Masjid Al-Barkah

Mencetak Generasi Rabbani

Menceritakan Kisah Nabi Musa Menuntut Ilmu

By  |  pukul 2:53 pm

Terakhir diperbaharui: Minggu, 23 Januari 2022 pukul 12:38 pm

Tautan: https://rodja.id/3cv

Menceritakan Kisah Nabi Musa Menuntut Ilmu merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Mencetak Generasi Rabbani. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 15 Jumadil Akhir 1443 H / 18 Januari 2022 M.

Kajian sebelumnya: Pertemuan Salman dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Kajian Islam Ilmiah Tentang Menceritakan Kisah Nabi Musa Menuntut Ilmu

Kisah kisah tentang perjalanan para penuntut ilmu atau para ulama dalam perjalanan mereka menuntut ilmu ini perlu kita sampaikan kepada anak-anak kita. Hal ini untuk memotivasi mereka di dalam menuntut ilmu dan memberikan inspirasi ataupun pencerahan kepada mereka. Yaitu bagaimana perjalanan menuntut ilmu itu harus dilalui dengan kesabaran dan keistiqamahan. Karena banyak anak-anak hari ini yang tidak tuntas dalam menuntut ilmu. Mungkin karena satu dan lain hal atau melemahnya semangat mereka untuk menyelesaikan studi mereka di sekolah.

Maka dari itu perlu kita suntikan kepada mereka semangat/motivasi agar bergairah di dalam menuntut ilmu. Dan dalam hal ini kita mengambil inspirasi dari para Salaf kita ataupun dari kisah-kisah para Nabi dan Rasul, kisah-kisah orang-orang shalih di dalam perjalanan mereka menuntut ilmu.

Ada satu kisah yang disampaikan oleh Ubay bin Ka’ab, ia menceritakan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang perjalanan Nabi Musa menuntut ilmu.

Baca Juga:
Hak-Hak As-Sunnah - Bagian ke-2 - Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Tatkala Nabi Musa berdiri menyampaikan khutbahnya kepada Bani Israil, ada seseorang yang bertanya “Siapakah manusia yang paling berilmu?” maka Nabi Musa menjawab: “Akulah orang yang paling berilmu,” maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menegur Nabi Musa ‘Alaihis Salam karena ia tidak menyerahkan jawaban itu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mengatakan Allahu a’lam.

Tentu berbeda dengan Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang berkata:

إِنَّ أَتْقَاكُمْ وَأَعْلَمَكُمْ بِاللَّهِ أَنَا

“Demi Allah, sesungguhnya orang yang paling bertakwa di antara kalian dan orang yang paling tahu tentang Allah adalah saya.” (HR. Al-Bukhari).

Nabi mengatakan itu karena Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah Nabi terakhir, tidak ada lagi Nabi pada saat itu dan sesudah beliau. Maka ketika beliau mengatakan ini maka bisa diterima. Akan tetapi tidak pada Nabi Musa. Karena pada masa beliau ada Nabi-Nabi lain yang Allah utus.

Maka Allah mewahyukan kepadanya bahwa ada hamba Allah yang tinggal di pertemuan dua lautan. Dimana hamba tersebut lebih berilmu daripada Musa. Nabi itu adalah Nabi Khadir/Khidir.

Musa pun bertanya: “Ya Allah bagaimana caranya supaya aku bisa bertemu dengan Nabi Khadir?” Maka diberitahukan tanda-tandanya, yaitu bawalah ikan dengan keranjang. Apabila ikan itu menghilang maka disanalah hambaKu itu berada.

Ketika Nabi Musa tahu bahwa di sana ada ternyata orang yang lebih berilmu, maka ia meminta kepada Allah supaya bisa bertemu dengan orang yang lebih berilmu itu untuk menuntut ilmu darinya.

Baca Juga:
Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 959-965 - TPP: "Umat Islam adalah Umat yang Disayangi oleh Allah, Keutamaan Orang yang Mati Syahid, Keutamaan Menyantuni Anak Yatim, dan Seterusnya" (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Padahal ia seorang Nabi, tapi dia tidak merasa rendah atau gengsi untuk menuntut ilmu jika di sana ada orang yang lebih berilmu. Demikianlah kita juga apabila di sana ada orang yang lebih berilmu dari kita, maka janganlah kita merasa gengsi, malu ataupun segan untuk menuntut ilmu darinya.

Menuntut ilmu itu adalah salah satu kenikmatan dan kewajiban. Maka seorang muslim adalah orang yang dahaga akan ilmu. Jika disana ada peluang untuk menuntut ilmu, maka dia akan tempuh untuk menuntut ilmu.

Dahulu para sahabat berjalan sampai satu bulan penuh untuk mendapatkan satu hadits dari sahabat lain yang mungkin tidak populer atau tidak dikenal seperti sahabat-sahabat yang lain tapi dia punya satu hadits yang tidak diketahui oleh orang lain.

Bagaimana kisah lengkapnya? Mari download dan simak kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link kajian “Menceritakan Kisah Nabi Musa Menuntut Ilmu” ini melalui jejaring sosial Facebook, Twitter dan yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Baca Juga:
Keutamaan Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.