Rodja Peduli

Ayat-Ayat Ahkam

Tafsir Ali Imran Ayat 36 – Ketika Ibundanya Maryam Melahirkan

By  |  pukul 7:47 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 30 Desember 2021 pukul 1:24 pm

Tautan: https://rodja.id/3by

Tafsir Ali Imran Ayat 36 – Ketika Ibundanya Maryam Melahirkan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Ayat-Ayat Ahkam. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Kamis, 11 Jumadal Awwal 1443 H / 16 Desember 2021 M.

Tafsir Ali Imran Ayat 36 – Ketika Ibundanya Maryam Melahirkan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنثَىٰ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنثَىٰ ۖ وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ‎

“Maka tatkala isteri ‘Imran (ibunya Maryam) melahirkan Maryam, diapun berkata: ‘Wahai Rabbku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dia lahirkan; dan laki-laki tidaklah dengan perempuan. Sesungguhnya aku memberikan nama padanya Maryam dan aku memohon perlindungan kepada Engkau untuknya dan untuk keturunannya dari godaan syaitan yang terkutuk’.” (QS. Ali-Imran[3]: 36)

Faidah Surah Ali Imran Ayat 36

Ibu menanggung beban kehamilan

Ini disebutkan dalam kalimat “Ketika dia melahirkan,” bahwa ibunya hamil dan menanggung beban itu. Dan memang demikian, tidak diragukan lagi bahwa dia menanggung beban kehamilan. Diperkirakan anak yang ada di perutnya itu akan tinggal selama 9 bulan di tempat yang paling lemah di badan. Ia bawa dalam keadaan berdiri, duduk atau berbaring. Maka kita bisa bayangkan bagaimana berat dan capeknya ibu dalam menjaga janinnya.

Baca Juga:
Di Balik Keramat Wali Allah - Bagian ke-1 (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Oleh karena hal ini Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

…حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا…

“Ibu mengandung dalam keadaan yang susah-payah, begitu juga ketika melahirkannya dalam keadaan yang susah payah.” (QS. Al-Ahqaf[46]: 15)

Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala mewasiatkan kepada kita untuk berbakti kepada kedua orang tua, terutama kepada ibu.

Dan juga Allah berfirman:

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ…

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah diatas kelemahan,..” (QS. Luqman[31]: 14)

Bersamaan dengan hal itu anak yang dibawanya di dalam perut itu bisa bergerak dan ibunya bisa merasakan. Kalau seandainya bukan karena kelembutan Allah kepada hamba-hambaNya, niscaya seorang ibu tidak akan sanggup mengandung.

Hak ibu

Hak ibu sangat besar atas anaknya. Sebabnya adalah karena orang yang berbuat baik kepada engkau dan orang yang telah engkau bikin capek/susah paya, dia adalah manusia yang paling berhak untuk mendapatkan kebaikanmu. Oleh karena itu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjadikan ibu sebagai manusia yang paling berhak manusia yang paling berhak untuk mendapatkan bakti dari anaknya.

Dalam hadits yang shahih disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam didatangi oleh seseorang dan dia bertanya:

يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Baca Juga:
Hukum Seseorang Mengklaim Orang Lain Sebagai Bapaknya

“‘Siapa manusia yang paling berhak untuk mendapatkan bakti?’ Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: ‘Ibumu.’ Dia bertanya lagi: ‘Kemudian siapa?’ Dijawab: ‘Ibumu.’  Dia bertanya lagi: ‘Kemudian siapa lagi?’ Dijawab: ‘Ibumu.’ Dia bertanya lagi: ‘Kemudian siapa lagi ?’ Dijawab: ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan bahwa ibu ini lebih besar daripada ayah dari sisi bakti.

Mengutarakan udzur

Seseorang menyampaikan udzur kepada Rabbnya apabila terjadi perkara yang berbeda dari apa yang diinginkan. Dengan dasar firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Ibunya Maryam mengatakan: ‘Aku wahai Rabbku melahirkan anak perempuan,” karena di ayat sebelumnya ibunya Maryam menadzarkan apa yang dikandungnya. Dan menurut mereka wanita disaat itu tidak bisa berkhidmad kepada masjid.

Bagaimana pembahasan lengkapnya? Mari Download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian Tafsir Ali Imran Ayat 36 – Ketika Ibundanya Maryam Melahirkan

Mari turut membagikan link download kajian yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Baca Juga:
Bagaimana Menjadi Pembuka Pintu Kebaikan?

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.