Masjid Al-Barkah

Al-Furqan Min Qashashil Quran

Faedah-Faedah Kisah Luqman Al-Hakim

By  |  pukul 5:49 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 28 Maret 2022 pukul 11:02 am

Tautan: https://rodja.id/3f3

Faedah-Faedah Kisah Luqman Al-Hakim adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Furqan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 18 Sya’ban 1443 H / 21 Maret 2022 M.

Kajian sebelumnya: Luqman Menasihati Putranya

Ceramah Agama Islam Tentang Luqman Menasihati Putranya

1. Hikmah adalah karunia Allah

Allah memberikan hikmah kepada siapa yang Allah kehendaki. Barangsiapa yang diberikan hikmah, maka dia telah diberikan kebaikan yang banyak.

Di surah Luqman Ayat yang ke-12, Allah mengabarkan bahwa Allah memberikan anugerah hikmah kepada Luqman Al-Hakim. Allah berfirman:

وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ …

“Sesungguhnya Kami telah memberikan Al-Hikmah kepada Lukman…” (QS. Luqman[31]: 12)

Hikmah adalah perkataan yang pas/cocok/sesuai, kepada seseorang yang pas, diwaktu yang pas, dengan kadar yang pas, dengan metode yang pas.

Hikmah ini merupakan nikmat dari Allah. Dan Allah itu Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Sesungguhnya karena Allah Maha Bijaksana, maka Allah tidak memberikan hikmah kecuali memang kepada orang yang pantas untuk mendapatkannya.

Allah memberikan tugas kepada orang yang pantas untuk mengembannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan wahyu yang besar berupa Al-Qur’an kepada orang yang pantas untuk mendapatkannya, yakni Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Baca Juga:
Tidak Berada diatas Manhaj Yang Benar Namun Bahagia?

Sebagaimana perkataan Abdullah bin Mas’ud, Allah melihat kepada hati hamba-hamba diatas muka bumi ini. Dan Allah mendapati hati Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagus-bagusnya hati. Hati yang paling ikhlas dan bersih. Maka Allah pilih beliau untuk membawa risalah ini.

Begitu juga setelah itu Allah Subhanahu wa Ta’ala melihat lagi hati-hati manusia. Dan Allah mendapati hati para sahabat sebaik-baik hati setelah hati Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka Allah pilih mereka sebagai para sahabat Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk mengemban risalah yang mulia. Makanya masalah hati adalah masalah yang sangat penting.

Allah tidak memberikan Al-Hikmah melainkan kepada orang yang taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah ‘Azza wa Jalla dalam kitabNya tidak mensifati seorangpun dari kalangan orang-orang yang kafir/dzalim dengan sifat hikmah. Karena sifat hikmah merupakan sifat pemuliaan, dan hal ini tidak mungkin ada kecuali untuk orang yang beriman. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mensifati siapapun dengan sifat hikmah kecuali para Nabi dan orang-orang yang shalih.

Oleh karena hal itu tidak boleh siapapun mensifati ahli filsafat dengan hikmah. Ini perkataan ulama yang diambil dari Al-Qur’an dan hadits.

Bagaimana kajian lengkapnya? Mari Download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Baca Juga:
Empat Perkara Untuk Menjaga Kesehatan Hati

Mari turut membagikan link download kajian yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.