Masjid Al-Barkah

Riyadhus Shalihin

Penekanan Kewajiban Menunaikan Zakat

By  |  pukul 7:05 am

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 11 Juni 2022 pukul 2:32 pm

Tautan: https://rodja.id/3gz

Penekanan Kewajiban Menunaikan Zakat adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 30 Syawal 1443 H / 31 Mei 2022 M.

Kajian sebelumnya: Keutamaan Kayu Siwak Untuk Membersihkan Mulut

Penekanan Kewajiban Menunaikan Zakat

Islam menjaga hubungan seorang hamba dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam bentuk beriman kepada Allah, mentauhidkan Allah, beribadah kepada Allah. Dan Islam juga menjaga hubungan antara sesama kaum muslimin. Salah satunya dengan berbagi kepada mereka berupa harta baik zakat ataupun sedekah.

Dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, beliau berkata bahwasannya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah mengutus Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘Anhu ke negeri Yaman dalam rangka berdakwah. Maka beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan pesan:

ادْعُهُمْ إلى شَهَادَةِ أنْ لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، وأَنِّي رَسولُ اللَّهِ، فإنْ هُمْ أطَاعُوا لذلكَ، فأعْلِمْهُمْ أنَّ اللَّهَ قَدِ افْتَرَضَ عليهم خَمْسَ صَلَوَاتٍ في كُلِّ يَومٍ ولَيْلَةٍ، فإنْ هُمْ أطَاعُوا لذلكَ، فأعْلِمْهُمْ أنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عليهم صَدَقَةً في أمْوَالِهِمْ تُؤْخَذُ مِن أغْنِيَائِهِمْ وتُرَدُّ علَى فُقَرَائِهِمْ

“Ajaklah mereka agar memberikan persaksian bahwasannya tiada sesembahan yang haq kecuali Allah dan bahwasannya aku adalah Rasul utusan Allah. Jika mereka menaati hal tersebut, maka beritahukan kepada mereka bahwasannya Allah mewajibkan atas mereka lima shalat pada setiap hari siang dan malam. Dan kalau mereka telah taat terhadap apa yang engkau sampaikan, maka beritahukan kepada mereka bahwasannya Allah mewajibkan atas mereka membayar sedekah yang diambil dari orang-orang kaya mereka dan diberikan kepada orang-orang fuqara mereka.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Baca Juga:
Hadits Arbain ke 16 - Hadits Larangan Marah

Al-Imam An-Nawawi Rahimahullahu Ta’ala membawakan hadits ini dalam bab tentang penekanan kewajiban untuk menunaikan zakat karena disini disebutkan salah satu dari apa yang didakwahi oleh Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘Anhu adalah mengingatkan kepada mereka tentang zakat.

Mengutus Dai

Hadits ini menjelaskan kepada kita tentang metode di dalam berdakwah. Yang pertama ada kewajiban penguasa/pemerintah untuk mengutus para Dai ke tempat-tempat yang jauh, tempat-tempat yang memerlukan para Dai untuk mengajarkan kepada mereka tentang Islam.

Berilmu

Pelajaran lain yang diambil dari hadits ini bahwa yang diutus adalah orang yang mempunyai ilmu. Karena dia akan mengajarkan kepada manusia tentang hal-hal yang wajib bagi mereka, terutama tentang tauhid, kemudian shalat, kemudian zakat dan yang lainnya.

Diawali dengan tauhid

Hadits ini juga memberikan pelajaran kepada kita tentang permulaan dari dakwah itu diawali dengan tauhid. Mengajarkan kepada manusia akan keesaan Allah. Bahwasannya tiada sesembahan yang haq kecuali Allah, dan menyeru mereka untuk beribadah hanya kepada Allah, jangan menyembah/menyeru/meminta/curhat kepada selain Allah. Kalau ada suatu masalah maka shalat dan menghadap kepada Allah, bukan kepada manusia. Apabila seseorang curhatnya kepada manusia, maka ini menunjukkan bahwa tauhidnya lemah. Seorang mukmin selalu mengadu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Beriman kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Selanjutnya adalah mengajarkan kewajiban mereka untuk beriman kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa beliau adalah seorang utusan Allah yang terakhir yang diutus kepada seluruh umat manusia. Tidak ada lagi Nabi dan Rasul sesudah beliau. Maka kalau ada orang mengaku dirinya Nabi setelah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka orang ini harus ditangkap dan dihukum.

