Masjid Al-Barkah

Mencetak Generasi Rabbani

Kata-Kata Yang Tidak Patut Diucapkan Kepada Anak

By  |  pukul 8:45 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 01 Maret 2022 pukul 10:34 am

Tautan: https://rodja.id/3e6

Kata-Kata Yang Tidak Patut Diucapkan Kepada Anak merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Mencetak Generasi Rabbani. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 20 Rajab 1443 H / 22 Februari 2022 M.

Kajian sebelumnya: Kisah Orang Yang Berhutang Seribu Dinar

Kata-Kata Yang Tidak Patut Diucapkan Kepada Anak

Tentunya di dalam mendidik anak kadang-kadang banyak emosi yang terkuras, kita terdorong untuk marah, dan kadang-kadang terlontarlah kalimat yang sebenarnya kita tidak berniat untuk mengucapkannya. Akan tetapi mungkin karena marah, emosi, panik, kalap, kita pun mengucapkan kata-kata yang sebagian dilarang di dalam syariat, dan sebagian lagi adalah perkataan yang sia-sia, sebagian lagi itu berisi doa yang buruk terhadap anak. Yang mana mungkin kita akan menyesali kata-kata itu.

Maka perlu kita menjaga kata-kata, terutama terhadap anak. Karena kata-kata terhadap anak itu bukanlah perkataan yang biasa. Apalagi kata-kata itu mengandung doa, kemungkinan terkabulnya sangat besar. Maka jagalah lisan kita. Apalagi di dalam konteks mendidik yang seharusnya kita melatih dan memberikan teladan kepada anak dalam hal bertutur kata.

Ketika anak dimarahi lalu keluar kata-kata yang tidak baik, mungkin dia diam saja. Mungkin pun dia tidak begitu mengerti apa yang kita katakan. Namun tentunya kata-kata itu bukanlah sesuatu yang keluar begitu saja.

Baca Juga:
Khutbah Jumat: Keistimewaan Bagi Orang yang Berpuasa

Kerugian pertama bagi kita adalah bahwa kata-kata itu akan dicatat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tidak ada satupun kalimat yang terlontar melainkan telah dicatat oleh malaikat-malaikat yang mencatat.” (QS. Qaf[50]: 18)

Kerugian yang kedua adalah ini memberikan satu dampak yang buruk terhadap anak, terutama mentalnya. Ketika dia direndahkan dengan kata-kata, orang-orang mengatakan “Memang lidah tak bertulang, tapi dia lebih tajam daripada sembilu.” Terlukanya hati anak karena kata-kata mungkin lebih berat daripada pukulan ataupun gangguan secara fisik. Itu akan membekas dalam hatinya.

Kerugian yang ketiga adalah jika kata-kata itu mengandung hal-hal yang buruk. Misalnya doa, kutukan, laknat dan sejenisnya. Maka boleh jadi kata-kata diijabahi dan terjadi, atau Malaikat mengaminkannya dan benar-benar terjadi seperti apa yang kita katakan. Padahal kita tidak bermaksud untuk mengatakannya. Dan kalaulah kita pikir dalam-dalam kita akan menyesalinya.

Maka jagalah lisan. Karena banyak orang-orang yang jatuh dalam neraka juga karena ketergelinciran lisan.

Berikut ini beberapa kalimat-kalimat yang sebenarnya tidak patut untuk diucapkan. Misalnya, jangan katakan “Semoga Allah memberimu musibah, atau Allah tidak mengampunimu,” ketika kesal terhadap anak.

Menit ke-8:08 Kalau dia betul-betul terkena musibah seperti yang kita katakan, mungkin kita sendiri yang repot dan susah, sementara kita sendiri yang mengucapkan itu untuk anak kita. Maka ketika kesal terhadap anak, jaga lisan, tahan amarah, gantilah dengan kata-kata yang baik. Seperti doa yang baik: “Semoga Allah memberi petunjuk, semoga Allah memaafkanmu/mengampunimu.”

Baca Juga:
Bab Menggunakan Bekas Air Wudhu - Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Tentunya emosi itu akan melahirkan sesuatu yang buruk, maka tahan emosi, jangan marah.

Demikian pula kata-kata “Dasar kamu anak bodoh, anak tolol, anak dungu,” ketika anak tidak mengerti apa yang kita perintahkan. Ini merupakan celaan/hinaan. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلاَ اللَّعَّانِ وَلاَ الْفَاحِشِ وَلاَ الْبَذِيءِ

“Seorang mukmin itu bukan orang yang suka mencela, suka melaknat, suka berkata keji dan berkata kotor.” (HR. Tirmidzi, Ahmad dan yang lainnya.)

Lihat juga: Menghindari Celaan dan Cacian kepada Anak

Kata-kata seperti ini mungkin diucapkan ketika kita kesal sama anak karena dia tidak mengerti apa yang kita perintahkan. Ini bisa menjadi doa. Dan apabila doa itu dikabulkan, maka kita sendiri yang menyesali apa yang kita katakan. Maka gantilah itu dengan kata-kata: “Bagus, kamu pintar, cerdas,” dan bimbing dia untuk mengerti. Katakan: “Kamu anak pintar, sini diajari.” Bukan melampiaskan kekesalan dengan kata-kata seperti itu.

Bagaimana kajian lengkap tentang Kata-Kata Yang Tidak Patut Diucapkan Kepada Anak? Mari download dan simak mp3 kajiannya.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link kajian “Kata-Kata Yang Tidak Patut Diucapkan Kepada Anak” ini melalui jejaring sosial Facebook, Twitter dan yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Baca Juga:
Doa Untuk Orang Yang Baru Saja Meninggal Dunia

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.