Masjid Al-Barkah

Mencetak Generasi Rabbani

Pertemuan Salman dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

By  |  pukul 8:34 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 07 Januari 2022 pukul 8:40 am

Tautan: https://rodja.id/3cb

Pertemuan Salman dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Mencetak Generasi Rabbani. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 24 Jumadil Awal 1443 H / 28 Desember 2021 M.

Kajian sebelumnya: Kisah Salman Al-Farisi Mencari Hidayah

Kajian Islam Ilmiah Tentang Pertemuan Salman dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Kita akan membahas tentang pertemuan Salman dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dimana Salman menguji kebenaran Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Saat pertama kali beliau bertemu Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau membawa bekal ilmu dari sahabatnya terdahulu tentang ciri-ciri Nabi yang terakhir ini. Tentunya Salman ingin membuktikan kebenaran itu. Tiga ciri itu adalah:

  1. Nabi tidak memakan sedekah,
  2. Nabi menerima hadiah,
  3. Ada tanda nubuwwah di antara dua belikat (tulang punggungnya).

Itu tiga hal yang disampaikan oleh orang shalih yang dia temui di Amuriyah. Yang mana ia berkata: “Aku tidak menemukan orang lain yang berada diatas agamaku hari ini. Tetapi sebentar lagi akan muncul seorang Nabi dari negeri yang ada tanda tanah berbatuan hitam dan ditumbuhi banyak pohon kurma.”

Maka Salman pun menuju negeri tersebut. Berliku-liku perjalanan Salman menuju negeri Arab ini. Ia sempat ditipu oleh kafilah dagang yang tanya menjualnya kepada seorang Yahudi. Yahudi ini kemudian menjualnya lagi kepada kerabatnya dan akhirnya terdamparlah Salman di kota Yatsrib (Madinah).

Baca Juga:
Kisah Khalifah Abu Bakar Ash-Shidiq radhiyallahu 'anhu - Bagian ke-3 - Faidah Sirah Nabawiyah (Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.)

Ada ujian yang harus dia lewati karena dia di negeri itu sebagai seorang budak. Tapi beliau membawa bekal ilmu dan berjalan di atas kaidah ilmu itu. Yaitu ilmu yang dia dapatkan dari sahabatnya.

Ketika ia bertemu Nabi, ia belum tahu ini apa benar Nabi atau tidak, ia perlu mengujinya. Dan Nabi apabila diuji maka Nabi tidak marah. Bahkan ketika Yahudi bertanya kepada Nabi dengan pertanyaan-pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh seorang Nabi, maka Nabi melayani orang-orang yang mungkin perlu kejelasan tentang kenabian beliau.

Maka Salman pun menguji dengan ilmu yang dia miliki. Ini merupakan faidah bahwa seorang itu hendaknya berjalan diatas kaidah ilmu, bukan perasaan atau kata hati. Kalaulah Salman mengikuti perasaan mungkin bisa benar bisa tidak. Ketika sudah berhadapan dengan Nabi yang dikabarkan akan muncul di akhir zaman sebagai Nabi terakhir Salman memiliki bekal ilmu.

Salman menyodorkan beberapa kurma kepada Rasulullah sebagai sedekah. Tapi Nabi tidak memakannya. Beberapa hari kemudian Rasul pindah ke Madinah kemudian Salman memberikan hadiah kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ia berkata kepada Nabi: “Aku melihat Anda tidak mau menerima sedekah, ini hadiah dariku. Aku memberikannya sebagai bentuk penghormatan.” Maka Nabi pun memakannya dan menerima hadiah itu dan memanggil sahabatnya untuk makan bersama. Maka Salman pun bergumam dalam hatinya “Sekarang sudah dua ciri yang terbukti.”

Baca Juga:
Mukaddimah Kajian Kitab Shahihu Fiqhis Sunnah wa Adillatuhu

Kemudian beberapa waktu kemudian Salman datang menemui Rasulullah lagi. Saat itu beliau berada di pemakaman Baqi’ Al-Gharqad di Madinah. Beliau baru saja mengiringi jenazah salah seorang sahabat yang meninggal. Ketika itu beliau memakai mantel dua lapis dan duduk bersama para sahabat.

Salman mengucapkan salam kepada Nabi kemudian memutar kearah belakang Nabi untuk melihat punggung beliau apakah benar ada tanda kenabian seperti yang diceritakan oleh sahabatnya. Nabi mengerti dan mengetahui apa yang dikehendaki oleh Salman. Maka Nabipun menurunkan selendangnya hingga Salman melihat tanda kenabian tersebut dan mengenalinya. Salman mendekat kearahnya dan mencium tanda itu.

Maka yakinlah Salman bahwa inilah dia orang yang diceritakan oleh sahabatnya sebelumnya. Inilah Nabi yang akan muncul di akhir zaman. Kemudian Salman pun menceritakan perjalanan hidupnya seperti yang ia ceritakan kepada Ibnu Abbas yang meriwayatkan hadits ini.

Lalu bagaimana Salman setelah memeluk Islam? Bagaimana Salman setelah mendapatkan hidayah Islam bertemu dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam? Mari download dan simak kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link kajian “Pertemuan Salman dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam” ini melalui jejaring sosial Facebook, Twitter dan yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Baca Juga:
Ucapan Yang Tidak Disertai Niat - Surah Al-Baqarah 225

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.