Masjid Al-Barkah

Talbis Iblis

Talbis Iblis Terhadap Orang-Orang Zuhud dan Ahli Ibadah

By  |  pukul 1:31 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 05 Juli 2022 pukul 1:45 pm

Tautan: https://rodja.id/3hw

Talbis Iblis Terhadap Orang-Orang Zuhud dan Ahli Ibadah ini adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 27 Dzul Qa’dah 1443 H / 27 Juni 2022 M.

Kajian Islam Tentang Talbis Iblis Terhadap Orang-Orang Zuhud dan Ahli Ibadah

Kita telah sampai pada pembahasan talbis iblis terhadap orang-orang zuhud dan ahli ibadah. Hal ini berkenaan dengan satu amalan yang mereka lakukan, yaitu uzlah (العزلة). Uzlah adalah mengasingkan diri dengan tujuan meninggalkan dan melupakan dunia. Lalu mereka melakukan uzlah tapi dengan cara yang salah. Seperti yang dikatakan bahwa uzlah (العزلة) tanpa huruf ‘ain (yakni ilmu) menjadi zallah (زلة), yaitu penyimpangan dan kesesatan. Dan jika tanpa huruf za (yakni zuhud) akan menjadi ‘illah (علة), penyakit.

Jadi uzlah harus dengan ilmu dan zuhud. Artinya harus dilakukan dengan benar, tidak dilakukan serampangan tanpa ilmu.

Di dalam bab ini iblis juga melakukan tipu dayanya terhadap orang-orang yang mungkin punya tujuan yang baik. Seperti tiga orang yang datang ingin bertemu Nabi tapi ternyata tidak bertemu Nabi, hanya bertemu Aisyah istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Salah satu dari mereka berkata: “Aku akan shalat terus-menerus, tidak akan tidur malam selama-lamanya.” Yang satu mengatakan “Aku akan berpuasa terus-menerus tidak akan berbuka.” Yang ketiga mengatakan: “Aku tidak akan menikahi wanita.” Tujuan ketiganya ini mungkin baik, ingin mendekatkan diri kepada Allah, ingin menambah ketaatan, ingin meniru Nabi tapi dengan cara yang salah.

Baca Juga:
Perlombaan Dalam Islam

Maka ketika Nabi mendengar ucapan itu Nabi marah dan berkata:

مَا بَالُ أَقْوَامٍ يَقُولُونَ كَذَا وَكَذَا…

“Mengapa ada orang-orang yang mengatakan begini dan begitu? Aku adalah orang yang paling tahu tentang Allah dan paling bertakwa kepadaNya. Namun aku shalat aku juga tidur, aku berpuasa aku juga berbuka, dan aku menikahi wanita. Barangsiapa membenci sunnahku maka dia bukan dari golonganku.”

Mendekatkan diri kepada Allah bukan dengan perasaan dan akal pikiran, tapi dengan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Selain amal itu ikhlas juga harus mengikuti sunnah. Tidak boleh mendekatkan diri kepada Allah dengan cara bid’ah. Karena justru orang itu semakin jauh dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan semakin dekat.

Tidaklah seorang itu bersungguh-sungguh di dalam bid’ah melainkan dia bertambah jauh dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, walaupun tujuannya mendekatkan diri kepada Allah. Maka segala sesuatunya perlu dengan ilmu, apalagi yang berkaitan dengan agama. Tidak boleh berdasarkan asumsi/prasangka/dugaan/hawa nafsu atau akal pikiran.

Itulah yang terjadi di sini, sebagian orang melakukan amalan-amalan yang ternyata itu tidak benar. Di antaranya adalah uzlah dengan cara yang keliru dan salah. Kemungkinan ini bermula dari pandangan terhadap dunia yang salah.

Mungkin orang awam pernah mendengar celaan atas nikmat dunia, baik itu di dalam ayat-ayat Al-Qur’an maupun hadits-hadits Nabi, namun dipahami dengan cara yang keliru. Misalnya dibacakan hadits:

Baca Juga:
Muslim Tanpa Identitas (Ustadz Maududi Abdullah, Lc.)

الدُّنيا ملعونَةٌ ملعونٌ ما فيها

“Dunia itu terlaknat dan terlaknat apa-apa yang di dalamnya.” Lalu dia tinggalkan sama sekali kehidupan dunia itu, sementara dia masih di dunia. Ini ciri yang tidak melanjutkan hadits secara sempurna. Kalau dia baca lanjutan hadits itu:

إلا ذكر الله -تعالى- وما وَالاهُ، وعالمًا ومتعلمًا

“Kecuali dzikrullah dan apa-apa yang mendekatkan diri kepada Allah dan seorang alim dan seorang yang menuntut ilmu.”

Sebagian orang membaca hadits-hadits seperti ini namun salah memahami. Lalu dia memusuhi dunia secara membabi-buta. Segala sesuatu yang berbau dunia dia tinggalkan, sementara dia masih hidup di dunia dan masih perlu dunia.

Islam proporsional. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan di dalam surah Al-Qashash:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

“Carilah akhirat dengan dunia yang Allah berikan kepadamu, tapi jangan lupakan bagianmu di dunia, dan berbuat baiklah kamu sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu, janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qasas[28]: 77)

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak pembahasan yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Baca Juga:
Keutamaan Sedekah

Mari turut membagikan link download kajian yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.