Rodja Peduli

Tauhid Asma' wa Shifat

Sifat Istiwa’ Allah di Atas ‘Arsy

By  |  pukul 9:52 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 06 September 2021 pukul 10:06 am

Tautan: https://rodja.id/36l

Sifat Istiwa’ Allah di Atas ‘Arsy ini adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. dalam pembahasan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah Tentang Nama-Nama Allah dan Sifat-SifatNya. Kajian ini disampaikan pada Jum’at, 25 Muharram 1443 H / 3 September 2021 M.

Kajian sebelumnya: Mengenal dan Mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala

Kajian Tentang Sifat Istiwa’ Allah di Atas ‘Arsy

Pembahasan tentang sifat adalah perkara ghaib yang berkaitan dengan diri Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang tidak terdapat sedikitpun celah atau ruang untuk berimajinasi, untuk berijtihad, untuk menganalogikan, untuk menggunakan teori yang dibuat oleh akal pikiran manusia. Maka tentunya prinsip landasan yang akan kita gunakan untuk menetapkan sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah wahyu. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan:

أَأَنتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ

“Apakah kalian yang lebih mengetahui atau Allah Subhanahu wa Ta’ala?” (QS. Al-Baqarah[2]: 140)

Maka tidak diragukan bahwa Allah lebih mengetahui tentang diriNya, dan Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang lebih mengetahui tentang dari Allah dari kalangan umat manusia ini.

Oleh karena itu landasan kita dalam membahas tentang sifat-sifat Allah hanya wahyu. Tentunya wahyu/dalil tidak bertentangan dengan akal yang sehat. Tatkala ada yang menyatakan atau muncul pernyataan bahwa akal bertentangan dengan dalil, maka seyogyanya akal tersebut tidak lagi digunakan sebagaimana fungsinya.

Baca Juga:
Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 87 - 90 (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Maka aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah menetapkan semua sifat yang Allah sebutkan di dalam Al-Qur’anul Karim dan juga yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits-hadits yang shahih sebagaimana tertera di dalam Al-Qur’an dan hadits, tidak ditakwilkan, tidak diselewengkan maknanya, tidak diingkari, tidak diserupakan dengan makhluk dan tidak ditanyakan tentang hakikatnya. Maka diimani sebagaimana tertera dalam Al-Qur’an dan hadits sesuai dengan dzahirnya.

Dalam penetapan tersebut kita harus bersihkan otak pikiran dan hati kita dari berbagai bisikan setan yang akan menanamkan sebagian syubhat bahwa kalau ditetapkan nanti menyerupai makhluk maka berarti penetapan tersebut akan membawa kepada penyerupaan dengan makhluk. Ini adalah bisikan-bisikan setan pada akal manusia. Maka kita katakan bahwa Allah mengatakan dalam Al-Qur’anul Karim:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Allah dan Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura'[42]: 11)

Ini prinsip yang selalu kita ulang-ulang kepada kaum muslimin, sehingga jangan sampai mereka  menghakimi Allah dengan akal pikirannya. Padahal Allah telah menjelaskan tentang diriNya, tidak perlu dengan akal pikiran kita, tapi terimalah dengan akal yang sehat bahwa apa yang Allah sampaikan sesuai sebagaimana yang diinginkan oleh Allah dan itu yang wajib kita imani.

Sifat Fi’liyah

Sebelumnya pernah kita jelaskan bahwa sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang ditetapkan dalam Al-Qur’an dan hadits ada yang berkaitan dengan Dzat Allah, yaitu sifat yang ada pada Dzat Allah, yang tidak pernah terpisah dari Dzat Allah.

Baca Juga:
50 Nasihat untuk Para Wanita - Bagian ke-3 (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Ada juga sifat yang dinamakan sifat fi’liyah, yaitu sifat yang berkaitan dengan perbuatan Allah, bila Allah menghendaki maka Dia akan melakukan.

Lihat: Sifat Dzatiyah dan Fi’liyah

Sifat Al-Istiwa’

Menit ke-14:41 Kalau kita lihat istiwa’ di dalam terjemahan Al-Qur’an departemen agama, kita akan mendapatkan redaksi terjemahan “Yang bersemayam di atas Arsy”. Kendati terjemahan istiwa’ dengan bersemayam tidak mewakili makna secara sempurna tentang istiwa’ tersebut. Tetapi sebagai pendekatan agar sebagian memahami bahwa semayam itu tinggi.

Sifat istiwa’ merupakan salah satu dari sifat fi’liyah, yaitu sifat yang berkaitan dengan kehendak/perbuatan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebelum Allah menciptakan langit dan bumi Allah belum beristiwa’ di atas Arsy, kendati sifat ketinggian merupakan sifat Dzat Allah.

Sifat istiwa’ merupakan sifat kesempurnaan bagi Allah yang menunjukkan akan ketinggian Dzat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Tinggi di atas ‘Arsy, Maka tidak ada yang lebih tinggi dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hal yang menunjukkan bahwa sifat istiwa’ merupakan sifat kesempurnaan dan keagungan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah bahwa sifat istiwa’ yang terdapat di dalam 7 ayat Al-Qur’an. Kalau kita perhatikan redaksinya, itu semuanya menjelaskan tentang kebesaran dan keagungan Allah.

Bagaimana penjelasan tentang 7 ayat yang menjelaskan sifat istiwa’ tersebut? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Baca Juga:
Mengenal Tanda-Tanda Kekuasaan Allah - Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

Download MP3 Kajian

Untuk mp3 kajian yang lain: silahkan kunjungi mp3.radiorodja.com

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Sifat Istiwa’ Allah di Atas ‘Arsy” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.