Masjid Al-Barkah

Mendidik Anak Tanpa Amarah

Kemarahan Mendatangkan Malapetaka di Dunia

By  |  pukul 11:05 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 17 Mei 2022 pukul 9:20 am

Tautan: https://rodja.id/3gc

Kemarahan Mendatangkan Malapetaka di Dunia merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Mendidik Anak Tanpa Amarah. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 9 Syawal 1443H / 10 Mei 2022 M.

Kajian sebelumnya: Kemarahan Mendatangkan Penyesalan

Kemarahan Mendatangkan Malapetaka di Dunia

Ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang dishahihkan Al-Albani dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa ada seorang laki-laki yang mencaci Abu Bakar Ash-Shiddiq sementara Nabi duduk di dekatnya. Abu Bakar menahan emosi, memilih bersabar dan tidak membalasnya. Nabi takjub dan tersenyum melihat kesabaran Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Tapi ketika laki-laki itu melontarkan cacian yang lebih banyak lagi, Abu Bakar Ash-Shiddiq membalas sebagian dari caciannya itu. Maka Nabi pun beranjak dari tempat beliau dan pergi.

Abu Bakar Ash-Shiddiq menyusul Nabi dan bertanya: “Wahai Rasulullah, ketika ia mencaciku dan aku tidak membalas, engkau tetap berada di sampingku. Dan tatkala aku membalas sebahagian ucapannya engkau beranjak pergi.”

Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

إِنَّهُ كَانَ مَعَكَ مَلَكٌ يَرُدُّ عَنْكَ ، فَلَمَّا رَدَدْتَ عَلَيْهِ بَعْضَ قَوْلِهِ ، وَقَعَ الشَّيْطَانُ ، فَلَمْ أَكُنْ لِأَقْعُدَ مَعَ الشَّيْطَانِ

“Tadi ketika kamu bersabar (tidak membalas caciannya) ada malaikat yang bersamamu dan membelamu. Akan tetapi tatkala kamu membalas sebahagian caciannya, maka setan pun datang, dan aku tidak ingin duduk bersama setan.” (HR. Ahmad)

Baca Juga:
Anjuran Mewarnai Uban - Hadits 1509-1517 - Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Ini merupakan salah satu malapetaka di dunia akibat dari kemarahan. Yaitu setan akan mendekati kita dan malaikat akan pergi ketika orang itu jatuh dalam kemarahan.

Kadang-kadang semacam alasan yang kita buat untuk bisa melampiaskan amarah. Misalnya kata-kata “Sudah cukup saya bersabar” atau “Kalau didiamkan dia makin menjadi-jadi” atau kata-kata sejenis yang itu adalah pembenaran untuk melampiaskan amarah. Tapi ketika jatuh dalam kemarahan, baru kita sesali kemarahan itu dan berkata “Seandainya aku tadi tidak marah.”

Apalagi akibat buruk dari kemarahan? Bagaimana kajian lengkap tentang Kemarahan Mendatangkan Malapetaka di Dunia? Mari download dan simak mp3 kajiannya.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link kajian “Kemarahan Mendatangkan Malapetaka di Dunia” ini melalui jejaring sosial Facebook, Twitter dan yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.