Masjid Al-Barkah

Fiqih Pendidikan Anak

Memberi Nama Terbaik

By  |  pukul 2:12 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 14 Februari 2022 pukul 9:53 am

Tautan: https://rodja.id/3df

Memberi Nama Terbaik ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Pendidikan Anak yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 5 Rajab 1443H / 07 Februari 2022 M.

Kajian Tentang Memberi Nama Terbaik

Nama yang direkomendasikan di dalam agama kita itu memiliki urutan/prioritas. Kami bawakan berdasarkan keterangan dari para ulama dilandasi dari dalil-dalil yang ada bahwa skala prioritas untuk memberi nama itu sekurang-kurangnya ada lima.

Nama terbaik

Nama terbaik adalah nama yang direkomendasikan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yaitu dua nama: Abdullah dan Abdurrahman. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إنَّ أحبَّ أسمائِكم إلى اللهِ عبدُ اللهِ وعبدُ الرحمنِ

“Sesungguhnya nama yang paling dicintai Allah yaitu Abdullah dan Abdurrahman.” (HR. Muslim)

Sehingga kalau kita baca buku-buku sejarah, maka kita akan temukan bahwa sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam itu banyak sekali yang namanya Abdullah. Bahkan ada seorang ulama yang mencoba menghitung sahabat Nabi yang namanya Abdullah ternyata ada 300 orang. Untuk membedakan antara satu Abdullah dengan Abdullah yang lainnya adalah dengan menyebutkan nama bapaknya.

Setiap orang yang bernama Abdullah seharusnya dia mengingat bahwa dia harus berupaya betul-betul menjadi hamba Allah yang baik, yang selalu menghambakan dirinya kepada Allah. Begitu pula ketika seorang memakai nama Abdurrahman, dia juga seharusnya selalu mengingat bahwa dia itu adalah hambanya Allah yang Maha Pengasih. Sehingga seharusnya dia itu menjadi manusia yang pengasih.

Nama yang berupa penghambaan kepada Asmaul Husna

Nama Allah bukan hanya ‘Allah’ dan ‘Ar-Rahman’, tapi masih banyak nama Allah yang lainnya. Kita tidak tahu secara pasti jumlah nama Allah itu berapa. Sehingga selama ada nama Allah ‘Azza wa Jalla yang berlandaskan Al-Qur’an atau hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang shahih, maka itu bisa dijadikan sebagai nama yang diawali dengan ‘Abdul’.

Misalnya salah satu nama Allah adalah Al-Aziz, berarti kalau kita punya anak bisa kita beri nama Abdul Aziz. Nama Allah yang lain adalah Al-Malik, berarti kalau kita hendak memberi nama bisa dengan Abdul Malik, dan seterusnya.

Nama para Nabi dan Rasul

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda:

أنَّهم كانوا يُسمُّونَ بأنبيائِهِم والصَّالحينَ قبلَهُم

“Dahulu mereka biasa memberi nama anak-anaknya dengan nama-nama para Nabi dan nama orang-orang shahih yang hidup sebelum mereka.” (HR. Muslim)

Jadi kebiasaan memberi nama anak dengan nama para Nabi dan Rasul itu sudah lama. Hal ini karena para Nabi dan para Rasul itu adalah teladan, orang-orang yang baik-baik. Maka kita dianjurkan untuk memakai nama para Nabi atau Rasul. Harapannya mudah-mudahan anak kita bisa meniru dan meneladani keshalihan orang-orang tersebut.

Dan manusia yang paling shalih setelah Nabi dan Rasul adalah para sahabat. Mereka adalah manusia yang terbaik di muka bumi ini setelah para Nabi dan Rasul, terutama Khulafaur Rasyidin. Yaitu Abdullah (Abu Bakar), Umar, Utsman, Ali.

Bagaimana pembahasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Memberi Nama Terbaik” ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.