Rodja Peduli

Tematik

Lebih Mengenal Dunia Sihir dan Perdukunan (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

By  |  pukul 7:40 am

Terakhir diperbaharui: Rabu, 20 Mei 2015 pukul 9:54 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=5096

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.

Ceramah agama ini adalah rekaman dari siaran live di Radio Rodja dan RodjaTV pada Rabu pagi, 10 Jumadal Ula 1435 / 12 Maret 2014. Sebuah kajian tematik yang dibawakan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, berjudulkan “Lebih Mengenal Dunia Sihir dan Perdukunan“, yang semoga dengan ini kita dapat semakin mengenal apa itu sihir, apa saja yang termasuk dalam kategori sihir, bagaimana ciri seorang dukun yang acapkali tampak teramat samar di zaman ini dengan berbagai kedok yang menutupi hakikatnya, hingga dengan pemahaman yang benar akan semua hal tersebut dapat membantu kita untuk terhindar dan selamat darinya.

Materi ini di-muraja’ah kembali: Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. – Lebih Mengenal Dunia Sihir dan Perdukunan

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Lebih Mengenal Dunia Sihir dan Perdukunan

Sihir diambil dari kata سحر. Sebagian ulama, di antaranya Al-Ashfahani dalam kitabnya, Gharibul Qur’an (غريب القرآن), kemudian juga Al-Jauhari, menyebutkan sebuah kata yang apabila diambilkan dari “سحر” ada tiga makna. Yang pertama, trik licik untuk menipu. Yang kedua, sesuatu yang tersembunyi. Yang ketiga, sesuatu yang halus dan lembut.

Baca Juga:
Manusia yang Paling Baik (Ustadz Arman Amri, Lc.)

Saahir (ساحر) disebutkan oleh para ulama, sebagaimana yang disebutkan dalam Surat Al-Falaq, “وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ“, “Dan (kita berlindung) dari wanita-wanita tukang sihir peniup di buhul-buhul (ikatan-ikatan),” (Q.S. Al-Falaq [113]: 4), kalau kita ambil definisi dari sini, (maka) penyihir / tukang sihir adalah seorang yang meniup pada ikatan-ikatan (buhul-buhul) untuk memberikan pengaruh buruk kepada orang lain yang disihir.

Download Ceramah Agama: Ustadz Ahmad Zainuddin – Lebih Mengenal Dunia Sihir dan Perdukunan

Silakan download kajian ini dan share tautannya ke Facebook, Twitter, dan Google+ kita. Jazakumullahu khoiron.

3 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.