Baca Juga:
Firman Allah tentang Kewajiban Berbakti kepada Kedua Orang Tua dan Berbakti kepada Ibu - Kitab Adabul Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

Dan orang yang percaya ada Nabi setelah beliau maka dia kafir. Karena memang tidak ada Nabi setelah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Tahapan dakwah

Di antara pelajaran yang diambil dari hadits ini bahwa dakwah itu bertahap.

Tahapan pertama, kita sampaikan yang terpenting, kemudian yang berikutnya tenang shalat lima waktu. Dimana ini adalah ibadah yang diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada umat ini. Bahkan amal pertama yang dihisab di hari kiamat kelak adalah shalat. Semua amal-amal ibadah yang lainnya tidak diterima oleh Allah Ta’ala jika shalat seseorang tertolak. Maka dari itu shalat yang pertama dan utama dari semua amal-amal yang harus diperhatikan oleh seorang Mukmin.

Kalau seorang banyak berbuat baik dengan berbagai macam amal selain shalat tetapi dia tidak shalat, maka  amalnya tertolak. Oleh karena itu shalat adalah sebagai tiang agama Allah, salah satu dari rukun Islam yang utama setelah dua kalimat syahadat. Maka dari itu janganlah seorang menggampangkan masalah shalat.

Tahapan kedua, diajarkan bagaimana shalat itu secara sedikit demi sedikit. Karena tidak hanya sekedar memberitahukan kepada mereka bahwa ada kewajiban shalat lima waktu tanpa mengajarkan mereka bagaimana shalat. Maka dari itu apabila ada seorang yang baru masuk Islam, kita mengharuskan dia untuk mempelajari bagaimana cara shalat.

Mungkin awalnya secara sederhana dan paling utama yang diajarkan, yaitu rukun-rukun shalat, kemudian meningkat kepada yang lainnya.

Baca Juga:
Khutbah Jumat Singkat Tentang Realisasi Tauhid Dalam Kehidupan

Tahapan ketiga, apabila mereka sudah taat, maka beritahukan kepada mereka tentang kewajiban dalam hal berkaitan dengan harta. Yaitu kewajiban untuk mengeluarkan zakat. Karena zakat adalah hak Allah Subhanahu wa Ta’ala yang harus ditunaikan oleh orang yang memiliki harta yang sudah memenuhi syarat-syaratnya untuk mengeluarkan zakat, maka dia wajib mengeluarkan zakat.

Dan zakat ini banyak hikmahnya. Di antara hikmahnya adalah untuk menolong saudara-saudara kita sesama kaum muslimin. Agar mereka hidup dengan cukup. Sehingga tidak terjadi gejolak di masyarakat.

Salah satu penyebab gejolak di masyarakat adalah kesenjangan sosial antara orang-orang kaya yang memiliki harta yang menumpuk dengan para fuqara yang mereka tidak mempunyai apa-apa. Sementara orang-orang kaya tidak menunaikan zakat. Maka timbullah kecemburuan dari orang-orang miskin yang mereka mereka hidup serba kekurangan terhadap orang-orang kaya yang hidup bermewah-mewahan.

Oleh karena itu Islam adalah agama yang betul-betul memperhatikan masalah ini dalam rangka memberikan pemerataan kepada umat. Dan juga untuk terjadi keamanan dalam masyarakat. Sebab kalau ada segolongan manusia yang mereka kelaparan dan hidup dalam kemiskinan, sementara mereka tidak mendapatkan zakat dari orang-orang kaya, maka ini akan timbul kejahatan, menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan di tengah masyarakat.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Baca Juga:
Kisah Pengingkaran Terhadap Bid’ah dan Bahayanya Perbuatan Bid’ah

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Penekanan Kewajiban Menunaikan Zakat” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.