Masjid Al-Barkah

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat: Amalah Bulah Dzulhijjah

By  |  pukul 6:36 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 07 Juli 2022 pukul 9:05 am

Tautan: https://rodja.id/3i0

Khutbah Jumat: Amalah Bulah Dzulhijjah ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 01 Dzul Hijjah 1443 H / 1 Juli 2022 M.

Khutbah Pertama Khutbah Jumat: Amalah Bulah Dzulhijjah

Di antara rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-hambaNya, dijadikannya musim-musim untuk ibadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Dimana ia adalah merupakan kesempatan yang agung dan emas untuk senantiasa kita mendulang pahala yang besar di sisi Allah.

Di antara musim-musim ibadah itu adalah hari-hari yang sedang kita berada diatasnya. Yaitu 10 awal bulan Dzulhijjah, yang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ما من أيَّامٍ العملُ الصَّالحُ فيهنَّ أحبُّ إلى اللهِ من هذه الأيَّامِ العشرِ

“Tidak ada hari-hari yang amalan shalih sangat dicintai oleh Allah dari hari-hari 10 (awal bulan Dzulhijjah) ini.” (HR. Bukhari)

Maka ini adalah merupakan hari-hari yang terbaik di dunia, bahkan lebih baik daripada sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Allah Subhanahu wa Ta’ala bersumpah dengan 10 hari awal bulan Dzulhijjah ini. Allah berfirman:

Baca Juga:
Hak Ulama - Bagian ke-2 - Tabshiratul Anam (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

وَالْفَجْرِ ‎﴿١﴾‏ وَلَيَالٍ عَشْرٍ ‎﴿٢﴾

“Demi waktu fajar dan demi 10 malam.” (QS. Al-Fajr[89]: 1-2)

Dan para ulama tafsir menyebutkan yang dimaksud dengan 10 malam di sini yaitu 10 awal bulan Dzulhijjah.

Maka kita berusaha menggunakan hari-hari ini untuk memperbanyak ibadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Dan ibadah-ibadah ada yang sangat ditekankan sekali di hari-hari ini, di antaranya:

Memperbanyak dzikir kepada Allah

Imam Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika mengabarkan tentang kemuliaan hari-hari ini, beliau bersabda:

فأكثِروا فيهنَّ مِن التَّهليلِ والتَّكبيرِ والتَّحميدِ

“Perbanyaklah di hari-hari tersebut untuk bertahlil, bertakbir dan bertahmid.” (HR. Ahmad)

Intinya adalah memperbanyak dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala pun demikian memerintahkan kita agar banyak berdzikir kepada Allah di hari-hari ini. Allah berfirman:

لِّيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ…

“Agar mereka menyaksikan manfaat-manfaat dan agar mereka mengingat Allah di hari-hari yang telah diketahui…” (QS. Al-Hajj[22]: 28)

Ibnu Abbas berkata yang dimaksud dengan “hari-hari yang diketahui” yaitu 10 awal bulan Dzulhijjah.

Maka dari itulah saudaraku, para sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika masuk di awal bulan Dzulhijjah mereka memperbanyak dzikir kepada Allah, terutama takbir. Imam Bukhari berkata: “Adalah Abdullah bin Umar dan Abu Hurairah di hari-hari awal 10 Dzulhijjah, mereka pergi ke pasar dan bertakbir, sehingga orang-orang pun mengikuti takbir mereka berdua.”

Baca Juga:
Cara Mensucikan Najis-Najis Sesuai Yang Ditunjukkan Oleh Dalil

Saudaraku, inilah hari-hari yang sangat dianjurkan kita banyak berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan dzikir itu ibadah yang sangat ringan di lisan kita, akan tetapi pahalanya besar di sisi Allah ‘Azza wa Jalla. Maka banyak-banyaklah kita mengucapkan Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Ilaaha Illallah, Allahu akbar, dan dzikir-dzikir yang lainnya, memperbanyak membaca Al-Qur’anul Karim di hari-hari yang sangat mulia ini, sehingga kita bisa mendapatkan pahala yang sangat banyak di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Memperbanyak shalat

Amalan yang kedua yaitu memperbanyak shalat, baik itu shalat sunnah rawatib ataupun shalat-shalat sunnah yang lainnya. Karena sesungguhnya ia adalah sebaik-baik amal. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

اعْلَمُوا أنَّ خَيْرَ أعْمَالِكُم الصَّلاة

“Ketahuilah oleh kalian bahwasanya sebaik-baik amal kalian adalah shalat.” (HR. Imam Malik)

Maka sebaik-baik amal ketika bertemu dengan sebaik-baik waktu, sungguh sangat besar di sisi Allah pahalanya. Kita berusaha menjaga di hari-hari ini shalat dhuha kita, shalat sunnah rawatib kita, demikian pula shalat tahajud kita, dan demikian pula shalat-shalat sunnah yang lainnya.

