Masjid Al-Barkah

Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu

Ilmu adalah Kewajiban dalam Syariat Islam

By  |  pukul 5:17 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 21 April 2022 pukul 6:58 am

Tautan: https://rodja.id/3fx

Ilmu adalah Kewajiban dalam Syariat Islam adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah TaslimM.A. pada Kamis, 12 Ramadhan 1443 H / 14 April 2022 M.

Kajian sebelumnya: Ilmu Membuahkan Keyakinan

Ceramah Agama Islam Tentang Ilmu adalah Kewajiban dalam Syariat Islam

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Ya’la Al Mausili dalam musnadnya. Dari riwayat sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim.”

Hadits ini meskipun dalam sanadnya ada rawi bernama Hafs bin Sulaiman yang dinyatakan lemah oleh beberapa dari para ulama yang ahli dalam mengkritisi para rawi-rawi hadits. Akan tetapi hadits ini maknanya shahih. Imam As-Suyuthi Rahimahullah menyimpulkan dari berbagai jalur yang sangat banyak hadits ini derajatnya bisa terangkat sampai derajat hasan lighairihi. Oleh karena itu hadits ini bisa dijadikan argumentasi sebagai ucapan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Hadits ini menyebutkan bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Jelas ini menunjukkan kemuliaan ilmu karena diwajibkan dalam urusan agama. Berarti menuntut ilmu suatu yang paling dicintai oleh Allah. Karena kita tahu Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai hamba-hambaNya yang pertama kali ketika hambaNya mengamalkan dan menyempurnakan penunaian perkara yang diwajibkan di dalam agama.

Baca Juga:
Disunnahkannya Mudaroh dan Meninggalkan Mudahanah

Imam adalah perkara yang wajib bagi setiap muslim. Yaitu setiap orang harus punya iman yang benar. Orang yang imannya rusak berarti rusak agamanya dan dia terancam tidak akan selamat ketika menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari kiamat nanti.

Sedangkan iman adalah sesuatu yang tersusun dari ilmu dan amal. Tidak akan mungkin bisa dibayangkan keberadaan iman kecuali dengan ilmu dan amal. Ini saja menunjukkan bahwa iman butuh ilmu dan pengamalan dari ilmu tersebut.

Sehingga wajib seseorang menuntut ilmu karena tanpa ilmu dia tidak akan bisa mewujudkan iman dan tidak bisa memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam imannya. Kita ketahui bahwa orang yang imannya rusak atau menolak keimanan disebutkan dalam Al-Qur’an:

وَمَن يَكْفُرْ بِالْإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa yang mengingkari keimanan maka sungguh telah gugur amal-amalnya dan di akhirat nanti dia termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Maidah[5]: 5)

Yakni membatalkan amal-amal seseorang yang mengingkari keimanan atau tidak mengamalkan keimanan dengan benar.

Kemudian juga syariat-syariat Islam yang wajib diamalkan oleh setiap muslim yang mana tidak mungkin kita bisa laksanakan dengan sempurna kecuali setelah kita mengetahuinya dan memiliki ilmu tentangnya. Bagaimana kita bisa melaksanakan shalat dengan benar kalau tidak tahu tata cara shalat? Shalat yang sesuai dengan yang dipraktekkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam?

Baca Juga:
Cara Mengucapkan Salam

Oleh karena itulah kita tahu dalam hadits yang populer dalam Shahih Bukhari tentang sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang terkenal:

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي

“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” (HR. Bukhari)

Tidak mungkin kita bisa melaksanakan shalat hanya sesuai keinginan kita sendiri. Sedangkan harus sesuai dengan contoh yang dipraktekkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Untuk bisa melihat beliau shalat berarti kita harus belajar hadits-haditsnya, kita harus mengenal riwayat-riwayat dari para sahabat yang mengisahkan tentang shalat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang pernah mereka saksikan.

Oleh karena itu ini menunjukkan bahwa tidak akan bisa kita laksanakan kewajiban-kewajiban kecuali setelah kita mengetahuinya dan mempelajari ilmu tentang hal tersebut.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengeluarkan manusia dari rahim-rahim ibu mereka dalam keadaan tidak mengetahui apapun. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا…

“Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu-ibu kalian dalam keadaan kalian tidak mengetahui apa-apa…” (QS. An-Nahl[16]: 78)

Manusia lahir dalam keadaan jahil. Setelah itu Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan bagi mereka taufik untuk mengenal Islam, kemudian mempelajari petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam syariat Islam yang agung ini.

Maka menuntut ilmu benar-benar wajib bagi setiap muslim. Karena dengan ini dia bisa melaksanakan syariat Islam yang diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-hambaNya.

Baca Juga:
Kala Kesedihan Melanda Hati Bagian 2 - Panduan Amal Sehari Semalam (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak penjelasan yang penuh manfaat ini..

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Ilmu Membuahkan Keyakinan” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.