Rodja Peduli

Riyadhus Shalihin

Dianjurkan Kembali Dari Safar Disiang Hari

By  |  pukul 8:14 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 02 September 2021 pukul 9:22 am

Tautan: https://rodja.id/36f

Dianjurkan Kembali Dari Safar Disiang Hari adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 22 Muharram 1443 H / 31 Agustus 2021 M.

Kajian sebelumnya: Meminta Wasiat Sebelum Safar

Ceramah Agama Islam Tentang Dianjurkan Kembali Dari Safar Disiang Hari

Kita sampai pada bab tentang dianjurkannya ketika kembali dari safar agar tidak datang dimalam hari (استحباب القدوم عَلَى أهله نهارًا). Maka seseorang dianjurkan untuk datang disiang hari, jangan sampai datang dimalam hari, apalagi ketika keluarga kita telah tidur, ini tentu akan mengejutkan dan menggangu mereka.

Dan merupakan sesuatu yang dimakruhkan seseorang kembali dari safarnya dimalam hari kecuali dalam keadaan darurat ( وكراهته في الليل لغير حاجةٍ). Jika ada kebutuhan atau hajat, maka dia tidak mengapa tiba di rumahnya pada malam hari. Tetapi sedapat mungkin jika tidak ada kepentingan (hajat), maka seseorang dianjurkan kembali ke rumahnya dari bepergian disiang hari.

Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِذَا أَطالَ أَحدُكم الغَيْبَةَ فَلا يَطْرُقَنَّ أَهْلَهُ لَيْلً

Baca Juga:
Al-Qowa'idul Mutsla - Bagian ke-3 (Ustadz Firanda Andirja, M.A.)

“Kalau salah seorang di antara kalian telah pergi dalam perjalanannya cukup lama, maka jangan sampai dia kembali dan tiba di rumahnya dimalam hari.” (Muttafaqun ‘alaih)

Pada hadits ini beliau benar-benar melarang, meskipun larangan ini tetap derajatnya adalah makruh.

Dalam riwayat yang lain disebutkan:

أَنَّ رَسُول اللَّه ﷺ نَهى أَنْ يَطْرُقَ الرَّجُلُ أَهْلَهُ لَيْلً

“Bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang seorang laki-laki (suami) tiba dari bepergian dan masuk ke rumah keluarganya dimalam hari.” (Muttafaqun ‘alaih)

Ini merupakan di antara adab-adab di dalam bepergian. Yang mana Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan pengarahan kepada umat beliau agar tidak kembali dari safarnya dimalam hari. Hal ini karena keadaan seseorang dimalam hari dalam keadaan yang mungkin tidak rapi, atau tidak ada kesiapan.

Di antara hikmahnya adalah agar wanita yang ditinggal safar tersebut bisa bersiap-siap dengan berdandan. Inilah mengapa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memakruhkan seseorang kembali dari safar dan tiba di rumah ketika malam hari.

Terkadang orang yang bepergian itu capek, dia membutuhkan kasih sayang dan kelembutan dari istinya dalam menyambut kedatangan suami. Jika disiang hari, maka istrinya mungkin bisa lebih menyiapkan makanan untuk suaminya. Jika datang dimalam hari, tentu kondisi istri tidak siap seperti kalau datang disiang hari. Apalagi seorang istri yang bekerja dalam rumah tangga, terkadang mereka lelah.

Baca Juga:
Ketika Bermimpi - Panduan Amal Sehari Semalam (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Inilah hikmah mengapa seorang yang safar hendaknya dia kembali dan tiba di rumahnya disiang hari.

Istri menyambut suami

Hadits ini juga menjelaskan kepada kita tentang seorang istri mempersiapkan dirinya untuk menyambut suaminya. Yaitu dengan berdandan, sehingga dia bertemu dengan suami dari safar itu dalam keadaan yang rapi dan mempunyai daya tarik.

Ini semua adalah untuk mempererat hubungan antara suami dan istri dan meningkatkan kecintaan mereka. Karena di antara hikmah pernikahan adalah untuk mendapatkan ketenangan, kecintaan dan kasih sayang. Oleh karena itu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengajarkan kepada kita sebab-sebab agar tetap terjadi kesinambungan, saling cinta antara suami dan istri.

Intinya adalah Islam agama yang mengatur segala sesuatu, berusaha untuk menjaga hubungan antara suami dan istri. Hal ini agar senantiasa bertambah kecintaan di antara mereka.

Menutupi hal-hal yang tidak disenangi suami

Dianjurkan kepada istri untuk berupaya secara maksimal dalam menutupi hal-hal yang tidak disenangi oleh suami. Kalau istri dalam keadaan tidak siap kemudian suami datang di malam hari, maka bisa jadi sang istri tidak melakukan apa yang diinginkan oleh suaminya. Atau juga tampak hal-hal yang tidak disenangi oleh suaminya.

Maka dari itu wanita seyogyanya -dalam menjaga hubungan dengan suaminya- selalu menutupi hal-hal yang memang tidak disukai oleh suaminya.

Bagaimana pembahasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian kajiannya.

Baca Juga:
Kepemimpinan Diraih dengan Kesabaran dan Keyakinan

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Dianjurkan Kembali Dari Safar Disiang Hari” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.