinar pernah mengatakan:

مساكين أهل الدنيا خرجوا منها وما ذاقوا أطيب ما فيها ، قيل له وما أطيب ما فيها ، قال ، معرفة الله ومحبته

“Sungguh sangat miskin penduduk dunia ini, mereka meninggalkan dunia dan tidak mendapatkan sesuatu yang paling nikmat di dunia ini.”

Beliau ditanya: “Apa sesuatu yang paling lezat di dunia ini?”

Kata beliau Rahimahullah: “Kenal kepada Allah dan cinta kepadaNya.”

Kecintaan yang bersemi di hati, kecintaan yang tulus kepada Allah Sang Pencipta. Yang konsekuensi dari mengenal Allah tersebut adalah kita kenal pada agamanya, kepada RasulNya, kepada aturan di dalam syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Oleh karena itu sungguh materi yang kita pelajari berkaitan yang aqidah Ahlus Sunnah tentang asma’ wa shifat adalah kita ingin kenal kepada Allah. Kalau kita ingin jujur bertanya pada diri masing-masing, sudahkah kita mengenal Allah? Ini yang harus menjadi perhatian dan disaat yang sama menjadi pertanyaan yang harus selalu kita utarakan pada diri kita.

Baca Juga:
Mukmin VS Kafir - Tafsir Al-Qur'an Surat As-Sajdah (Ustadz Maududi Abdullah, Lc. dan Ustadz Abuz Zubair Hawary, Lc.)

Implementasi dalam kehidupan

Bagaimana implementasi ma’rifah tersebut dalam kehidupan nyata? Yang ma’rifah tersebut akan menumbuhkan dalam hati kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana diungkapkan “Tidak kenal maka tidak cinta.”

Tatkala kita mempelajari asma’ wa shifat, ini bukan sebuah teori tanpa aplikasi dan bukti atau efek yang kita rasakan dalam kehidupan. Mempelajarinya secara teori beserta dalilnya merupakan aqidah Ahlus Sunnah, yaitu agar kita selamat dari berbagai akidah-akidah yang menyimpang.

Sehingga bila kenal kepada Allah dan itu akan menumbuhkan sifat cinta yang tulus, ini akan menuntun seseorang untuk selalu tunduk, patuh, pasrah dan berserah diri kepada Allah, kepada agama, dan kepada keputusan RasulNya. Itulah ruh dan hakikat dari ibadah serta penghambaan diri kepada Allah. Maka kita harus melakukan sebab-sebab untuk menambah agar kecintaan itu semakin bersemi di dalam hati. Yaitu dengan cara membaca Al-Qur’an, dzikrullah, bermunajat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam waktu-waktu kesendirian kita bersama Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Menit ke-18:59 Oleh karena itu dari sebagian nasihat dan untaian hikmah dari sebagian ulama Salaf, bahwa mari mengintrospeksi dan mencari hati kita, apakah ada kehidupan di dalamnya? Bagaimana indikator kehidupan dalam hati?

Bagaimana penjelasan selanjutnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Baca Juga:
Bab Orang yang Tidak Rela dengan Sumpah yang Menggunakan Nama Allah - Kitab Al-Qaulul Mufid (Ustadz Abu Haidar As-Sundawy)

Untuk mp3 kajian yang lain: silahkan kunjungi mp3.radiorodja.com

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Mengenal dan Mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.