Rodja Peduli

Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah

Bertambah dan Berkurangnya Iman

By  |  pukul 10:42 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 28 September 2021 pukul 7:17 am

Tautan: https://rodja.id/37l

Bertambah dan Berkurangnya Iman adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas pada Sabtu, 14 Dzulhijjah 1442 H / 24 Juli 2021 M.

Iman adalah pokoknya agama

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa masalah iman adalah pokoknya agama. Iman adalah masalah yang paling penting dari semua masalah. Di antara alasannya adalah:

  1. Iman merupakan sebesar-besar kewajiban yang diwajibakan oleh Allah dalam hidup ini.
  2. Iman merupakan hak Allah yang wajib atas hambaNya. Seorang hamba wajib mengimani Allah dan wajib melaksanakan dari iman itu, yaitu mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, menjauhkan segala macam perbuatan syirik.
  3. Lafadz iman berulang kali disebutkan dalam Al-Qur’an dan dalam hadits-hadits Nabi yang shahih. Lebih banyak dari penyebutan semua lafadz.
  4. Imam merupakan pokok atau prinsipnya agama.
  5. Orang yang mewujudkan iman (dengan keyakinan, perkataan, dan perbuatan) maka dia akan mendapatkan kesuksesan, kemenangan, dan kedudukan di muka bumi ini. Barangsiapa yang merusak atau menyia-nyiakannya, maka dia akan mendapatkan kerugian yang nyata.
  6. Dengan iman ini dikeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya.
  7. Dengan iman ini akan dipisahkan antara orang-orang yang bahagia dengan orang-orang yang celaka. Dan juga dipisahkan siapa orang-orang yang harus kita mencintai/loyal kepada dia dan juga orang-orang yang kita harus memusuhinya.
Baca Juga:
Penjelasan Iman dan Hakikat Keimanan Bagian 3 - Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

Sebab bertambahnya iman

Belajar ilmu yang bermanfaat

Imam Ibnu Rajab Al-Hambali Rahimahullah berkata bahwa ilmu yang bermanfaat yaitu mempelajari Al-Qur’an dan As-Sunnah, memahami makna-maknanya, dan diikat yang demikian itu dengan pemahaman para sahabat dan tabi’in dan tabi’ut tabi’in dalam memahami Al-Qur’an dan hadits, dan juga dari apa yang datang dari mereka berkaitan dengan pembicaraan masalah yang halal dan haram, tentang zuhud, tentang kelembutan hati, tentang ilmu, dan selain daripada itu, dan bersungguh-sungguh juga untuk membedakan antara yang shahih dan yang dhaif, kemudian bersungguh-sungguh untuk mengetahui makna-maknanya dan memahaminya, yang demikian cukup bagi orang yang berakal.

Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullah berkata bahwa yang dimaksud dengan ilmu adalah ilmu syar’i, yang memfaedahkan mengetahui yang wajib atas seorang yang sudah baligh dari urusan agama ini dan juga dalam bermuamalah. Dan dia juga wajib mengetahui tentang nama dan sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan juga wajib mengetahui apa yang wajib dilaksanakan dari perintah Allah. Kemudian dia wajib mensucikan Allah dari berbagai macam kekurangan. Yang demikian berputar pada tafsir, hadits dan fikih.

Dan para Nabi tidak mewariskan Dinar dan Dirham, tapi mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, maka dia mendapatkan bagian yang banyak. Maka penuntut ilmu yang semakin menuntut ilmu, memahami dan mengamalkannya, maka akan bertambah imannya.

Baca Juga:
Hukum Orang Yang Meninggalkan Shalat

Menit ke-26:15 Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu menjelaskan dalam doanya:

اللهم زدنا إيمانًا ويقينًا وفقهًا

“Ya Allah, tambahkanlah kami iman, keyakinan, dan juga pemahaman.”

Membaca Al-Qur’an dan mentadabburinya

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan dengan kalimat “barokah”:

وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan Al-Quran itu adalah kitab yang diturunkan yang diberkahi oleh Allah, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu menjadi orang yang dirahmati.” (QS. Al-An’am[6]: 155)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS. Shad[38]: 29)

Imam Ibnu Qayyim menyebutkan:

وبالجملة فلا شيء أنفع للقلب من قراءة القرآن بالتدبر والتفكر…

“Kesimpulannya, maka tidak ada sesuatu yang bermanfaat bagi hati manusia melainkan dengan membaca Al-Qur’an dengan berusaha untuk memahami dan memikirkan isinya.”

Dan beliau menyebutkan bahwa Al-Qur’an akan mewariskan kecintaan kepada Allah, kerinduan kepada Allah, takut kepada Allah, mengharap hanya kepada Allah, bertaubat kepada Allah, tawakal hanya kepada Allah, ridha kepada Allah, menyerahkan semua urusan hanya kepada Allah, bersyukur hanya kepada Allah, sabar dan seluruh keadaan yang dengannya hati ini akan hidup dan sempurna. Demikian juga akan mencegah dari semua sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan tercela yang dengannya hati ini akan rusak dan binasa.

Baca Juga:
Arti Istinja' dan Hukumnya

Imam Qatadah bin Di’amah As-Sadusi Rahimahullah berkata:

لم يجالس هذا القرآن أحد إلا قام عنه بزيادة، أو نقصان…

Tidaklah seorang duduk bersama Al-Qur’an, melainkan dia akan berdiri dengan bertambah imannya atau kurang. Bertambah bagi orang yang berusaha untuk memahami, memikirkan dan berusaha untuk meyakini isi Al-Qur’an itu. Tapi imannya akan berkurang bagi orang yang membaca saja tanpa berusaha untuk memikirkan dan mengamalkannya.

Mengetahui nama-nama Allah dan sifat-sifatNya yang tinggi

Membahas tentang nama Allah yang indah dan sifatnya yang tinggi, sibuk untuk mengetahuinya, ini adalah pembahasan yang banyak manfaatnya. Di antara manfaatnya yaitu:

Pertama, ilmu tauhid asma’ wa shifat merupakan ilmu yang paling mulia secara mutlak.

Kedua, mengetahui (nama-nama dan sifat-sifat) Allah akan membawa manusia untuk mencintai Allah, takut hanya kepada Allah, mengharap hanya kepada Allah, dan mengikhlaskan amal karena Allah. Ini merupakan hakikat dari kebahagiaan seorang hamba. Tidak ada jalan untuk mengetahui Allah kecuali dengan mengetahui nama-nama dan sifat-sifatNya, dan belajar untuk memahami makna-maknanya.

Ketiga, Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan makhluk agar mereka mengetahui tentang Allah dan beribadah hanya kepada Allah, ini merupakan tujuan yang dituntut dari mereka.

Keempat, mempelajari nama dan sifat Allah merupakan salah satu rukun iman yang paling utama, yaitu iman kepada Allah. Kalau kita pelajari ini, akan bertambah keyakinan kita kepada Allah.

Baca Juga:
Sifat Murka Allah Subhanahu wa Ta'ala - Bagian ke-3 - Kitab Al-'Aqidah Al-Wasithiyyah (Ustadz Maududi Abdullah, Lc.)

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download Mp3 Kajian Bertambah dan Berkurangnya Iman

Jangan lupa untuk membagikan link download kajian tentang “Bertambah dan Berkurangnya Iman” ini melalui Facebook, Twitter atau yang lainnya. Jazakumullahu khoiron.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.