Masjid Al-Barkah

Talbis Iblis

Talbis Iblis Atas Ahli Puasa

By  |  pukul 2:42 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 11 April 2022 pukul 11:27 am

Tautan: https://rodja.id/3fo

Talbis Iblis Atas Ahli Puasa ini adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 2 Ramadhan 1443 H / 4 April 2022 M.

Kajian Islam Tentang Talbis Iblis Atas Ahli Puasa

Ibnul Jauzi berkata bahwa iblis telah menipu sebagian orang dengan menjadikan mereka menganggap bagus berpuasa secara terus-menerus tanpa putus. Ini yang dinamakan puasa wishal, yaitu menyambung satu puasa dengan puasa lainnya tanpa berbuka dan tanpa makan sahur. Ini tentunya tidak boleh dilakukan. Karena,

نَهَى رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – عَنِ اَلْوِصَالِ

“Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang puasa wishal.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Di dalam puasa yang diajarkan kepada kita adalah perintah untuk makan sahur.

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً

“Bersahurlah karena dalam makanan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kita juga diperintahkan untuk menyegerakan berbuka. Bahkan Nabi mengatakan:

لاَيَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

“Umat ini akan senantiasa jaya selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka tidak dibenarkan seorang menyambung satu puasa dengan puasa berikutnya. Apalagi itu lebih dari dua hari, tentunya ini akan memudaratkan diri sendiri. Dan ibadah-ibadah yang Allah anjurkan tidaklah memudharatkan manusia. Salah satu sifat syariat adalah sejalan dengan fitrah.

Baca Juga:
Keutamaan Membaca Al-Qur'an

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani satu jiwa ataupun manusia melainkan menurut kadar kemampuannya.” (QS. Al-Baqarah[2]: 286)

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

فَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِشَىْءٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Jika aku memerintahkan kepada sesuatu, maka lakukanlah menurut kemampuan yang kamu miliki.” (HR. Muslim)

Tentunya menyambung puasa dengan puasa berikutnya tanpa berbuka adalah termasuk hal yang dilarang. Begitu juga berpuasa terus-menerus walaupun dengan berbuka dan makan sahur.

Tentu berbeda halnya dengan puasa Ramadhan karena kita berpuasa satu bulan penuh. Atau juga puasa kaffarah yang memang harus berturut-turut. Adapun puasa sunnah, kita tidak boleh melakukannya terus-menerus.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak pembahasan yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Talbis Iblis Dalam Perkara Membaca Al-Qur’an” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Baca Juga:
Hukum Asal dalam Ibadah Itu Larangan - Ushul Fiqih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.