Memperbanyak puasa

Di antara amalannya, saudaraku.. Yaitu memperbanyak shaum. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

عليكَ بالصوْمِ؛ فإِنَّهُ لَا مثلَ لَهُ

“Hendaklah kalian berpuasa karena puasa itu tidak ada yang sebanding dengannya.” (HR. Ahmad)

Pahalanya besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun khilaf para ulama apakah disyariatkan berpuasa dari tanggal satu sampai tanggal 9, ataukah tidak? Sebagian mengatakan tidak disyariatkan. Hal ini berdasarkan riwayat Aisyah, bahwa Aisyah Radhiyallahu ‘Anha berkata dalam Shahih Muslim:

Baca Juga:
Pasti Dapat Lailatul Qadar

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- صَائِمًا فِى الْعَشْرِ قَطُّ

“Aku belum pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berpuasa 10 awal bulan Dzulhijjah.” (HR. Muslim)

Sementara sebagian ulama mengatakan boleh, berdasarkan keumuman hadits yang kita sampaikan tadi. Tidak ada hari-hari yang amalan shalih sangat dicintai oleh Allah dari hari-hari ini. Dan puasa termasuk amalan shalih. Demikian pula berdasarkan hadits riwayat Abu Dawud bahwa seorang istri Nabi yang lainnya mengatakan:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصوم تسع من ذي الحجة

“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berpuasa sembilan dari bulan Dzulhijjah.”

Sehingga kata mereka ini menunjukkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun pernah melakukannya. Adapun Aisyah Radhiyallahu ‘Anha beliau meriwayatkan sesuai yang beliau ketahui. Maka diperbolehkan berpuasa di tanggal 1 sampai tanggal 9, namun itu tidaklah kita rutinkan. Sebab kalau Rasulullah merutinkan tentu Aisyah akan mengetahuinya.

Puasa di hari arafah

Di antara amalan shalih yang agung yaitu puasa di hari arafah yang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kabarkan bahwasanya puasa hari arafah menggugurkan dosa tahun sebelumnya dan tahun setelahnya.

Bayangkan betapa agungnya puasa ini, saudaraku.

Berqurban

Di antara amalan yang agung juga adalah berqurban. Ia adalah merupakan sembelihan yang besar. Ketika Nabi Ibrahim ‘Alaihish Shalatu was Salam diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih anak yang bernama Ismail, dan ketika Ismail telah meletakkan kepalanya di atas tempat penyembelihan, kemudian Allah pun mengatakan:

Baca Juga:
Tatkala Al-Qur'an Ditinggalkan - Khutbah Jumat (Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, M.A.)

وفديناه بذبح عظيم

“Dan Kami gantikan ia dengan sembelihan yang agung.” (QS. As-Saffat[37]: 107)

Berarti hewan qurban itu sembelihan yang besar dan agung. Yang diinginkan dari ibadah berqurban adalah ibadah menyembelihnya. Karena Allah menyebutkan di situ “dengan sembelihan yang agung.” Berarti ibadah yang paling besar daripada ibadah qurban adalah ibadah menyembelihnya.

Maka sungguh sangat sayang sebagian kaum muslimin ketika ia berqurbannya di tempat yang lain, ia kirimkan hewan qurbannya ke tempat yang lain, sehingga ia kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pahala yang besar dari ibadah yang agung, yaitu menyembelih hewan qurbannya. Itu ibadah yang yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah berfirman:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Katakan: ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.'” (QS. Al-An’am[6]: 162)

Oleh karena itu, saudaraku.. Mari kita bersemangat untuk beramal shalih di hari-hari ini.

Khutbah Kedua Jangan Senang Dipuji Manusia

Di antara amalan shalih yang hendaknya kita lakukan di hari-hari ini adalah:

Ibadah haji

Bagi mereka yang pergi haji kita doakan semoga Allah menjadikan mereka mabrur hajinya dan mereka pulang dalam keadaan diampuni dosa-dosanya.

Adapun kita yang tidak berhaji, banyak amalan yang amalan itu Rasulullah sebutkan sebanding dengan haji. Di antaranya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Baca Juga:
Hak Mata - Bagian ke-1 - Tabshiratul Anam (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

من غدا إلى المسجد لا يريد إلا أن يتعلم خيرا أو يعلمه كان له كأجر حاج تاما حجته

“Siapa yang berangkat menuju masjid, tidak ada niat kecuali untuk mempelajari ilmu atau mengajarkan ilmu, maka ia pun pulang membawa pahala sebesar pahala haji, sempurna hajinya.” (HR. Ath-Thabrani)

Maka ketika kita pergi ke masjid untuk menuntut ilmu Allah, duduk di majelis taklim, mendengarkan penjelasan-penjelasan tentang Al-Qur’an dan Sunnah, maka kita pulang ke rumah kita membawa pahala sebesar pahala haji.

Ini bagi orang yang tidak mampu untuk berhaji, kita bisa melakukan amalan lain yang masyaAllah tak kalah besar pahalanya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Download mp3 Khutbah Jumat: Amalah Bulah Dzulhijjah

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download “Amalah Bulah Dzulhijjah” ini kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau yang lainnya. Semoga menjadi pembukan pintu kebaikan bagi kita semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.