Rodja Peduli

Mencetak Generasi Rabbani

Anda Tidak Sendiri Dalam Mendidik Anak

By  |  pukul 9:45 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 10 September 2021 pukul 9:58 am

Tautan: https://rodja.id/36g

Anda Tidak Sendiri Dalam Mendidik Anak merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Mencetak Generasi Rabbani. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 22 Muharram 1443 H / 31 Agustus 2021 M.

Kajian sebelumnya: Mengusir Anak dari Rumah

Kajian Islam Ilmiah Tentang Anda Tidak Sendiri Dalam Mendidik Anak

Kajian kali ini membahas faktor-faktor eksternal yang kadangkala juga memberikan pengaruh yang besar bagi perkembangan anak. Kita tahu hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bagaimana pengaruh lingkungan terhadap seseorang, yaitu:

ﺍﻟْﻤَﺮْﺀُ ﻋَﻠَﻰ ﺩِﻳﻦِ ﺧَﻠِﻴﻠِﻪِ ﻓَﻠْﻴَﻨْﻈُﺮْ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻣَﻦْ ﻳُﺨَﺎﻟِﻞُ

“Seseorang berada diatas kebiasaan agama sahabat dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kamu memperhatikan siapakah yang menjadi sahabat dekatnya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

Hadits ini menjelaskan kepada kita bahwa pengaruh lingkungan itu sangat besar, dia bisa mewarnai seseorang, bahkan dia bisa menimpa warna pendidikan yang diberikan orang tua di rumah. Maka para orang tua harus mewaspadainya.

Keliru apabila kita mengira pendidikan anak hanya diperankan oleh kedua orang tua. Sebab realitanya banyak sekali pihak-pihak yang turut serta mewarnai corak pendidikan anak-anak. Bahkan seringkali pihak lain ini lebih besar dan lebih intens daripada peran orang tua. Maka atas dasar itulah kewaspadaan orang tua sangat dibutuhkan. Sebab apabila kita lengah, boleh jadi semua pengajaran yang kita berikan kepada anak akan dimentahkan oleh pendidik-pendidik liar di luar sana.

Baca Juga:
Syirik dalam Hal Tawakal

Ada beberapa pihak yang memiliki peran besar dalam pendidikan anak kita di luar rumah, yaitu sekolah, teman atau sahabat media (internet, televisi, HP, majalah, buku cerita) karib kerabat, pembantu.

Dalam hal ini kita juga harus menyadari dan mengetahui bahwa orang tua tidak boleh menyerahkan pergaulan anak kepada anak itu. Orang tua tidak boleh membebaskannya sebebas-bebasnya. Harus ada kendali (kontrol) dari orang tua. Orang tua juga berhak, bahkan harus ikut campur dalam menentukan teman-teman pergaulan anaknya. Sebagaimana kita juga menentukan kemana anaknya ini akan belajar atau sekolah. Apalagi ketika anak masih dalam usia berkembang, seperti misalnya pra baligh, baligh dan paska baligh. Itu adalah waktu-waktu yang sangat kritis. Apabila orang tua lengah pada masa-masa seperti itu, ini bisa memberi pengaruh yang buruk kepada anak.

Maka dari itu orang tua disini tetap harus punya peran dan perhatian, bahkan campur tangan di dalam menentukan hal-hal penting dalam kehidupan anak.

Sekolah

Di sekolah (terutama sekolah dasar) inilah diletakkan dasar-dasar kepribadiannya. Maka orang tua harus memilihkan sekolah yang betul-betul baik bagi anak-anak mereka. Sekolah memiliki peran dan pengaruh yang sangat besar. Karena di sekolah anak menghabiskan sebagian besar waktunya. Bahkan sekarang ini mungkin anak lebih banyak di sekolah daripada di rumah. Walaupun untuk selama masa pandemi ini anak-anak masih belajar di rumah. Tapi itu tentunya tidak selamanya, nanti akan kembali normal dan anak akan kembali sekolah.

Baca Juga:
Tafsir Surat Al-Ahzab Bag 5

Waktu di rumah mungkin hanya beberapa saat, selebihnya rumah hanya tempat untuk tidur kemudian berangkat lagi ke sekolah. Sekolah bisa dikatakan lingkungan kedua setelah rumah.

Di sekolah, anak-anak ini akan berkumpul dari berbagai latar belakang sosial serta lingkungan yang berbeda-beda, bermacam-macam pemikiran, adat kebiasaan, dan juga karakter. Anak kita bergaul dengan individu-individu yang sangat lama, bahkan mungkin bertahun-tahun di sekolah. Interaksi Ini bisa memberikan pengaruh bagi kejiwaan anak, pada tabiat dan juga kepribadiannya. Maka tidak heran anak akan cenderung meniru dari teman-temannya tanpa dia mampu memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang buruk.

Demikian juga para pengajar atau guru di sekolah yang juga berasal dari berbagai latar belakang pemikiran, budaya serta kepribadian. Tidak semua guru memiliki komitmen terhadap aqidah yang lurus, akhlak yang mulia, atau menanamkan hal-hal penting bagi anak. Mungkin banyak yang dia sekedar untuk menyampaikan maklumat kemudian dia pulang. Selebihnya dia tidak peduli. Apalagi sekolah itu tidak spesial menitikberatkan aqidah atau ibadah yang benar.

Tentunya pengaruh guru juga sangat besar. Maka dari itu para orang tua juga harus mengetahui atau mengenal guru-guru yang menangani anak-anak mereka. Karena kerap kali guru ini menjadi tokoh panutan bagi anak-anak. Dengan mudah mereka mendengar dan mempraktikkan ucapan maupun perbuatan Sang Guru meski bertentangan dengan pola pikir dan didikan orang tua. Dan kenyataannya anak-anak remaja lebih banyak curhat kepada guru-gurunya daripada orang tuanya.

Baca Juga:
Ahlussunnah Meyakini Adanya Nikmat Melihat Allah

Bagaimanan penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link kajian “Anda Tidak Sendiri Dalam Mendidik Anak” ini melalui jejaring sosial Facebook, Twitter dan yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.