Masjid Al-Barkah

Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu

Ilmu Menghantarkan Pada Keyakinan

By  |  pukul 9:58 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 11 Maret 2022 pukul 3:45 pm

Tautan: https://rodja.id/3eg

Ilmu Menghantarkan Pada Keyakinan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah TaslimM.A. pada Kamis, 29 Rajab 1443 H / 3 Maret 2022 M.

Kajian sebelumnya: Ilmu Menyampaikan Kepada Keindahan Islam dan Kemanisan Iman

Ceramah Agama Islam Tentang Ilmu Menghantarkan Pada Keyakinan

Ilmu apabila semakin kita dalami, maka akan semakin membawa kita kepada tingkat keyakinan. Sehingga orang-orang yang mendalam ilmunya akan menyaksikan janji Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang kemuliaan/kenikmatan yang Allah siapkan bagi hamba-hambaNya yang bertakwa. Dia menyaksikannya dari balik hijab dunia yang jika hijab ini hilang maka dia yakin akan bisa menyaksikan kemuliaan tersebut langsung dengan mata kepalanya.

Tingkatan ini adalah awal dari tingkatan-tingkatan keyakinan. Yaitu tingkatan dia mengetahui dan meyakini sesuatu. Di dalam Al-Qur’an Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan ‘yakin’ itu dengan beberapa nama yang menunjukkan tingkatannya. Ada yang namanya ilmul yaqin, ‘ainul yaqin, ada haqqul yaqin.

Ilmul yaqin adalah yang dirasakan oleh orang-orang berilmu dengan hijab dunia mereka bisa melihat dengan keyakinan pada mata hatinya kenikmatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sediakan bagi orang-orang yang beriman.

Kedudukan ini adalah awal dari tingkat-tingkatan yakin. Yaitu tersingkapnya sesuatu pada hati manusia. Sesuatu yang dikabarkan bisa dilihat oleh hati manusia.

Baca Juga:
Hukum Sihir dan Membantu Orang Kafir Untuk Memerangi Kaum Muslimin

‘Ainul yaqin adalah tingkatan yang lebih tinggi lagi. Seolah-olah dia bisa melihat dengan matanya.

Haqqul yaqin adalah tingkatan yang paling tinggi. Sesungguhnya ini adalah sesuatu yang sebenar-benarnya keyakinan. Yaitu merasakan langsung sesuatu itu dengan sempurna.

Semakin tinggi seseorang mencapai tingkatan ini berarti dia semakin kuat keyakinannya, maka semakin yakin dia dengan janji-janji yang Allah Subhanahu wa Ta’ala janjikan dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Semua ini adalah buah dari ilmu yang bermanfaat ketika telah merasuk ke dalam hati manusia, tentu dengan taufik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Contoh-contoh tingkatan yakin

Contoh ilmul yaqin. Misalnya seseorang memberitakan kepada kita bahwa ada pantai yang airnya jernih, sejuk dan benar-benar menyenangkan kalau kita berenang di sana. Ini adalah berita yang bisa diyakini karena orang yang menyampaikannya terpercaya dan pernah merasakan langsung.

Contoh ‘ainul yaqin. Yaitu seperti orang yang menyaksikan langsung air tersebut. Misalnya suatu saat kita berkesempatan lewat di pantai itu. Dan kita menyaksikan memang jernih dan indah.

Contoh haqqul yaqin. Yaitu seperti orang yang minum darinya, sehingga dia langsung merasakannya.

Ketiganya adalah yakin. Tapi keyakinan yang pertama tentu dibawah keyakinan yang kedua, apalagi yang ketiga.

Subhanallah.. Kalau mencapai tingkatan ini, benar-benar seseorang ketika hidup di dunia akan menganggap dunia tidak ada arti baginya. Hal ini karena dia telah meyakini bagaimana nikmatnya surga seolah-olah dia menyaksikan/merasakannya langsung.

Baca Juga:
Syarah Bab Berdakwah Kepada Syahadat Laa Ilaaha Illallah

Maka wajar mereka-mereka ini menjadi orang-orang yang selalu bersemangat berlomba-lomba dalam mengerjakan kebaikan, selalu berusaha untuk mengisi waktunya hanya dengan hal-hal yang mendukung keimanan di hati mereka.

Tanda-tanda orang yang telah meraih kedudukan ini adalah akan merasakan kelapangan di dadanya untuk menelusuri tahapan-tahapan perjalanan iman, dia akan merasakan kelapangan dan keluasan di dadanya, ketenangan di hatinya terhadap perintah Allah, dan selalu kembali untuk berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mencintainya, bergembira ketika berjumpa dengannya, serta menjauhkan diri dari kecintaan terhadap dunia dan perhiasannya.

Makanya orang yang belajar ilmu agama Allah Subhanahu wa Ta’ala pasti akan menjadikan dia cinta kepada akhirat dan menjauhi sikap berlebih-lebihan dalam urusan dunia.

Kesimpulannya bahwa yang bisa membawa hati untuk bisa  merasakan hakikat iman, menjadikannya merasakan mudah hal-hal yang dianggap berat oleh orang lain, atau menjadikannya merasa gembira dengan hal-hal yang ditakuti oleh selainnya, itulah ilmu yang sempurna dan kecintaan kepada Islam yang murni.

Sementara yang namanya kecintaan mengikuti ilmu, cinta akan semakin kuat dengan kuatnya ilmu. Sebagaimana dia akan semakin lemah dengan semakin lemahnya ilmu. Dan orang yang mencintai kekasihnya tidak akan merasakan berat menempuh jalan yang akan menyampaikan dia kepada kekasihnya, dan dia tidak akan merasa takut ketika menempuh jalan tersebut.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak penjelasan yang penuh manfaat ini..

Baca Juga:
Hukum Memanjangkan Jenggot

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Ilmu Menghantarkan Pada Keyakinan” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.