Masjid Al-Barkah

Mukhtashar Shahih Muslim

Ayat-Ayat Nabi dan Mengimaninya

By  |  pukul 6:41 pm

Terakhir diperbaharui: Rabu, 25 Mei 2022 pukul 2:57 pm

Tautan: https://rodja.id/3gi

Ayat-Ayat Nabi dan Mengimaninya merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 14 Syawal 1443 H / 15 Mei 2022 M.

Kajian sebelumnya: Perintah Dengan Iman dan Berlindung Kepada Allah Ketika Ada Godaan Setan

Kajian Hadits Ayat-Ayat Nabi dan Mengimaninya

Yang dimaksud dengan “ayat” di sini adalah mukjizat. Dan sebetulnya penamaan mukjizat dengan ayat itu lebih bagus. Karena “ayat” adalah lafadz yang ditunjukkan oleh Al-Qur’an dan hadits.. Hadits nomor 19:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ مَا مِنْ الْأَنْبِيَاءِ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا قَدْ أُعْطِيَ مِنْ الْآيَاتِ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُ وَحْيًا أَوْحَى اللَّهُ إِلَيَّ فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

“Dari Abu Hurairah -semoga Allah meridhainya- ia berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Tidak ada seorangpun Nabi kecuali telah diberikan dari mukjizat yang membuat manusia beriman kepadanya. Dan sesungguhnya yang diberikan kepadaku (Al-Qur’an) adalah wahyu yang Allah wahyukan kepadaku. Maka aku berharap sekali menjadi Nabi yang paling banyak pengikutnya nanti pada hari kiamat.'” (HR. Muslim)

Baca Juga:
Berdzikir Adalah Kehidupan Untuk Hati Manusia

“Tidak ada seorangpun Nabi kecuali telah diberikan dari mukjizat yang membuat manusia beriman kepadanya.” Artinya mukjizat tersebut tidak bisa ditolak oleh akal manusia dan setiap orang yang melihatnya pasti akan yakin bahwa itu tidak mungkin perbuatan manusia, tapi itu pasti perbuatan dari pencipta alam semesta.

Setiap Nabi diberikan oleh Allah ayat (mukjizat) yang menjadikan orang yang melihatnya seharusnya beriman.

Oleh karena itu Firaun ketika melihat mukjizat Nabi Musa, sebetulnya Firaun yakin akan kebenaran Nabi Musa. Makanya Allah mengatakan:

وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا

“Mereka mengingkari risalah Nabi Musa padahal hati mereka yakin akan kebenarannya.” (QS. An-Naml[27]: 14)

“Dan sesungguhnya yang diberikan kepadaku (Al-Qur’an) adalah wahyu yang Allah wahyukan kepadaku.” Dalam hal ini ada dua pendapat ulama. Sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud adalah bahwa setiap Nabi diberikan mukjizat. Adapun mukjizatku yang paling besar yaitu Al-Qur’an.

Pendapat yang kedua adalah bahwa mukjizat-mukjizat yang Allah berikan kepada para Nabi itu sudah tidak terlihat lagi. Sedangkan mukjizat yang Allah berikan kepada Rasulullah berupa Al-Qur’an akan terus terlihat/dibaca oleh manusia sampai hari kiamat.  Makna kedua ini yang dirajihkan oleh Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullah.

Dari hadits ini kita ambil faidah:

Setiap Nabi memiliki mukjizat

Hadits ini menunjukkan bahwa setiap Nabi memiliki mukjiza dan biasanya mukjizat para Nabi itu disesuaikan dengan keadaan kaumnya. Di zaman Nabi Musa ilmu sihir pada puncak keemasannya. Maka Allah berikan mukjizat dengan sesuatu yang seperti sihir tapi bukan sihir.

Baca Juga:
Tidak Ada Satupun Bahaya Yang Dibenarkan Oleh Islam

Dimana para penyihir bisa menipu mata manusia, mereka lemparkan tali-tali itu sehingga terlihat ular (padahal sebetulnya itu tipuan saja). Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan mukjizat kepada Nabi Musa tongkat yang Allah perintahkan Nabi Musa untuk lemparkan dan berubah menjadi ular asli (bukan tipuan). Sehingga akhirnya ketika para penyihir melihat tongkat yang berubah menjadi ular, maka para penyihir langsung beriman seketika. Hal ini karena mereka yakin ini bukan perbuatan manusia, ini bukan tipuan, tapi ini dari pencipta alam semesta.

Dizaman Nabi Isa ‘Alaihish Shalatu was Salam ilmu ketabiban luar biasa. Maka Allah berikan kepada Nabi Isa mukjizat yang mirip dengan itu, dimana para tabib di zaman itu tidak ada yang bisa melakukannya.

Dizaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berada pada zaman keemasan orang Arab dalam sastra Arab. Mereka bahkan setiap tahunnya mengadakan perlombaan syair-syair Arab. Maka Allah turunkan mukjizat terbesar berupa Al-Qur’anul Karim. Sampai-sampai para penyair Arab yang sangat fasih itu ketika mendengar Al-Qur’an mereka yakin ini tidak mungkin ucapan manusia.

Bahkan Abu Lahab dan Abu Jahal sebetulnya yakin itu bukan ucapan manusia. Apalagi mereka tahu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak bisa baca tulis. Mereka yakin sebetulnya ini adalah yang wahyu dari Allah ‘Azza wa Jalla. Tapi masalahnya ada kedengkian di hati mereka.

Baca Juga:
Engkau Mukmin Bukan Kafir (Ustadz Maududi Abdullah, Lc.)

Al-Qur’an adalah ayat paling agung

Hadits ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an adalah ayat yang paling agung yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Hal ini karena ia akan terus ada sampai hari kiamat dan setiap muslim membacanya.

Selain itu juga bahwa sampai detik ini tidak ada satupun orang yang mampu membuat seperti Al-Qur’an. Padahal Allah menantang lebih dari 1.400 tahun yang lalu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَإِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُم مِّن دُونِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

“Jika kalian memang ragu terhadap apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (yaitu Al-Qur’an) silakan kamu datangkan yang sama dengannya. Dan silahkan kalian panggil pujangga-pujangga itu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” (QS. Al-Baqarah[2]: 23)

Makanya ketika mereka tidak mampu untuk membuat yang sama dengan Al-Qur’an, mereka berusaha untuk merusak Al-Qur’an. Apa yang mereka rusak? Yaitu tafsir dan maknanya yang disimpangkan sesuai dengan hawa nafsu mereka.

Setiap usaha untuk mengubah Al-Qur’an selalu ketahuan, bahkan satu harakat. Makanya lihat bahwa tidak ada dalam agama manapun yang mereka hafal kitab suci mereka. Sedangkan dalam umat Islam para penghafal Al-Qur’an banyak sekali. Bahkan anak kecil sudah hafal Al-Qur’anul Karim. Itu menunjukkan penjagaan Allah terhadap Al-Qur’anul Karim yang luar biasa.

Baca Juga:
Perbedaan Ahlussunnah Wal Jama'ah dan Jama'ah Takfir (Syaikh 'Ali Hasan Al-Halabi)

Bagaimana pembahasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Ayat-Ayat Nabi dan Mengimaninya” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.