Masjid Al-Barkah

Riyadhus Shalihin

Keutamaan dan Waktu Shalat Dhuha

By  |  pukul 12:52 pm

Terakhir diperbaharui: Jumat, 11 Maret 2022 pukul 3:42 pm

Tautan: https://rodja.id/3ee

Keutamaan dan Waktu Shalat Dhuha adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 27 Rajab 1443H / 1 Maret 2022 M.

Kajian sebelumnya: Penjelasan dan Anjuran Mengerjakan Shalat Witir

Keutamaan Shalat Dhuha

Dari Abu Dzar Al-Ghifari Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu, beliau menyebutkan: “Dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:

يُصبِحُ عَلى كُلِّ سُلامَى مِنْ أَحدِكُمْ صدقَةٌ: فَكُلُّ تَسبِيحة صدَقةٌ، وَكُلُّ تَحمِيدةٍ صَدَقَة، وكُل تَهليلَةٍ صدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكبيرَةٍ صدَقةٌ، وأَمر بالمعْروفِ صدقَةٌ، ونهيٌ عنِ المُنْكَرِ صدقَةٌ، ويُجْزِئ مِن ذلكَ ركْعتَانِ يركَعُهُما مِنَ الضُّحَى

“Setiap hari kita mempunyai kewajiban untuk memberikan sedekah (dalam rangka bersyukur atas kesempurnaan fisik yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala). Setiap seorang mengucapkan ‘Subhanallah’ adalah sedekah, setiap seorang mengucapkan ‘Alhamdulillah’ merupakan satu sedekah, seorang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah juga satu sedekah, dan setiap kali seorang mengucapkan ‘Allahu Akbar’ sama dengan satu sedekah. Demikian pula memerintahkan kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah dari yang mungkar juga sedekah. Dan seluruh sedekah itu bisa ditutupi dengan dua rakaat shalat dhuha.” (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan keutamaan shalat dhuha. Dan sebagian ulama berdasarkan hadits ini mengambil kesimpulan bahwa shalat dhuha dianjurkan dilakukan setiap hari (meskipun hanya dua rakaat).

Baca Juga:
Mengapa Anak Berbohong?

Hadits yang berikutnya, dari ‘Aisyah Radhiyallahu Ta’ala ‘Anha, beliau berkata:

كانَ رسولُ اللَّهِ ﷺ يصلِّي الضُّحَى أَرْبعًا، ويزَيدُ مَا شاءَ اللَّه.

“Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beliau mengerjakan shalat dhuha sebanyak empat rakaat, dan terkadang beliau menambah sesuai dengan kehendak beliau.” (HR. Muslim)

Di dalam hadits ini ‘Aisyah Ummul Mukminin Radhiyallahu Ta’ala ‘Anha menginformasikan kepada kita bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengerjakan shalat sunnah dhuha 4 rakaat.

Hadits selanjutnya, dari Ummu Hani’ Radhiyallahu Ta’ala ‘Anha, beliau mengatakan:

ذهَبْتُ إِلى رَسولِ اللَّهِ ﷺ عامٍ الفَتْحِ فَوجدْتُه يغْتَسِلُ، فَلَمَّا فَرَغَ مِنْ غُسْلِهِ، صَلَّى ثَمانيَ رَكعاتٍ، وَذلكَ ضُحى.

“Aku pernah datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada tahun penaklukan kota Mekah (tahun ke-8 H), maka aku jumpai beliau sedang mandi. Setelah selesai mandi, beliau mengerjakan shalat delapan rakaat, dan itu adalah shalat dhuha.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Hadits ini menjelaskan kepada kita tentang jumlah rakaat shalat dhuha adalah minimal dua rakaat, boleh 4 rakaat, dan boleh sampai 8 rakaat sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Dengan demikian kita mengetahui apa yang dibawa oleh Al-Imam An-Nawawi Rahimahullahu Ta’ala dalam bab ini, beliau cenderung kepada pendapat shalat dhuha sebanyak 8 rakaat. Karena ada ulama yang mengatakan boleh lebih dari itu, sampai 12 rakaat.

Intinya memang bahwa shalat dhuha salah satu di antara shalat-shalat yang memiliki keutamaan. Seorang dijaga dan dicukupi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan ada sebagian riwayat yang mengatakan bahwa seorang yang shalat berjamaah subuh di masjid, kemudian dia duduk berdzikir sampai matahari setinggi satu tombak, kemudian dia shalat dua rakaat (niat dhuha), maka dia mendapatkan pahala sama dengan seorang yang umrah atau haji. Ini menunjukkan keutamaan shalat dhuha yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Baca Juga:
Biografi Imam Al-Khaththabi

Apabila kita mencermati dan melihat dari pembahasan kita sebelum ini tentang banyaknya shalat-shalat sunnah, maka ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sudah sempurna. Amal-amal ibadah yang disyariatkan oleh Allah dan RasulNya sudah mencukupi. Bahkan kalau seorang ingin mengerjakan secara menyeluruh maka dia tidak akan mampu.

Oleh karena itu Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

وإذا أمرتكم بشيء فأتوا منه ما استطعتم، وإذا نهيتكم عن شيء فدَعُوه

“Apabila aku perintahkan kalian mengerjakan sesuatu, maka kerjakan semampu kalian. Namun apabila aku melarang kalian dari berbuat sesuatu, maka berhentilah dari berbuat sesuatu yang dilarang tersebut.”

Lihat juga: Keutamaan Shalat Dhuha

Lalu kapan waktu yang lebih afdhal untuk mengerjakan shalat dhuha? Mari download dan simak mp3 kajian kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Keutamaan dan Waktu Shalat Dhuha” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.